• Info Terkini

    Friday, October 5, 2012

    Ulasan Cerpen “Kejutan Cinta” Karya Karimatul Himmah (FAM Gresik)

    "Kejutan Cinta” adalah sebuah cerpen yang mengisahkan tokoh Ratri di sebuah BUMN. Ratri bekerja di perusahaan tersebut di posisi accountant officer, suatu posisi di luar kehendaknya dan kurang sesuai dengan basic pendidikannya.

    Permasalahan/ketegangan dimunculkan ketika jajaran dewan direksi dan para pimpinan mengadakan rapat internal termasuk Ratri. Permasalahan yang dibahas adalah kesalahan produksi yang tidak sesuai dengan pemesanan. Dari pembicaraan yang terjadi akhirnya kesalahan tertuju pada Ratri yang dianggap salah melakukan pemesanan bahan baku, padahal sudah ada e-mail pemberitahuan perubahan pesanan dari PT. Dodot Sejahtera, Tbk.
    Ketegangan menurun setelah diketahui e-mail tersebut baru masuk dua minggu sebelumnya, padahal sesuai kontrak seharusnya dikirim satu bulan sebelumnya. Akhirnya masalah selesai dengan kesimpulan tidak perlu memberikan ganti rugi.

    Cerpen ini berakhir manis bagi Ratri, karena setelah melewati ketegangan, di akhir rapat Pak Naufal menyuruh Ratri memutarkan sebuah slide yang baru diketahui ternyata slide tentang dirinya. Tentu saja membuat Ratri terkejut dan berusaha menghentikan slide itu dan mematikan proyektornya. Tapi usahanya gagal karena remotnya dipegang oleh sahabatnya.

    Kejutan lainnya saat dua orang sahabatnya bersama Pak Naufal membawa kue ulang tahun. Ternyata hari itu adalah ulang tahun dirinya, dan Pak Naufal ternyata menyukai Ratri.

    Cerpen “Kejutan Cinta” tersusun rapi mulai dari pengantar, penampilan masalah, puncak ketegangan/konflik memuncak, anti klimaks dan akhirnya berujung manis.

    Secara umum, penulis cukup teliti dalam menulis cerpen ini, beberapa hal yang perlu diperhatikan terdapat pada kata-kata yang diberi tanda merah (lihat blog www.famindonesia.blogspot.com).

    Kata bernotabene sebaiknya cukup ditulis notabene. “Diantara” seharusnya terpisah menjadi “di antara”, tanda koma (,) setelah tanda petik pada kutipan langsung, sebaiknya dihilangkan.

    Huruf pertama kata pada kalimat setelah tanda petik (“…”) sebaiknya menggunakan huruf kapital.

    Teruslah berkarya. Salam santun.

    FAM INDONESIA
    www.famindonesia.blogspot.com

    [BERIKUT CERPEN PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Kejutan Cinta

    Oleh Karimatul Himmah

    IDFAM993U Anggota FAM Gresik

    Seorang gadis bernama lengkap Ratri Cinta Novianty tercatat sebagai salah seorang pegawai tetap diantara 3500 karyawan di perusahaan tekstil yang bernotabene sebagai salah satu perusahaan milik pemerintah atau nama bekennya perusahaan BUMN. Bekerja di perusahaan BUMN merupakan impian banyak orang. Seharusnya dengan bekerja di tempat impian tersebut bisa membawa kebahagiaan bagi yang berkesempatan bergabung di perusahaan itu, terkecuali Ratri. Dia selalu menampakkan wajah murung, ekspresi datar, dan senyum terpaksa. Bukan karena posisinya sebagai accountant officer  yang menuntut ketelitian, tetapi karena tumpukan kekecewaan yang tertanam dalam batinnya. Kekecewaan itu karena ia menginginkan pekerjaan sesuai dengan gelar sarjananya, Sarjana Hukum, sebagai judicial officer layaknya ketiga temannya yang juga bekerja di perusahaan yang sama dengannya, kecewa harus bekerja di bawah pimpinan orang yang tidak ia sukai, kecewa karena belum bisa memberangkatkan ibunya berangkat haji mengingat ibunya masih terbaring sakit sejak mengalami kecelakaan sekitar 8 tahun lalu. Kesederhanaan adalah bagian dari figurnya. Dengan rok hitam yang panjangnya di bawah lutut dan kemeja warna putih serta rambut berkepang satu, semakin menampakkan sosok Ratri yang apa adanya. Saat Ratri melangkahkan kaki takkan terdengar adanya bunyi ‘tap..tap..tap’ layaknya akuntan lain yang pada umumnya memakai high heels, langkahnya nyaris tanpa suara.

