• Info Terkini

    Tuesday, November 20, 2012

    Bersua Berkah Bersama FAM Indonesia

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Hai FAM. Apa kabar, berkatmu aku temukan suatu kelebihan di dalam diriku. Bagaimana tidak, hari-hari yang kulewati sampai saat ini menurutku menyenangkan dengan sebagian waktuku yang aku luangkan untuk membantu orangtua berkebun. Memang menurut teman-temanku itu adalah kegiatan yang membosankan dan memalukan. Tapi aku tidak seperti mereka FAM…

    Saat aku dengar bahwa ada Forum Aktif Menulis (FAM) aku mulai tertarik denganmu. Kenapa, karena di forum inilah aku pertama kalinya menuangkan inspirasiku ke dalam selembar kertas dengan tinta hitam yang aku kirimkan lewat karangan suratku ini.

    Bolehkah saya mulai bercerita FAM? Aku adalah seorang yang gemar berolahraga, setiap hari aku jalani waktuku yang tak terlepas dari kegiatan yang menyangkut dengan olahraga. Salah satu olahraga yang aku gemari adalah bermain volley ball, karena menurutku permainan itu mengandalkan kecepatan, konsentrasi, dan daya tahan serta kerjasama antara satu tim.

    Tapi sejak sekarang aku sudah jarang untuk bermain volley FAM, malah aku tidak pernah lagi melihat dan merasakan bagaimana senangnya bermain volley seperti dulu lagi. Kehidupanku berubah 180 derjat FAM. Bagaimana tidak FAM, aku sekarang harus lebih fokus dalam belajar dan menuntut ilmu karena sesungguhya anak yang berbakti kepada kedua orangtua adalah anak yang membahagiakan dan merawat mereka dengan penuh kasih dan sayang. Jadi hari-hariku sekarang ini lebih disibukkan dengan serentetan tugas-tugas, angka dan nomor yang sudah tidak asing lagi bagiku.

    Tetapi seberapa kuatnya manusia? Sekuat-kuatnya manusia dia tidak akan mampu menjalani hidupnya dengan kegiatan seperti itu terus sepanjang hidupnya FAM, begitu juga dengan aku yang hidup di sebuah kosan kacil di pinggir dengan sebatang pohon di depan kamarku yang melambaikan dahan kecilnya yang bermaksud menghiburku dalam keadaanku yang saat ini, tanpa teman ngobrol, jauh dari keluarga, dan kepada sang khalik aku mengadukan semuanya. Mulai kutuangkan tetes tinta hitamku di secarik kertas dan menuliskan kalimat, “dengan kerja keras kubanggakan orangtua dan semua kurasakan kesendirian yang mendalam bagai kerang mutiara yang tenggelam jauh di bawah laut dan menyimpan sebuah hal yang sangat berharga bagi orang lain, karena inilah pengalaman pertamaku jauh dari orangtua dan teman bermain sewaktu aku kecil dulu.

    Dan apakah aku akan terus berdiam diri dan memendam perasaan bahwa aku sangat ingin sekali bisa berkumpul dengan keluarga yang selalu ada untuk aku, dan apa yang harus aku lakukan FAM?

    Akhirnya aku menemukan sebuah berkah dari kejadian itu semua, yaitu engkau FAM. Teman berbagi dan wadah untuk aku bisa mencurahkan semua perasaanku selama ini yang sudah tersimpan dan tanpa ada usikan dari orang lain. Kucoba mendalami akan berkah itu, dan siapa tahu atas itu semua kucoba karang kata-kata indah bagai wangi semerbak bunga yang melintas di sela-sela kalimat yang kuciptakan untukmu, karena tiada guna air yang bersih tanpa ada wadah yang menaungi air tersebut.

    Kuharap kau akan selalu menjadi angin wangi semerbak FAM, untuk teman-teman lain diluar sana, dan kuharap engkau juga akan selalu menjadi wadah untuk berbagai tetesan air yang bersih yang membutuhkan agar air itu merasa bahwa sesungguhnya aku bermanfaat.

    Rahmono/Pengejar Impian
    Yogyakarta

    Share ke:
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Bersua Berkah Bersama FAM Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top