• Info Terkini

    Sunday, November 4, 2012

    Dia Tak Bisa Dilihat dan Dipegang, Tetapi Bisa Dirasakan di Dalam Hati

    Ada sebuah kisah percintaan yang menarik, sepasang suami istri berjalan di tepi danau yang indah. Kemudian sang istri bertanya kepada suaminya:

    “Mengapa abang menyukaiku? Mengapa abang cinta kepadaku?”

    Sang suami pun menjawab: “Abang tidak bisa menerangkan alasannya, namun begitu abang memang sangat menyayangi dan mencintai kamu, sayang…”

    “Abang tidak bisa terangkan alasannya? Bagaimana abang bisa berkata sayang dan cinta kepadaku, sedangkan abang sendiri tidak bisa menerangkannya?” desak istrinya dengan wajah cemberut.

    “Betul, abang tak tahu alasannya, tetapi abang bisa buktikan bahwa abang memang sangat sayang dan cinta kepadamu,” jawab suaminya lagi.

    “Tak bisa membuktikan? Tidak! Hendaknya abang terangkan kepadaku alasannya. Teman temanku yang lain yang mempunyai suami, semuanya tahu sebab dan alasannya mengapa suami mereka sayang kepada mereka. Mereka bisa menerangkan mengapa mereka mencintai istri  mereka! Mereka bisa membuat puisi, syair, dan surat-surat yang indah. Namun, abang tak bisa terangkan alasannya?”

    Sang suami menarik napas panjang lalu dia berkata: “Baiklah. Abang mencintai kamu karena kamu cantik, mempunyai suara merdu, penyayang, dan selalu ada dalam ingatan abang. Abang juga suka akan senyummu, dan kemanapun kita melangkah, abang tetap sayang kepadamu…”

    Mendengar jawaban itu, sang istri pun tersenyum dengan puas atas penjelasan suaminya tadi. Namun beberapa lama berselang, suatu hari sang istri mengalami nasib yang malang, ia menderita suatu penyakit yang sangat parah.

    Suaminya sangat bersedih hati menerima kenyataan itu, lalu ia menulis sepucuk surat kepada istrinya yang sangat dia sayangi dan dia cintai.

    Begini isi suratanya:

    Sayang… Jika disebabkan suaramu yang merdu aku mencintaimu, sekarang bisakah kau bersuara? Tidak? Oleh karena itu aku tak bisa mencintaimu lagi.

    Jika disebabkan kasih sayang dan ingatanmu aku mencintaimu, sekarang bisakah engkau menunjukkan kasih sayang dan ingatan itu? Tidak? Oleh karena itu aku tak bisa mencintaimu lagi.

    Jika disebabkan senyumanmu aku mencintaimu, sekarang bisakah engkau tersenyum? Tidak, kan? Oleh karena itu aku tak bisa lagi mencintaimu.

    Sekarang, bisakah engkau melangkah menyambutku disaat aku pulang mencari nafkah? Tidak? Oleh karena itu aku tak lagi mencintaimu.

    Oh, sayangku. Jika cinta itu memerlukan sebab dan alasan, seperti sekarang, aku tidak mempunyai alasan untuk mencintaimu lagi. Adakah cinta memerlukan alasan?

    Tidak! Aku masih mencintaimu setulus hatiku, seperti dulu, sekarang, dan selamanya. Sekali lagi, cinta tidak perlu ada alasannya….

    Demikianlah isi surat itu. Sang istri pun terharu membacanya, sungguh bersyukur dan beruntung ia mempunyai suami seperti itu.

    Cerita di atas sebuah analogi, bahwa tidak semuanya bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ia bisa datang dan pergi begitu saja. Dan, “Qaddarallahu wa ma syaa’a fa’al”, Allah telah menakdirkan sesuatu dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi…” Wallahu a’lam.

    Sumber: http://elfaruq.wordpress.com (tulisan sedikit diolah oleh admin FAM Indonesia)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Dia Tak Bisa Dilihat dan Dipegang, Tetapi Bisa Dirasakan di Dalam Hati Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top