• Info Terkini

    Monday, October 1, 2012

    Tragedi Komunikasi

    Oleh Nuryaman Emil Hamzah*)

    Hilangnya akses komunikasi dengan dunia luar, telah menjadi musibah yang sangat memilukan bahkan bisa dikategorikan sebagai tragedi. Betapa tidak, berbagai transaksi, peluang dan aktivitas hampir semuanya lumpuh total.

    Beberapa hari terakhir ini saya disibukkan membenahi pertangkat komunikasi yang biasanya “mereka” melayani dengan sepenuh hati untuk melakukan transaksi, komunikasi dan berkreasi, kini giliran saya yang harus melayani mereka. Memperbaiki perangkat, mengutak-atik sistem yang error serta memperbaiki sistem keamanan agar tidak terulang lagi di masa mendatang.

    Musibah diawali oleh matinya perangkat komputer yang biasa digunakan sebagai penunjang utama pekerjaan. Bukan hanya pengolahan berbagai garapan yang terganggu, komputer tersebut merupakan perangkat utama yang terhubung dengan modem yang biasa digunakan online berinteraksi di dunia maya terutama di grup FAM.

    Musibah berlanjut dengan terganggunya akun Yahoo yang terindikasi disusupi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga memerlukan pemulihan sekitar 48 jam.

    Sebagai pelengkap penderitaan dan bisa jadi yang terparah adalah rusaknya nomor hape kesayangan yang telah digunakan lebih dari 10 tahun. Adalah suatu hal yang wajar terjadi, walaupun perangkat hape-nya berkali-kali ganti tetapi nomor tersebut tidak pernah diganti. Lebih dahsyatnya lagi nomor tersebut selalu online siang malam tidak pernah sengaja mematikan koneksinya walaupun saat tidur.

    Kenapa mereka tiba-tiba “berulah” di saat sangat dibutuhkan? Ini salah siapa? Pantaskah kita berkata keeejaaam…! Coba kita teliti satu-persatu.

    Komputer sebagai perangkat utama tersusun dari komponen-komponen yang diproduksi oleh pabrikan terkenal dan mempunyai reputasi yang baik di dunia industri komputer. Power supply diproduksi oleh pabrikan yang telah mengantongi berbagai lisensi standar mutu, keamanan, ramah lingkungan dan tingkat efisiensi yang mencapai minimal 80%.

    Berlanjut ke motherboard “si papan ajaib” merupakan hasil racikan pabrikan kenamaan yang didukung oleh chipset northbright dan chipset southbright besutan Intel dan berpendingin memadai. Dilengkapi socket memory dengan teknologi dual kanal sudah cukup kencang disandingkan dengan processor Intel hasil olahan pabriknya di Costarica.

    Casing terbuat dari material yang memenuhi standar mutu serta sirkulasi udara yang baik, sudah cukup mendukung untuk terciptanya sebuah komputer yang handal. Begitu pula dua buah harddisk sebagai “storage device” yang masing-masing berpendingin tambahan bisa dipastikan bisa menunjang kinerja komputer secara keseluruhan.

    Lalu di mana letak kesalahannya?

    Setelah mengamati perangkat yang digunakan, sepertinya cukup untuk dijadikan penunjang pekerjaan dengan beban yang cukup tinggi. Tetapi kenapa mati juga?
    Apabila dilihat dari penggunaan, komputer tersebut hampir tidak pernah dimatikan 24 jam nonstop. Faktor lain, pasokan arus listrik yang tidak stabil serta masa pakai barang yang mungkin sudah mencapai titik maksimal bisa jadi sebuah jawaban.

    Sedangkan akun Yahoo juga tidak sepenuhnya kesalahan bisa ditimpakan kepada penyusup. Salah satu penyebabnya bisa jadi karena kata sandi yang jarang diubah atau kata sandi yang gampang ditebak sehingga memudahkan para hacker leluasa menguasainya.

    Akhirnya sebagian penyebab musibah tersebut tertuju kepada saya sebagai pengguna perangkat-perangkat tersebut yang kurang memperhatikan aspek keamanan.

    Pengalaman kecil itu bisa kita tarik untuk menyikapi hal yang lebih besar. Bagaimana kebobrokan bangsa kita yang tak kunjung selesai, bisa jadi karena setiap elemen masyarakat bangsa kita terlalu banyak menuntut tanpa memperhatikan apa upaya terbaik yang telah dilakukan oleh masing-masing individu untuk kebaikan bangsa ini.

    Begitu pula kebersamaan kita di Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, hanya upaya-upaya terbaik setiap anggota dan karya-karyanya yang membuat FAM Indonesia bertahan dan terus berkembang. Sebaliknya terlalu banyak menuntut tanpa memberikan solusi atau tanpa ikut berperan dalam derap langkah FAM yang masih balita ini, bisa jadi berujung tragedi.

    Oleh sebab itu marilah kita terus menggalang kebersamaan dan menghasilkan karya-karya terbaik. Seperti halnya komputer yang tersusun atas berbagai komponen, anggota FAM datang dari berbagai kalangan, berbagai daerah dan adat-istiadat serta berbagai bentuk karya tulisnya, kita menyatu menopang kekokohan FAM Indonesia. Sebesar apapun upaya ikhlas kita dalam dakwah bilqolam ini tidak akan sia-sia.

    Semangat berkarya! Salam santun.

    *) Penulis adalah anggota FAM Pandeglang
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Tragedi Komunikasi Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top