• Info Terkini

    Sunday, November 18, 2012

    Ingin Menjadi Manusia yang Tidak Hanya Pandai Mengaji Tapi Juga Dapat Memuji Allah Lewat Sastra

    Pekanbaru 18 November 2012

    Teruntuk Sahabat Baruku FAM Indonesia
    yang baik hati
    di bawah pohon yang rimbun

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

    Teriring salam dan doa semoga sahabat baruku FAM senantiasa dapat menghilangkan dahaga bagi para pencari ilmu, dapat mendatangkan oase di tengah gurun yang menyiksa, mampu menghadirkan kesejukan di bawah pohon dan semilir angin yang membelai dengan kehangatan dan keteduhannya, aamiin.

    Izinkan aku memperkenalkan diri, namaku Syafruddin, 24 tahun. Semoga surat ini dapat menjadi awal kebangkitanku dalam menulis, setelah lama dunia ini kutinggalkan karena alasan yang aku benarkan sendiri.

    FAM yang baik hati, melalui surat ini aku ingin bercerita tentang perjalanan kepenulisanku selama ini, yang belum dapat menorehkan sejarah yang berarti, tapi aku yakin suatu hari nanti, hal itu akan terjadi. Aku mulai tertarik pada puisi semenjak masih duduk di Taman Kanak-kanak. Hal ini menjadikanku sebagai anak yang senang mendeklamasikan puisi di atas panggung, seiring berjalannya waktu aku suka membuat coretan-coretan kecil yang kukira itu merupakan puisi-puisi sederhana.

    Semenjak duduk di bangku MTs aku sudah mulai ingin bergabung dengan sekolah menulis entah apa itu namanya, namun sekolah itu tidak ada di daerahku, karena ketika itu aku tinggal di pelosok desa yang jauh dari keramaian dan juga belum mengenal internet. Kegemaran menulis, hanya dapat kusalurkan dengan menulis di buku tulis yang biasanya menjadi konsumsi teman-teman di sekolahku, beberapa di antara mereka menyukai tulisanku. Terkadang aku memberanikan diri mengirimkan beberapa tulisan itu ke majalah ataupun koran lokal, dengan tulisan tangan karena aku tidak punya komputer serta harus menempuh perjalaan lebih dari 30 Km untuk mengantarkannya ke kantor pos, namun tak satu pun dari tulisan itu yang terbit, mungkin karena memang belum layak untuk terbit, atau mungkin karena tidak dikirim melalui email.

    Tahun 2007 aku kuliah di Pekanbaru, dan bertemu dengan salah satu organisasi menulis yang cukup terkenal menurutku yaitu FLP, aku sangat senang karena merasa impianku selama ini akan terwujud, namun karena kebutuhan ekonomi yang mendesak yang mengharuskanku untuk bekerja sambil kuliah mengakibatkan keinginan itu kembali kukubur dalam-dalam. Namun di sela-sela kesibukanku yang harus membantu ibu pukul 5 pagi berjualan di pasar, kuliah pukul 8 pagi hingga menjelang sore, dan dilanjutkan bekerja di sore hari hingga malam, aku tetap menuliskan ide-ide yang tiba-tiba muncul di kepalaku. Terkadang aku juga menyempatkan diri mengikuti lomba menulis puisi atupun cerpen di kampus ataupun di media lokal. Namun tak satu pun prestasi yang kuukir, mungkin karena belum ada orang yang dapat memberikan masukan atas tulisanku ketika itu.

    Sahabatku FAM yang baik hatinya, pada akhir 2010 salah satu puisiku akhirnya bisa masuk nominasi puisi terbaik pada salah satu perlombaan menulis puisi, yang diadakan oleh koran lokal ketika itu, walaupun tidak mengantongi juara, hal itu membuatku sangat bahagia,dan membuat semangat menulisku kembali tumbuh, dan menghilangkan sedikit rasa minderku atas tulisan-tulisanku.

    Dengan keterbatasan yang aku miliki aku susun rencana untuk dapat bergabung dengan salah satu sekolah menulis yang ada, dan kukuatkan azam itu untuk dapat meraihnya, hingga aku mendaftarkan diri di angkatan ke-7 FLP di kotaku pada 2011 yang lalu. Di tempat itu aku mulai berkenalan dengan sastra dan banyak teman-teman yang sangat terbuka, namun hal itu tak berjalan lama, kemampuanku yang tidak pandai dalam manajemen waktu melemahkan semangatku, skripsiku yang sedang terbengkalai yang harus kukejar di akhir semester 7, tugas-tugas dari sekolah tempat aku mengajar, anak-anak private yang harus kuajari di malam hari, himpitan ekonomi keluarga, dan ditambah dengan rintang dan ujian yang diberikan di sekolah menulis, semua itu memberikan seribu satu alasan bagiku untuk tidak lagi menulis bersama teman-teman yang sudah aku kenal lebih dari tiga bulan. Aku mulai menjauh dari mereka, dan merasa menjadi Hamka bukanlah bagian dari cita-citaku lagi.

    Sahabat-sahabat FAM di seluruh dunia, hari ini ada kekosongan di relung hatiku. Sebuah ruangan   kosong yang dulu pernah berpenghuni, aku sangat menyesal atas keputusanku ketika itu, aku malu pada teman-teman yang senantiasa menyemangatiku, aku malu pada Kak Helmi yang senantiasa menyemangatiku, aku ingin menyampaikan permohonan maaf dan penyesalanku, namun aku tak tahu harus mencari mereka kemana. Tempat kami biasa berdiskusi kini telah tiada, bangunan yang bersejarah bagiku itu kini telah dirubuhkan, dan akan digantikan dengan pusat hiburan yang megah. Jika aku melewati jalan itu teringat aku akan Galeri Ibrahim Sattah yang memberikanku lautan ilmu. Kini yang kudengar hanyalah suara mesin-mesin besar yang menancapkan pasak-pasak bumi di puing-puing Ibrahim Sattah.

    Sahabatku FAM yang baik hati, di tengah kesibukanku sekarang ini, aku ingin kembali melanjutkan mimpi yang pernah kuukir, menjadi seorang Hamka yang tidak hanya pandai mengaji tapi juga dapat memuji Allah lewat sastra, yang hidup hingga kini, mungkin aku perlu sekolah yang dapat datang kapan saja, yang tidak terikat waktu dan tempat, semoga FAM bisa membantuku dan menyambutku sebagai keluarga.

    Buat sahabat-sahabatku Angkatan ke-7 FLP Pekanbaru, teruslah berkarya! Karena aku pun takkan kalah.

    Sekian dulu surat dariku, terima kasih atas kesediaan semua sahabat untuk membacanya, semoga surat ini dapat memberikan manfaat bagi sahabat FAM semua, sehingga tidak mengikuti jejakku yang mencari seribu satu macam alasan untuk mengubur mimpi kita. Tetaplah berkarya untuk sobat FAM! Salam Aishiteru.

    Syafruddin
    Pekanbaru - Riau
    Guru Pendidikan Matematika

    Share ke:
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ingin Menjadi Manusia yang Tidak Hanya Pandai Mengaji Tapi Juga Dapat Memuji Allah Lewat Sastra Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top