• Info Terkini

    Tuesday, October 30, 2012

    Ulasan Puisi “26 Kata Rindu” Karya Puspa Fortuna Zulfa (FAM Tegal)

    Menarik sekali puisi yang satu ini. Judulnya membuat kita penasaran untuk mencoba menghitung kata rindu yang dituangkan dalam bait-baitnya dan ternyata benar, ada 26 kata “rindu“ tertulis di sana. Maka keseluruhan puisi ini didominasi oleh kata rindu itu. Rindu yang diinginkan oleh penyairnya, rindu di atas segala rindu.

    Sudah banyak puisi yang bertema seperti ini, namun puisi-puisi bertema rindu ini tetap saja indah dan berbeda pula satu sama lainnya. Penyebab terjadinya perbedaan itu karena latar belakang serta pengalaman spritual masing-masing penyair dalam mendefenisikan kata rindu itu.

    Cinta. Ya, cintalah yang membuat orang menjadi perindu. Cinta yang senantiasa menghiasi kehidupan. Berangkat dari cinta pulalah manusia bisa belajar menyayangi dan memiliki rasa rindu terhadap yang dicintainya itu.

    Menurut Emha Ainun Najib (seniman, penyair), untuk menghadirkan suatu karya, seorang penulis mesti meyakinkan diri sendiri bahwa salah satu penikmatnya adalah diri sendiri dan sekaligus menjadi orang kebanyakan. Artinya dia mesti rela menjadi siapa saja. Di sinilah kita menemukan sedikit kesukaran ketika mencoba memahami puisi bertema rindu seperti ini. Sebagaimana dinyatakan di atas, sejatinya pengalaman tiap orang berbeda-beda. Cita rasanya berbeda-beda, tergantung kepada sampai di mana sisi kerinduan ini hadir dalam rohaninya. Terutama untuk menjembatani hubungannya dengan Allah. Dalam suatu ukuran abstrak sangat sulit kita menjelaskan tentang level kita dengan level orang lain. Karena itu marilah kita mengkonversi dari abstrak menjadi absolut, sebagaimana dinyatakan oleh Emha Ainun Najib di atas.

    Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ditemukan arti kata “rindu”, yaitu “sangat ingin dan berharap terhadap sesuatu”. Melalui puisi ini, penulis mencoba mengutarakan kepada kita bagaimana efek kerinduan itu sudah menyatu dalam detak kehidupannya, ditiap jengkal langkahnya. Tepat sekali bila puisi tersebut kemudian ditulis dengan kalimat: “Aku ingin..., seakan-akan menunjukkan kedalaman pemahaman penulis tentang apa yang sedang dirasakan dan ditulisnya. Kemudian, ditemukan sebuah seni pula di sini, seni berkomunikasi yang menunjukkan penegasan pada kata atau kalimat tertentu untuk bisa dipahami oleh audien atau pembacanya. Kita menemukan pola repetisi yang indah dalam puisi ini untuk menegaskan 26 “Kata Rindu” itu. Untuk itu patut diberikan apresiasi.

    Sekarang mari kita lihat penulisannya berdasarkan EYD. Ditemukan sedikit kesalahan penulisan dalam kalimat Memuja asma-Nya selalu “ku rindu“, seharusnya ditulis “kurindu”. Secara keseluruhan puisi 26 Kata Rindu ini sudah menurut pedoman EYD yang benar. Tadinya FAM mengira kalimat:

    “Bukan hanya aku yang dirindunya

    “Mukmin perindunya juga”

    Kata “dirindunya“ dan “perindunya“ itu berkonotasi kepada Tuhan, ternyata setelah dibaca sekali lagi, dapat kita pahami “nya“ di sini adalah kata ganti dari kata “surga” pada kalimat sebelum dan sesudahnya.

    Sekali lagi, puisi ini layak mendapatkan apresiasi. Seperti inilah seharusnya puisi itu ditulis. Terakhir, sebagai renungan kita tutup ulasan ini dengan sebuah ayat dari Alquranul karim tentang ubun-ubun manusia di mana di situlah tempat segala rindu yang tertuang dalam puisi ini bermukim:

    “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubun (nashiyah)-nya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka”. (Quran Surat Al-Alaq ayat 15-16).

    Demikian dan salam santun.

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.blogspot.com

    [BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    26 Kata Rindu
    Karya Puspa Fortuna Zulfa

    IDFAM1002M, Tegal

    Jikapun rindu mengerang
    Bermimpi yang dirindu
    Rindu sebenarnya tak berujung
    Kini kurindu
    Merindu merdu syahdu
    Merindu terngiang ditelinga
    Merindu salam rindu
    Rindu-rinduku
    Saat malam menyaksikan rinduku
    Saat tangis wujud rinduku
    Rindu dari segala rindu
    Berpuasa rindupun takkan mampu
    Karena rinduku menggebu
    Menerjang segala rindu yang pernah ada
    Memuja asma-Nya selalu ku rindu
    Aku ingin dirindu
    Rindu-Nya dengar keluhku
    Rindu-rindu dari surga-Nya yang merinduiku
    Bukan hanya aku yang dirindunya
    Mukmin perindunya juga
    Rindu-rindu berbuah surga
    Aku ingin....

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “26 Kata Rindu” Karya Puspa Fortuna Zulfa (FAM Tegal) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top