• Info Terkini

    Sunday, November 18, 2012

    Menulis Lagi Cerita yang Sempat Tertunda

    Samarinda, 19 November 2012

    Dear FAM, aku menemukanmu disaat kegundahan hatiku sedang melanda. Tahukah kau FAM, kau telah membangkitkan semangatku untuk menulis lagi setelah sekian lama aku tidak pernah menulis. Ini adalah pertama kalinya aku menulis surat dan kuharap kau mau membaca surat dari ku.

    FAM, aku hanya seorang gadis kecil yang gemar menuangkan apa saja yang ada dalam pikiranku dalam bentuk tulisan. Menulis sudah menjadi bagian dalam hidupku, keinginanku untuk terus menulis tak bisa kubendung. Aku sangat bahagia saat cerpen pertamaku berhasil aku selesaikan saat itu. Kuputuskan untuk mengikutsertakan cerpen ku dalam lomba cerpen baik di dalam sekolah maupun di luar lingkup sekolah. Tapi aku selalu saja gagal, namun aku tidak berhenti sampai di situ, aku terus menulis membuat cerpen baru maupun merevisi cerpen yang telah aku buat sebelumnya dan mengikutkannya lagi dalam ajang perlombaan. Hasilnya pun sama, selalu mengecewakanku. Sampai pada akhirnya aku sadar tidaklah mudah menjadi seorang penulis. Sejak saat itu aku memutuskan untuk berhenti menulis. Aku tahu keputusanku salah saat itu FAM, namun rasa keputusasaanku lebih besar daripada semangat untuk ku bangkit saat itu.

    Dua tahun berlalu, ada rasa kerinduan di lubuk hatiku untuk menulis lagi. Aku sadar kalau aku tidak boleh meninggalkan impianku begitu lama. FAM, kini aku mulai menulis lagi naskah cerita yang sempat tertunda. Saat ini aku mulai mengumpulkan ide dan kata-kata yang sempat hilang. Saat ini keputusanku benar kan FAM? Ehm, suatu hari nanti kalau naskah cerita ini selesai kaulah orang pertama yang aku beri kabar.

    Ups, maaf FAM aku sudah terlalu banyak cerita padamu. Di lain kesempatan aku akan bertulis surat lagi padamu. Sampai jumpa FAM.

    Sahabat Barumu
    Koizora Hana
    Banjarmasin

    Share ke:
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Menulis Lagi Cerita yang Sempat Tertunda Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top