Skip to main content

Tim FAM Indonesia Datang, Siswa SMP Sukma Bangsa Kabupaten Pidie Gembira

Laporan: Maulidin Akbar (Anggota FAM Sigli, FAM1028M)

Setelah selesai melakukan sosialisasi di SMP Unggul YPPU Sigli, Aceh, tanpa istirahat kami langsung berangkat ke SMP/SMA Sukma Bangsa Kabupaten Pidie. Kami ke sana langsung karena seperti yang sudah teragenda bahwa pada pukul 2 kami akan melakukan sosialisasi di SMA favorit tersebut.

Alhamdulillah, di sini kami kembali mendapatkan tambahan anggota yaitu salah satu anggota FAM Aceh adik kami Shirra Ulvia (Jauharah Qalbi), dia bisa hadir karena pagi sampai siang dia harus bersekolah (maklum masih duduk di bangku MAN kelas 1, hehe).

Begitu tiba di sekolah tersebut kami langsung disambut Kepala SMP Sukma Bangsa dan meminta kami untuk menunggu sejenak di ruang TU sambil beliau mengumpulkan para siswa. Tidak hanya siswa SMP tetapi juga siswa SMA bergabung di sini dan duduk lesehan di lobi yang biasa dipergunakan oleh sekolah tersebut apabila ada pertemuan bersama.

Sekitar pukul setengah 3 akhirnya acara pun dimulai. Acara sederhana ini dibuka langsung oleh Bu Ayu, salah seorang guru pembimbing bahasa Indonesia di sekolah tersebut. Zulfan sebagai MC memperkenalkan kami seluruh anggota yang hadir dan mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan pihak sekolah sehingga FAM Indonesia bisa hadir di sekolah tersebut. Setelah itu masuklah pada acara pokok di mana pada acara tersebut saya langsung memperkenalkan FAM Indonesia dan dengan semangat 45 mengarahkan dan memotivasi siswa untuk terus menulis, berbuat dan berdoa, dan tidak lupa seperti biasanya saya menginformasikan tentang event yang saat ini sedang berlangsung yaitu Event Menulis Cerpen Tingkat Nasional oleh FAM Indonesia. Di sini adik-adik siswa cukup antuasias menyimak dan mendengarkan setiap paparan yang saya sampaikan.

Di akhir penyampaian saya tidak lupa untuk memberikan motivasi kecil dengan mengarahkan para siswa untuk terus membaca dan menulis karena membaca akan membuka pintu dunia.

Acara yang berlangsung sekitar 2 jam ini akhirnya ditutup dengan tanya jawab singkat, dan foto bersama. Acara selesai pukul 16.15, berakhir dengan kesan yang mendalam, baik kami sebagai Tim Sosialisasi maupun siswa sebagai peserta.

[www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…