• Info Terkini

    Friday, November 23, 2012

    ‘Berjumpa Pula’, Puisi Cinta Buya Hamka

    Pernahkah Anda membaca puisi cinta yang ditulis Buya Hamka? FAM membaca sebuah buku berjudul “Kenang-Kenangan Hidup” karangan Buya Hamka yang terbit tahun 1951. Di dalam buku itu Buya Hamka yang dikenal sebagai ulama dan pengarang roman-roman dengan gaya bahasa yang santun, menggugah dan sarat pesan-pesan Ilahiah itu menulis beberapa puisi. Salah satu puisi itu berjudul “Berjumpa Pula”. Berikut puisinya:

    BERJUMPA PULA

    Oh kau kiranya, bertemu pula
    Setelah 15 tahun kita berpisah
    Janganlah gugup. Sudahkah sembuh luka hatimu?
    Di aku sudah! Tapi payah aku melipur jejaknya
    Parutnya masih berkesan di dadaku

    15 tahun, bertemu pula
    Setelah kita lalui jalan hidup masing-masing
    Maafkan daku. Bersiapakah aku mestinya
    Adinda, kekasih, juwita yang pernah kuucapkan di mukamu dulu
    Atau dalam surat-surat yang pernah kukirimkan
    Tidak ‘kan kuucapkan lagi
    Aku takut,
    Obat lekat pantang terlampau
    Kembali penyakit lama
    --Ah, tidak; Aku mulai tua

    15 tahun
    Sudah berapakah anakmu
    Adakah suamimu sehat saja
    Beruntung dalam rumah tangga
    --Tak usah gugup!

    15 tahun
    Melihat kau sekarang, kuteringat kau yang dulu
    Kau yang ada dalam kenanganku
    Kau yang tergambar dalam hatiku
    Aku teringat
    Mudaku dan mudamu
    Semasa kita masih menyangka, alam boleh sekehendak kita
    Padahal: Takdir tak mengizinkan kita bertemu
    Hidup kita tak dapat dipadu menjadi satu
    Kau mengambil jalanmu sendiri – terpaksa atau tidak
    Dan aku pun
    Mengambil jalanku pula

    15 tahun
    Aku telah berjalan, dan berjalan jua
    Tapi dalam sudut hatiku, kau telah menjadi pelita yang hidup
    Kaulah pelitaku
    Tanglongku
    Dalam kegelapan malam yang senyap sunyi
    Sehingga aku menjadi aku
    Walaupun kau tak merasa. Barangkali

    15 tahun
    Tertawa aku, tertangis aku
    Tersenyum tersedu
    Mendaki ku menurun
    Melereng ku mendatar
    Pernah kunaik, pernah kujatuh
    Jatuh dan bangkit lagi, lalu berjalan jua
    Sahaja mati yang belum kurasai
    Sehingga aku menjadi aku
    Dan perjumpaan kita, 15 tahun yang telah lalu
    Adalah pendorong perjuangan hidupku

    Hari ini
    Setelah 15 tahun
    Kita pun berjumpa pula
    Aku dengan engkau
    Kau yang sekarang
    Maka teringatlah aku. Kau yang dulu
    Kalau bukan lantaran kau yang dulu
    Tentulah air mataku tidak kan titik ke bumi
    Garam hidupku yang kulalui
    Air mata itulah yang kususun kembali
    Sesudah dia jatuh berderai bagai manik putus pengarang
    Kujadikan gubahan buat kau. Kau yang dulu
    Sehinggaku menjadi Aku

    15 tahun…
    Alangkah cepatnya putaran zaman
    Wahai orang yang sekian lama terlukis di sudut hatiku
    Jangan engkau salah terima, wahai kau yang sekarang
    Sekiranya aku melihat tenang. Merenung wajahmu
    Izinkanlah sejenak, aku mencari, mencari
    Aku ini kehilangan
    Dia. Dia akan kucari dalam ruang matamu
    Kau yang dulu

    Berjalan lurus, dan teruslah
    Pikullah kewajiban yang telah ditentukan Tuhan
    Buat kau. Dan aku pun
    Meneruskan jalanku pula
    Berjalan dan berjalan jua
    Mendatar, melereng, mendaki dan menurun
    Kau lihat. Rambut putih telah mulai berjuntai di ubun-ubunku
    Kau lihat. Tiga garis telah mulai ada di keningku
    Alamat, sengitnya perjuangan yang telah kutempuh dulu dan kuhadapi lagi
    Marilah sama-sama, meneruskan perjalanan
    Melaksanakan hayat
    Jauh… dan jauh lagi

    Hanya sebuah harapanku tinggal
    Semoga usia sama panjang
    Dapat berjumpa pula 15 tahun yang akan datang
    Mau atau tidak mau
    Kau… dan aku….

    (Buya Hamka, buku ‘Kenang-kenangan Hidup’, 1951)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: ‘Berjumpa Pula’, Puisi Cinta Buya Hamka Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top