• Info Terkini

    Thursday, November 15, 2012

    Lebih Baik Jadi Diri Sendiri

    Oleh Novita Suci*)

    Menulis, bisa jadi sebuah profesi yang dipandang rendah oleh sebagian golongan. Dulu pun saya tak pernah menyangka jika akan menjadi seorang penulis. Tapi bukankah kita memang sudah jadi seorang penulis sejak kita tahu cara menulis? Hmm, mungkin itulah arti "penulis" secara mudah ya.

    Berubah aliran, berubah hidup. Ambisi untuk memperkuat otak kanan ternyata justru menghasilkan migrain menahun. Belajar keras untuk jadi seorang pemikir hebat dan jadi salah satu dari bangsawan ataupun orang berseragam menawan?

    Ahhh, tidak lagi! Saya tutup rapat-rapat ambisi itu.

    ***

    Sejak saya mengenal kepenulisan saya mulai membuka lagi lembaran pertama yang saya tekuni, sebuah tarian pena dalam dunia seni.

    Dulu seorang teman pernah berkata kepada saya, "Menurutku kau itu memiliki jiwa seni."

    Dia berkata dengan yakin saat melihat hasil karya gambar saya dalam ujian kesenian akhir sekolah. Dan sayangnya waktu itu saya hanya mencibir dan berpikir, "Aku tak akan jadi seorang seniman yang memiliki penghasilan tak jelas dan tak tetap!"

    Whuuuw, pikiran yang sangat sombong muncul dari otak rendah diri sendiri.

    ***

    Suatu saat saya merasa jenuh dengan kehidupan saya sendiri. Melakoni satu hal monoton itu ternyata menyakitkan.

    Benarkah?

    Bayangkan harus duduk di depan komputer dan setiap harinya hanya itu-itu saja yang dikerjakan. Surat-surat kerja, laporan, tabel-tabel, baris, dan kolom dengan data dan angka.

    Wow, layar komputer pun lama kelamaan akan bisa jadi berliku-liku bentuknya, tak rata lagi karena kornea mata yang mulai lelah.

    Stres? Stres!

    Benar-benar stress....!

    Sebuah cita-cita yang ternyata membuat saya sendiri menjadi sangat jenuh dan stress.

    Menjadi seorang pembosan dan moody ternyata tak mudah untuk bertahan menjalani satu hal yang sama saja dengan kemarin, kemarin, kemarin, dan kemarin-kemarinnya lagi.

    ***

    Lama kelamaan saya merasakan, mau bagaimanapun ternyata akan lebih nyaman dan menyenangkan jika kita menjalani apa yang sudah menjadi bakat atau keahlian bawaan lahir kita sendiri. Mau berharap jadi apapun jika itu tak sejalan dengan jiwa ternyata efeknya justru sangat melelahkan. Kelihatannya jadi diri sendiri itu memang membuat kita lebih menikmati hidup.

    Saya berpikir tentang sebuah kemungkinan dan menemukan sebuah kesimpulan.

    "Menjadi satu di antara banyak seniman?"

    Mengapa tidak?

    Selama saya bisa berjalan jauh dengan imajinasi. Bisa mengubah apapun dalam pikiran sendiri. Melakoni banyak peran dalam cerita yang ditulis sendiri, dan melalui banyak masalah yang ditentukan dalam sebuah alur cerita di mana kita sendiri yang menentukan alur, jalan, latar, awal mula, konflik, dan endingnya.

    Cukup menyenangkan.

    Bayangkan, kita hanya menjalani satu hidup saja namun masuk dalam berbagai karakter tokoh dalam cerita.

    ***

    Seorang pernah berkata, "Logika membawa kita dari A ke B, dan imajinasi membawa kita kemanapun kita mau."

    Dan kini pun saya meyakini itu, dan saya juga katakan dengan sebuah keyakinan baru, "Imajinasi akan membawaku keliling dunia walau aku terkurung dalam ruang bawah tanah."

    ***

    Hidup ini akan terjadi jika kita berpikir tentangnya dan mempercayainya. Percayalah, kita yang sekarang adalah apa yang pernah kita pikirkan sehari, seminggu, sebulan, setahun, atau berpuluh tahun yang lalu.

    Ya, hidup itu memang membutuhkan sikap optimisme dan sebuah kepercayaan yang benar-benar kita percayai untuk kita wujudkan dalam langkah selanjutnya.

    "Anda ingin tahu bagaimana keadaan Anda di waktu mendatang? Bisa jadi Anda di masa depan adalah apa yang anda pikirkan hari ini."

    *)Penulis adalah anggota FAM Ponorogo, nomor IDFAM895M.


    Share ke:
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Lebih Baik Jadi Diri Sendiri Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top