• Info Terkini

    Friday, October 5, 2012

    Profil Sastrawan "Tano Batak" Sumatera Utara: M. Kasim Dalimunthe

    Dalam kesusastreraan Indonesia, Muhammad Kasim Dalimunte lebih dikenal dengan nama panggilan M. Kasim saja. Ia adalah seorang penulis novel dan cerpen pada zaman Balai Pustaka. Beliau lahir di Muara Sipongi, Sumatera Utara, pada tahun 1886. Dengan pendidikan sekolah guru, ia kemudian menjadi guru sekolah rakyat hingga tahun 1935. Namun sejak tahun 1922, beliau mulai dikenal sebagai penulis melalui novelnya yang pertama terbitan Balai Pustaka, yakni Moeda Teroena.
    Dua tahun kemudian (1924) Ia memenangkan sayembara menulis buku anak-anak, dan meraih “hadiah pertama” dari Balai Pustaka berupa Arloji Emas. Karyanya itu kemudian diterbitkan dengan judul Pemandangan dalam Doenia Kanak-kanak, yang dalam masyarakat luas lebih dikenal dengan judul Si Samin. Karya-karya sastranya yang lain, yang juga cukup fenomenal adalah Bertengkar Berbisik (1929), Buah di Kedai Kopi (1930), dan Teman Doedoek (1936), yang ketiganya diterbitkan oleh Balai Pustaka, Jakarta.

    Kumpulan cerpen Teman Doedoek karya M. Kasim dianggap sebagai kumpulan cerita pendek pertama dalam kesusastraan Indonesia modern. Novel maupun cerpennya bercerita tentang penduduk pedesaan di Sumatera dengan gaya bahasa yang sederhana dan penuh humor. Karya terjemahannya ada dua, yaitu Niki Bahtera (dari In Woelige Dagen karya C.J. Kieviet) dan Pangeran Hindi (dari De Vorstvan Indie karya Lew Wallace), yang masing-masing dirilis pada tahun 1920 dan 1931.

    M. Kasim yang lahir di Muara Sipongi ini pernah menetap di Kotanopan. Rumahnya terletak di Sindang Laya, tidak jauh dari Pasanggerahan yang terdapat di Pasar Kotanopan. Pasanggerahan ini adalah sebuah bangunan tempat peristirahatan residen pada masa penjajahan kolonial Belanda dahulu. Rumah M. Kasim yang terletak di Sindang Laya tersebut sampai sekarang masih dihuni oleh keturunannya. Rumah tempat kediaman M. Kasim ini sampai sekarang masih tetap kelihatan kokoh dan terpelihara dengan baik, serta tampak asri karena letaknya berada di dataran yang lebih tinggi dan cukup strategis karena tidak jauh dari Pasar Kotanopan. (Di sadur dari berbagai sumber)

    DENNI MEILIZON
    FAM906U-PADANG
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    2 komentar:

    1. http://edi-nasution.blogspot.com/2014/03/mandailing-literature.html

      ReplyDelete
      Replies
      1. M. Kasim adalah sasterawan dari Tano Sere Mandailing

        Delete

    Item Reviewed: Profil Sastrawan "Tano Batak" Sumatera Utara: M. Kasim Dalimunthe Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top