• Info Terkini

    Saturday, October 13, 2012

    Ulasan Esai “Hipotesa Terhadap Fenomena Generasi Bangsa” Karya Setyono (FAM Riau)

    Esai ini berisi kritikan konstruktif yang bersifat membangun. Kata-katanya lugas, tajam, tegas, dan penuh makna. Esai ini juga berisi kritik sosial atas kondisi masyarakat Indonesia saat ini.

    Ada sedikit pertanyaan yang “menggelitik” pikiran pembaca yang kritis tentunya… yaitu saat membaca frase “teori hukum kemungkinan”, apakah ini benar-benar istilah ilmiah atau rekaan penulis? Setahu FAM yang ada adalah “teori hukum tradisional” dan “teori hukum kritis”. Bila “teori hukum kemungkinan” memang ada, maka sebaiknya diberi catatan kaki atau penjelasan sedikit agar tidak menimbulkan mispersepsi.


    Ada sedikit koreksi EYD, gramatika, semiotik, dan semantik sebagai berikut ini:

    Hipotesa seharusnya ditulis: hipotesis.
    Realitas seharusnya ditulis: realita.
    kerumah seharusnya ditulis: ke rumah
    dikampung seharusnya ditulis: di kampung
    disebelah seharusnya ditulis: di sebelah
    berkumpul ria seharusnya ditulis: berkumpul-ria
    didalam seharusnya ditulis: di dalam
    kedalam seharusnya ditulis: ke dalam
    dikalangan seharusnya ditulis: di kalangan
    yg seharusnya ditulis: yang
    prediket seharusnya ditulis: predikat
    pertama, seharusnya ditulis: Pertama, (huruf “P” kapital)
    kedua, seharusnya ditulis: Kedua, (huruf “K” kapital)
    ketiga, seharusnya ditulis: Ketiga, (huruf “K” kapital)

    Kemarin waktu silaturahim kerumah tetangga dikampung dan saudara-saudara disana, selalu mendengar keluhan dari mereka tentang sepinya anak-anak muda yang berkunjung ke rumah mereka, walaupun itu anak dari tetangganya yang tinggal disebelah rumah.

    Seharusnya ditulis:

    Kemarin saat bersilaturahmi ke rumah tetangga di kampung dan saudara-saudara disana, selalu mendengar keluhan dari mereka tentang jarangnya anak-anak muda yang mengunjungi rumah mereka, meskipun itu anak tetangga yang tinggal di sebelah rumah.

    #Bila dijawab dengan teori hukum kemungkinan, perubahan ini terjadi karena tiga faktor.

    Seharusnya ditulis:

    #Bila dijawab sesuai dengan teori hukum kemungkinan, maka perubahan ini terjadi dikarenakan tiga faktor, yaitu:

    Perubahan ini terjadi secara gradual, melalui sebuah proses, 2 tahun yang lalu masih lumayan ramai anak-anak muda yang saling berkunjung kerumah tetangga mereka,….

    Seharusnya ditulis:

    Perubahan ini terjadi secara gradual, melalui sebuah proses, dua tahun yang lalu masih lumayan ramai anak-anak muda yang saling berkunjung ke rumah tetangga mereka,….

    jadi perubahan ini tidak secara REVOLUSIONER. Seharusnya ditulis:

    Jelaslah bahwa perubahan ini berlangsung tidak secara REVOLUSIONER. (Perhatikan huruf “J” di awal kalimat)

    #Solusi, untuk kita generasi muda yang belum berkeluarga ataupun yang sudah berkeluarga tetaplah berpegang teguh terhadap nilai-nilai keagamaan mari pelajari terus konsep-konsep kehidupan yang tertuang dalam agama, dan mari berusaha untuk menselaraskan dalam kehidupan kita. Yang sudah menjadi orang tua bagi putera dan puterinya, ajarkanlah agama untuk putera puterinya sebagai landasan kokoh menjalani kehidupan dalam bermasyarakat dan bernegara. 

