Skip to main content

Kepengurusan FAM Indonesia Cabang Surabaya Terbentuk

Satria Nova, Terpilih Sebagai Ketua FAM Surabaya

Alhamdulillah, dengan rahmat dan ridha Allah SWT, dengan semangat 10 November, sebagaimana terpancar dari raut wajah mereka dan tetap bercorak khas warna-warni sebagai lambang jiwa muda yang mencerahkan, serta mengabaikan kendala jarak, waktu, dan cuaca yang konon mencapai temperatur 30 derajat celcius, serta kondisi yang tidak 100 persen fit, Kopdar Seri 3 Forum Aktif Menulis (FAM) Cabang Surabaya akhirnya berhasil diselenggarakan Sabtu, 3 November 2012 pukul 13.30 WIB sampai 15.30 WIB, di salah satu resto di Royal Plaza Surabaya.

Dalam suasana persaudaraan yang tulus seperti tulusnya air saat membagi setiap tetes kemaslahatan, Kopdar Seri 3 FAM Indonesia Cabang Surabaya yang dihadiri Satria Nova, Putri Anggraeni, Yudha Prima, Ken Hanggara, Mifta Jannah, dan Julz Rochmawati ini mengambil keputusan penting, yaitu:

1. Menetapkan Struktur Pengurus FAM Indonesia Cabang Surabaya sebagai berikut:

Ketua: Satria Nova
Wakil Ketua/Sekretaris: Putri Anggraeni
Humas: Yudha Prima

2. Menyusun Rencana Pelantikan Pengurus FAM Cabang Surabaya

Bersamaan pada acara pelantikan ini akan diselenggarakan Workshop Kepenulisan sebagai gebrakan pertama FAM Cabang Surabaya. Workshop insya Allah akan bekerjasama dengan Unesa pada bulan Januari 2013.

Pengurus Pusat FAM Indonesia sangat menyambut baik inisiatif pembentukan FAM Cabang Surabaya ini. Dengan demikian, setelah Sumatera Barat, Surabaya adalah cabang FAM kedua yang terbentuk kepengurusannya di Indonesia.

Sementara sejumlah daerah lainnya yang sedang merencanakan pembentukan kepengurusan FAM Wilayah/Cabang, di antaranya Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Lampung, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Madura, Banjarmasin, Makassar dan Papua. Alhamdulillah, anggota FAM Indonesia yang meluas eksistensinya, termasuk di sejumlah negara, seperti Malaysia, Mesir, Hongkong, Amerika, dan Jerman.

[www.famindonesia.blogspot.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…