• Info Terkini

    Friday, November 16, 2012

    Belajar Menulis Lewat Diary

    Pasuruan, 15 November 2012

    Kepada
    Sahabatku, FAM INDONESIA
    Di lubuk hati para penulis muda

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Salam manis untuk sahabat termanisku FAM Indonesia. Alhamdulillah, senang rasanya bisa menulis surat setelah beberapa hari yang lalu ingin berkirim surat kepadamu FAM. Tapi tahulah, tugas-tugas sekolah mengalir deras tanpa henti apalagi sekarang aku sudah kelas XII. Di sela-sela kegiatan itu semua, aku sempatkan waktuku untuk bersamamu lewat surat ini.

    FAM yang kusayang…

    Aku memang tak seperti sahabat-sahabat lain yang dengan mudahnya menuangkan kata-kata yang indah untukmu. Aku hanyalah seorang remaja yang ingin mengukir sejarah-sejarah indah dengan tulisan yang bermakna dalam hidupku. Tak banyak prestasi yang kuperoleh dalam dunia tulis-menulis. Bahkan tak satu pun prestasi yang kini kugenggam. Namun aku yakin, suatu saat nanti apa yang aku dambakan sebagai seorang penulis yang inspiratif bisa tercapai, amin.

    Aku senang bisa berjumpa denganmu walau itu hanya di dunia maya. Apalagi bersahabat denganmu, sungguh indah rasanya. Yang lebih indah itu, saat engkau memberikan tetesan-tetesan semangat kepada seseorang yang haus akan ilmu ini (ah, beruntungnya diriku ini). Tak mau lama-lama, aku hanya ingin bercerita kepadamu tentang ketertarikanku sebagai seorang penulis.

    Kuingat dulu, saat aku pertama memegang buku dan bolpoin yang kujadikan tempat curhat. Aku mencoba merangkai kata-kata yang tak begitu indah namun bermakna bagiku. Kata-kata yang akan mengukir sejarah hidupku. Rangkaian huruf yang membuatku tersenyum saat aku mengingat peristiwa yang pernah kutuliskan dalam lembaran-lembaran buku itu. Yeah, buku harian yang selalu menemani malamku saat akan terlelap dalam mimpi indahku. Buku yang selalu kujaga dan kusimpan bersama buku-buku inspirasiku. Dengan harapan buku itu juga bisa menginspirasi banyak orang saat ku tuliskan cerita-cerita indah dari perjalanan hidupku itu.

    Tahukah kamu FAM, terkadang aku tak puas hanya menuliskan kisah nyata dalam bukuku itu. Dulu saat masih SMP, aku mencoba untuk membuat cerita fiksi. Namun tak mudah bagiku menuliskannya. Jiwaku ini lebih senang curhat bersama buku diary dari pada menuliskan cerita fiksi dari kisahku. Hingga kuputuskan untuk terus menuliskan cerita-cerita diriku saja dibandingkan menulis fiksi.

    FAM, ternyata aku salah. Setelah sekian tahun aku berhenti menulis fiksi. Saat SMA, baru rasa rindu ini berkecamuk dalam hati. Aku ingin belajar menulis fiksi. Tak jarang aku mencari-cari rumah yang cocok untuk menampung keinginanku ini. Nah, saat itulah aku menemukan sepucuk cinta yang mulai terajut dalam hati. Sebuah wadah yang kuimpikan kini ada di depan mata. Tanpa basa-basi kuputuskan untuk menjadi bagian dalam keluarga itu. Tapi, karena suatu hal aku harus menanti selama hampir satu bulan untuk bisa resmi menjadi sahabatmu FAM.

    Rasa bangga dan bahagia tak dapat dilukiskan saat aku menerima ID yang kubaca di sekolah. Hingga teman-temanku merasa heran dengan tingkahku yang tak biasa hingga jingkrak-jingkrak di dalam kelas. Hahay, rasanya semua dalam mimpi. Salah satu impian yang pernah kutuliskan saat acara ESQ di sekolah, kini akan segera terwujud. Impian yang pernah ditertawakan teman-teman satu sekolah.

    FAM yang selalu kurindu…

    Aku selalu rindu akan percikan ilmu yang engkau berikan pada sahabat-sahabatmu ini. Bahkan aku selalu merindu saat aku kehabisan pulsa untuk mampir ke rumahmu. Aku juga tak bisa menahan kerinduan ini saat berhari-hari tak berjumpa denganmu karena banyaknya kewajiban yang harus segera aku tunaikan. Seperti itulah kerinduanku kepadamu FAM. Membaca postingan-postingan manfaat dari sahabat yang lain, semakin memotivasiku untuk bisa menggapai impianku. Terima kasih FAM atas tuntunanmu yang begitu bermakna untukmu. Atas kelembutan hatimu yang mau menerimaku sebagai sahabatmu. Atas tutur indahmu yang menumbuhkan semangat menulisku yang pernah lenyap. Terima kasih atas segalanya. Semoga engkau semakin berjaya dan menginspirasi banyak orang. Semoga apa yang telah engkau berikan mendapat berkah dari Allah. Amiiinnn

    Salam santun, salam semangat
    Sahabatmu
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    Suffi Azizi
    Anggota FAM Pasuruan, ID1054M
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Belajar Menulis Lewat Diary Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top