    Seharusnya ditulis:

    #Solusinya: untuk kita generasi muda yang belum berkeluarga maupun yang sudah berkeluarga,  tetaplah berpegang teguh kepada nilai-nilai keagamaan. Marilah kita pelajari terus konsep-konsep kehidupan yang tertuang di dalam agama. Marilah kita berusaha dan berupaya untuk menselaraskan ajaran agama itu di dalam kehidupan kita. Yang sudah menjadi orang tua bagi putera dan puterinya, ajarkanlah agama untuk putera-puterinya sebagai landasan kokoh untuk menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 

    FAM memberikan saran, sebelum menerbitkan tulisan, usahakan melakukan editing sebaik mungkin sehingga tidak terdapat kesalahan, sekurang-kurang dapat diminimalisir. Bila kesalahan dominan (lihat warna kuning), akan sangat mengganggu keindahan naskah tulisan.

    Salam aktif, dan teruslah berkarya.

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.blogspot.com

    [BERIKUT NASKAH PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    HIPOTESA TERHADAP FENOMENA GENERASI BANGSA

    Karya Setyono

    IDFAM1021M Anggota FAM Riau

    Nuansa Idul fitri 1433 H,

    Kemarin waktu silaturahim kerumah tetangga dikampung dan saudara-saudara disana, selalu mendengar keluhan dari mereka tentang sepinya anak-anak muda yang berkunjung ke rumah mereka, walaupun itu anak dari tetangganya yang tinggal disebelah rumah. Para anak muda cenderung lebih banyak waktunya untuk berkumpul ria dan pergi bermain mengunjungi tempat-tempat wisata bersama pasangan mereka ketimbang harus bersilaturahim dengan sanak saudara dan tetangga mereka.

    #Potret realitas

    Perubahan ini terjadi secara gradual, melalui sebuah proses, 2 tahun yang lalu masih lumayan ramai anak-anak muda yang saling berkunjung kerumah tetangga mereka, dengan pengklasifikasian dikatakan sebagai remaja dan juga pemuda. jadi perubahan ini tidak secara REVOLUSIONER.

    #Bila dijawab dengan teori hukum kemungkinan, perubahan ini terjadi karena tiga faktor.

    pertama, adanya budaya-budaya baru yang dibawa oleh orang-orang pendatang ataupun budaya praktis yg dihembuskan melalui media-media yang secara komprehensif diadopsi dari barat  (extra sytemic change).

    kedua, melalui sebuah proses diferensiasi struktural dan fungsional didalam keluarga, yang cenderung mengkampanyekan budaya "over tolerans" sehingga banyak orang tua yang mengatakan ketika melihat anaknya sudah jauh dari nilai-nilai agama ataupun unsur-unsur sosial budaya yang menjadi bangunan dasar masyarakat bangsa ini, maka orang tua hanya mengatakan "namanya juga anak zaman sekarang".

    ketiga, posisi usia yang rawan akan kemudahan menganut dan mengikuti pengertian-pengertian yang sama mengenai situasi tertentu (sharing the same definition of the situation), sehingga itu akan mempengaruhi tingkah laku kemudian terjalin sedemikian rupa kedalam suatu bentuk struktur sosial dikalangan anak muda atau dengan kata lain yakni GAUL, nah yg masih berpegang teguh terhadap nilai-nilai agama dan sosial budaya maka ia akan mendapat prediket TIDAK GAUL.

    #Solusi, untuk kita generasi muda yang belum berkeluarga ataupun yang sudah berkeluarga tetaplah berpegang teguh terhadap nilai-nilai keagamaan mari pelajari terus konsep-konsep kehidupan yang tertuang dalam agama, dan mari berusaha untuk menselaraskan dalam kehidupan kita. Yang sudah menjadi orang tua bagi putera dan puterinya, ajarkanlah agama untuk putera puterinya sebagai landasan kokoh menjalani kehidupan dalam bermasyarakat dan bernegara. 

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Esai “Hipotesa Terhadap Fenomena Generasi Bangsa” Karya Setyono (FAM Riau) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top