• Info Terkini

    Thursday, November 22, 2012

    Ingin Menulis Buku Tentang Kehidupan Masyarakat Terpencil

    Kepada
    Ydh. FAM Indonesia
    di
    Tempat

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Alhamduliah, akhirnya saya dapat menulis surat buat keluargaku FAM Indonesia, walau banyak halangan dan rintangan menyambut hari-hariku. Senang hati ini bisa bergabung di grup FAM. Salam hangat dan manisku buat Bunda Aliya yang tak pernah lelah untuk membimbing kami semua.

    Sahabat FAM yang aku cintai, apa kabarnya kalian hari ini? Semoga kalian dalam keadaan sehat wahai sahabatku. Kalian adalah keluargaku yang aku sayangi. Tanpa sahabat hidup ini hampa, "Bagai lauk tanpa garam". Kata hati yang tak pernah menyerah untuk tetap semangat. Semangat dalam hatiku untuk menulis adalah ayah. Aku tak tahu apa itu hidup karena yang aku tahu adalah menulis. Menulis mampu membuat diri kita tenang. Menulis mampu membawa mimpi menjadi nyata. Menulis mampu mengontrol emosi yang ada dalam pikiran kita. Setiap waktu kutulis sebuah kehidupan yang aku jalani dalam kehidupan sehari-hariku. Jari ini terus bergoyang di atas kertas putih tanpa noda. Hanya coretan penuh arti yang mengartikan kehidupanku.

    Kutulis rasa hatiku yang tak pernah aku ungkapkan pada waktu yang selalu menemani kehidupanku. Untuk pertama kalinya aku berada di lingkungan ini. Hatiku bergetar karena masih ada sekelompok manusia yang mempedulikan kami yang tak mengerti tata bahasa yang baik. Tapi berkat Bunda Aliya dan teman-teman Bunda kini aku bisa mengerti kehidupan menulis. Aku sangat menyukai menulis sejak SD. Semenjak itu aku terus menulis di dalam buku diaryku. Kutulis kehidupanku dari hal kecil menuju hal yang lebih besar.

    Malam telah membuat hatiku terus belajar akan dunia menulis. Yang aku rasakan pada waktu itu adalah semangat yang tak pernah padam dan menekuni apa yang telah ada. Tulisan ini adalah ungkapan kehidupan.

    Sahabatku yang aku cintai. Siang telah berganti malam. Ayahku telah tidur di atas kursi yang terbuat dari kayu dan ibu sedang memasak nasi untuk kami makan bersama. Keluarga kami adalah keluarga sederhana. Ibuku seorang petani dan ayahku seorang petani. Yang aku ketahui mereka tidak begitu mengetahui kehidupan modern. Hingga pada akhirnya aku terjun ke dunia tulis menulis. Sekarang aku berada di Bandung. Aku bekerja dan terus bekerja. Pada saat itu yang aku pikirkan adalah aku ingin menulis sebuah buku yang menceritakan tentang kehidupan masyarakat terpencil dalam mengikuti zaman modern. Ada sebagian yang kaya akan ilmu tapi tak bisa memanfaatkannya sesuai dengan tempatnya.

    Ibunda Aliya, maaf, karena aku sedikit mencurahkan isi hatiku ke dalam tulisan tanpa kata. Bunda Aliya, aku ingin menjadi penulis yang mampu menulis kehidupan masyarakat kita. Niat hatiku untuk memajukan sebuah negeri adalah mimpi yang tak akan hilang. Hingga akhirnya aku menjadi mahasiswi di Bandung dengan hasil keringatku. Terima kasih Tuhan karena engkau telah menemani hari-hariku dengan penuh arti.

    Salam semangat buat sahabat-sahabatku di FAM, dan salam semangat buat kalian semua.

    Waalaikumussalam Wb. Wb.

    Nur Hatimah
    Bandung, Jawa Barat

    Catatan FAM: Surat ini dikirim ke email FAM Indonesia dan diposting admin di grup ini.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 komentar:

    Item Reviewed: Ingin Menulis Buku Tentang Kehidupan Masyarakat Terpencil Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top