    Hari ini merupakan hari tutup buku perusahaan, seperti bulan-bulan sebelumnya, seluruh pegawai office begitu sibuk, lebih sibuk daripada hari biasanya, semua tampak kebingungan layaknya orang yang kebakaran jenggot. Namun di akhir bulan November ini ada sedikit masalah yang sebetulnya berakibat fatal. Hal ini menjadikan situasi dalam kantor semakin rumit dan tegang. Jajaran dewan direksi langsung mengadakan rapat internal dengan para pimpinan direksi dan yang bersangkutan dengan permasalahan. Ratri pun turut menghadiri rapat tersebut atas titah atasannya, Pak Naufal, menyertainya dan mencatat notulensi rapat untuknya. Permasalahan sebetulnya berasal dari kesalahan produksi yang tidak sesuai dengan permintaan konsumen yaitu dari PT. Dodot Sejahtera, Tbk, yang menjadi konsumen tetap perusahaan. Perusahaan garmen terbesar ke tiga itu menyampaikan complaint karena bahan dasar kain sintetis yang mereka terima tidak sesuai dengan pesanan. Setelah menggodok dan menelaah masalah tersebut lebih detail, diduga ada kesalahan order bahan baku. Pihak produksi menyatakan bahwa mereka melakukan proses produksi sesuai dengan bahan baku yang ada dan dengan persetujuan dari manager produksi. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata bagian keuangan memang memesan bahan baku yang tidak sesuai dengan pesanan PT. Dodot Sejahtera, Tbk, untuk diolah dalam proses produksi. Kebetulan diantara peserta rapat yang hadir, hanya Ratri seorang yang merupakan staf keuangan.  Posisi Ratri kala itu memang benar-benar ‘tidak aman’. Terlebih manager produksi mengejar Ratri dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkannya dan disertai pula di nota serah terima pemesanan bahan baku tersebut tertera tanda tangan atas nama Ratri Cinta Novianty .

    “Bagaimana bisa anda memesan bahan itu? Kan sudah ada annoncement dari konsumen mengenai penggantian komposisi yang diminta khusus bulan ini. Apakah anda lupa atau tidak memperhatikan e-mail yang masuk? Manusia memang tidak bisa luput dari lupa, tapi jika berakibat fatal.. ‘lupa’ anda tidak bisa ditoleransi..” sejenak manager produksi terdiam setelah menyampaikan dakwaannya kepada Ratri.

    “iya pak, sa...” ucapan Ratri terputus.

    “Berapa banyak kerugian yang harus kita tanggung akibat sedikit kecerobohan anda. Gaji anda beberapa tahun paling juga belum bisa mengganti kerugian ini”, imbuh dakwaan manager produksi kepada Ratri.

    “Saya memperhatikan email yang masuk pak, tapi sebulan yang lalu saya tidak menerima e-mail yang berisikan informasi sebagaimana yang barusan Pak Fandi sampaikan”, ucap orang yang akrab disapa mas Dani oleh Ratri tersebut kepada manager produksi.

    “Sa..” ucapan Ratri terputus kembali.

    “Anda mungkin belum menerima informasi itu atau telat, bisa saja.. karena anda di bagian marketing Dani. Maksud saya Supervisor Marketing” jawab Pak Fandi yang berpangkat sebagai manager produksi itu.

    “Sebentar, saya ingin mendengar penjelasan dari anak buah saya Pak. Ratri, tolong  jangan diam saja. kalau ada yang ingin disampaikan, segera dikatakan” sela pak Naufal memberi Ratri kesempatan untuk berbicara.

    “Saya memang memesan bahan sebagaimana komposisi lama yang biasa diorder oleh PT. Dodot Sejahtera. Yakni memakai benang nylon.Saya tidak mengetahui informasi bahwasanya ada perubahan komposisi yang menggunakan serat polyester, dari satu bulan lalu ”, jawab Ratri dengan nada sedikit terbata diiringi derap detak jantungnya yang mengencang.

    “Berarti bisa disimpulkan bahwa anda kurang memperhatikan e-mail yang masuk!”, ucap pak Fandi.

    “kalau tidak ada e-mail yang masuk, bagaimana bisa dibaca Pak”, bela mas Dani.

    e-mail itu saya pastikan ada”, ucap Pak Fandi.

    Ratri mencoba memastikan apakah memang satu bulan yang lalu ada e-mail yang berisikan pemberitahuan tersebut di laptop yang menyala di hadapannya. Dan ternyata memang ada, namun e-mail tersebut telah dikirim 2 minggu yang lalu. Ratri mencoba menjelaskan perihal tersebut, namun Pak Naufal berbicara lebih dulu.

    “Memang benar e-mail itu sudah masuk, tapi e-mail itu masuk setelah dua minggu bahan baku yang dimaksudkan, yang biasa memakai nylon diganti dengan polyester, dipesan Pak. Saya rasa tidak ada masalah dengan pemesanan bahan. Dan pihak proses produksi juga tidak ada masalah dengan hasil produksi mereka. Produksi menjalankan prosedur dan formulasi yang sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Hal ini juga tidak bisa dipersalahkan. Karena proses produksi dimulai sebelum e-mail itu masuk. Other side, produksi juga mengejar target agar produk jadi tepat waktu”, ucap Pak Naufal membuka secercah titik temu.

