• Info Terkini

    Monday, November 12, 2012

    Alhamdulillah, Senang Sekali Cerpen Perdanaku Lolos Seleksi Antologi

    Kepada: FAM Indonesia

    Ba'da tahmid wa taslim, kukirimkan salam terindah untukmu

    Assalamu'alaikum Wr.Wb,

    FAM, saat memutuskan untuk menulis surat ini untukmu, aku sedang tersenyum-senyum sendiri. Mengingat saat pertama aku mengenalmu, kamu memang spesial. Tak heran jika mulai banyak yang antriin kamu, menulis surat cintanya untukmu, dan mengungkapkan hal indah tentangmu. Sedang aku, hanya bisa terdiam memendam rasaku padamu. Tapi kali ini kupaksakan diriku untuk menuliskannya untukmu.

    Kau tahu FAM, ini adalah surat keempat yang pernah aku tulis dalam sejarah hidupku. Pertama, kutuliskan untuk Ayahku saat aku masih SD. Itupun ibuku yang mendiktekan kalimatnya, dan aku tinggal menuliskannya saja. Kedua, untuk sahabatku saat aku pertama masuk pesantren. Dan ketiga, saat aku mengikuti event lomba menulis surat yang kau adakan. Dan inilah surat keempatku yang juga kutulis untukmu.

    FAM, menulis bukanlah hal mudah bagiku. Saat aku baca posting dari teman-teman FAM, aku hanya bisa tersenyum. Bukan apa-apa, aku hanya menertawakan diriku sendiri. Di komunitas ini banyak yang mengungkapkan kecintaan mereka pada dunia kepenulisan sudah ada sejak lama. Sejak SMP, bahkan ada juga yang sejak SD. Sedang aku...?

    Ah... Aku jadi malu sendiri FAM. Tapi untunglah, kamu sangat pengertian dan baik hati. Saat pertama isi formulirmu, aku sempat bingung karena tak punya karya. Atau tepatnya aku belum punya karya dan masih mau mulai berkarya. Dan itu akan kumulai bersamamu. Terima kasih telah mau menerimaku, dengan segala kekuranganku.

    FAM, ada satu kisah menarik yang aku alami saat pertama ikut event cerpenmu. Waktu itu kau umumkan untuk membukukan 25 cerpen terbaik yang lolos seleksi. Aku ingin ikut event itu, tapi rasa pesimis menghantuiku. Mana mungkin aku bisa lolos, sedang update peserta yang kau umumkan semakin menipiskan harapanku. Bangku kosong kian berkurang, kuota yang disediakan semakin menipis dan akhirnya habis. Hingga tanpa sengaja aku membaca posting dari seseorang. Ia menuliskan cerpennya pernah gagal 89 kali. Tapi ia tetap berusaha, dan akhirnya bisa berhasil. Disaat yang sama, kau buka kesempatan untuk antologi kedua. Dari situ kuputuskan untuk ikut event yang kau adakan. Dalam hatiku berkata, "Jika ia harus merasakan kegagalan sebanyak 89 kali untuk mencapai keberhasilan pertamanya, maka aku masih punya banyak kegagalan yang harus aku cicipi juga. Al-ajru biqadri ta'bi."

    Dengan mengucap Bismillah, mulai kutuliskan cerpenku kata demi kata dan kukirimkan untukmu. Alhamdulillah, cerpen perdanaku lolos dalam antologi kedua. Kau tahu apa yang aku rasakan, sesuatu yang tak bisa aku ungkapkan melalui kata-kata. Aku sangat, sangat, sangat senang sekali FAM. Dari sini aku baru merasakan, bahwa ternyata menulis itu asyik dan menyenangkan.

    Makasih FAM... Jazakumullah, Uhibuukum daiman abadan muyasaron... :)

    Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

    Andalusiana Cordoba
    FAM Trenggalek
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Alhamdulillah, Senang Sekali Cerpen Perdanaku Lolos Seleksi Antologi Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top