• Info Terkini

    Thursday, November 22, 2012

    Belajar Menulis Harus Banyak Membaca

    Untuk semua anggota FAM yang baik dan pengertian. Ingin rasanya berbagi bersama, apalagi untuk yang sama-sama sedang berjuang dalam menekuni dunia penulisan ini yang ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Ada banyak sekali halangan dalam menulis. Ketika sebuah ide dalam kepala kita menyeruak, eh kita malah tidak siap menyembutnya. Dan sebaliknya, ketika kita sudah siap dengan berbagai macam kelengkapan tulis menulis, otak kita malah seolah berhenti berproses.

    Lalu, apakah kita tidak berbakat? Jangan menyerah dulu seperti itu. Ada banyak cara untuk membuat otak kita mengeluarkan ide-ide briliannya. Bagai peribahasa, banyak jalan menuju Roma, seperti itulah dunia kepenulisan.

    Ketika ide itu tidak bisa kita muncul dan eksplorasi dengan baik, jalan terbaik adalah mulai membaca. Ingat kembali dalam surat Al-Alaq 1-5 yang mana itu adalah ayat pertama yang diturunkan kepada Rasul, ketika itu Rasulullah diperintahkan untuk membaca, padahal beliau tidak bisa membacanya. Lalu apakah yang seharusnya dibaca? Alam sekitar. Ya itulah yang seharusnya dibaca dan dipahami. Keadaan sekitar yang pasti harus dipahami. Keburukan manusia dan kesesatannya, tidak akan pernah bisa hilang sebelum dirinya membaca keadaanya sendiri. Oleh karena itu, bacalah. Bacalah Alquran agar bisa mengerti keadaanmu. Dari mana asalmu dan ke manakah engkau kembali.

    Itulah alasan terbesar untuk kita membaca. Selain memahami diri kita – bahwa kita justru merasa semakin bodoh ketika selesai membaca – juga untuk memperdalam kondisi keilmuan kita. Jadi, membacalah. Guna mendapatkan kesadaran jati diri dan juga mengurangi kekurangan kita.

    Kiranya benar ada suatu teori yang mengatakan bahwa “Belajar tanpa berpikir tak ada gunanya. Berpikir tanpa belajar sangat berbahaya”. Soekarno (1901-1970), Presiden Pertama RI mengatakan, “Dengan membaca kita akan lebih banyak tahu. Dan dengan mengetahui hasil pemikiran kita tidak ada berbahaya, itulah keunggulan membaca.”

    Jadi, bagi kita-kita yang masih awan dalam dunia kepenulisan, JANGANLAH MENYERAH! Mari bangkit dengan membaca... “Seorang pemenang adalah orang yang tidak mementingkan seberapa banyak dirinya terjatuh, melainkan seberapa bisa dirinya bangkit dari kejatuhan itu.”

    Tetap semangat sobat-sobat FAM. Jangan pernah takut akan tantangan.  Menulislah dalam setiap keadaan dan jangan pernah merasa gagal. Karena gagal adalah jembatan kita untuk keberhasilan yang kita impikan.

    Salam pena, salam literasi.

    Bayu Rizky P (Dunar Rizky)

    FAM897M
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Belajar Menulis Harus Banyak Membaca Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top