    “Kita sepertinya tidak perlu mengganti kerugian ini karena sesuai dengan kontrak dan persetujuan dengan PT. Dodot Sejahtera bahwa informasi atau pemberitahuan mengenai perubahan produk selambat-lambatnya diberitahukan satu bulan sebelumnya. Agar kualitas dan kuantitas produk yang jadi benar-benar memenuhi ”, tutur Anita, yang merupakan sahabat Ratri. Senyum manis Anita disambut oleh Ratri tatkala mereka saling berpandangan. Ratri merasa lega seakan aliran darahnya kembali stabil. Masalah teratasi dan sejenak suasana hening tercipta di dalam ruangan. Tiba-tiba ponsel Ratri berdering. Ratri bergegas mematikan handphonenya. Pak Naufal menampakkan wajah sedikit gusar melihat ulah Ratri. Sejenak dia berpesan kepada Ratri sebelum keluar meninggalkan ruang rapat sebentar.

    “Tolong setelah rapat ditutup, segera tampilkan powerpoint Materi Penting, di data D. Tampilkan sebelum seluruh anggota rapat keluar. Saya mau ke toilet sebentar”, mandat pak naufal yang disampaikan kepada Ratri.

    “Baik pak”, tutur Ratri mengiyakan perintah dari tersebut.

    Tak lama setelah pak Naufal berlalu, rapat diambang berkesudahan dan ditutup oleh manager produksi. Peserta rapat mulai merapikan meja mereka masing-masing, mengemas peralatan tulis dan buku catatan ataupun menutup layar monitor laptop.  Sebelum seluruh peserta rapat benar-benar beranjak dari tepat duduk mereka, bergegas Ratri menyampaikan pesan pak Naufal di muka umum.

    “mohon maaf, sebelum Bapak dan Ibu sekalian meninggalkan ruang rapat, ada materi tambahan yang  ingin disampaikan oleh pak Naufal. Berikut saya tampilkan. Pak naufal sedang ke toilet, jika informasi dari saya masih belum lengkap, pak Naufal akan menambahkan”, ucap Ratri sembari menekan tombol F5 di keyboard laptop pak Naufal. Ratri membacakan tiap tampilan dari pencitraan proyektor LCD tersebut.

    Slide pertama
     “MATERI PENTING”

    Slide kedua
    “LATAR BELAKANG”

    Slide ketiga
    “figur yang dibangun dengan sederhana, tetapi berkualitas dan memiliki nilai nominal tak hingga”

    Slide keempat dan seterusnya menampilkan potret-potret seseorang ternyata. Dan seseorang itu tak lain adalah Ratri. Mendadak bibir Ratri seakan terbungkam. Spontan para peserta rapat mengarahkan pandangan mereka, yang tadinya terfokus pada pencitraan proyektor LCD di white board, ke arah Ratri. Ratri tanpa berpikir panjang berjalan  menuju remote LCD berada. Anita yang melihat gelagat Ratri, segera menghampiri sahabatnya yang hampir mematikan proyektor LCD kala itu. Anita langsung meraih remote yang ada ditangan Ratri dan melanjutkan tampilan slide-slide lain. Peserta rapat terfokus kembali pada white board. Karena gagal merebut remote dari tangan Anita, Ratri duduk lemas menahan rasa malu dan terpaksa ikut menyaksikan tampilan di layar LCD. Gambar demi gambar yang tersaji sedikit banyak medeskripsikan perjalanan hidup Ratri. Pada dua slide terakhir yang ditampilkan, genangan air mata mulai terbendung di kedua kelopak mata Ratri. Namun ia mencoba menahan dengan keras agar ia tidak mengalirkan air matanya. 

    Sebelum slide terakhir
    “katamu, seharusnya bersyukur atas cobaan yang terjadi. Paling tidak bersyukur karena tuhan masih memberikan kesempatan untuk belajar merasakan sabar dan ikhlas pada kita... by Anita”

    Bersama ditampikan pula foto saat Ratri pulang dari rumah sakit bersama ibunya yang duduk di kursi roda dan beserta ketiga sahabatnya, Anita, Lia dan Aji.

    Slide terakhir
    “tetaplah tersenyum, karena dunia semakin indah dengan senyumanmu... by Noval”
    Bersama ditampilkan pula foto Ratri saat pulang dari pengajian dengan kerudung putih melingkar di kepalanya dan senyuman di wajahnya.

    Sejenak Ratri mengingat foto terakhir. Ia ingat bahwasanya saat itu ia keluar dari gerbang mushala dan tidak sengaja bertemu dengan pak Naufal yang sedang mengendarai mobil. Belum sempat selesai mengingat, Ratri dikejutkan lagi dengan kehadiran dua sahabatnya yang lain yang membawa kue ulang tahun bersama mas Noval, sapaan lain pak Naufal di kantor, sembari menyanyikan lagu ulang tahun bersama. Peserta rapat semakin memeriahkan dan mencairkan suasana dengan turut menyanyi. Kali ini Ratri tak bisa membendung air matanya. Ternyata hari ini bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Begitu berkesan, meski tanpa ia ketahui bahwa semua itu adalah kejutan dari mas Noval. Orang yang sangat menyukainya.

    Ket: gambar sekadar ilustrasi, diambil dari google.com

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Cerpen “Kejutan Cinta” Karya Karimatul Himmah (FAM Gresik) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top