• Info Terkini

    Saturday, November 17, 2012

    Mulanya Ibu Saya Mengatakan, “Menulis Itu Aneh dan Ada-ada Saja”

    Dear FAM, forum yang bagus dan semakin memacu semangat saya untuk menulis. Perkenalkan terlebih dahulu, saya Nuni Rachmawati. Itu nama pena Saya, gadis yang lahir di tahun 1992. Anak bungsu dari dua bersaudara yang lahir dan besar di Surabaya.

    Awal mula saya menulis adalah ketika SD, yaitu menulis diary. Begitu kelas II SMP, saya mencoba menulis puisi sebagai pengganti buku diary. Dan sejak itu, saya jatuh cinta dengan puisi dan hobi menulis puisi sampai sekarang. Hingga umur 20 tahun ini, sudah 200 lebih puisi yang saya tulis dan sebagian saya posting pada blog pribadi.

    Dulu saya memiliki mimpi menjadi seorang pujangga sejati, sebab saya cinta sekali dengan puisi. Sampai ketika menjadi mahasiswa, tepatnya di semester II, Saya mencoba menulis cerpen. Dan sejak itu pula saya jatuh cinta dengan dunia tulis menulis, hingga akhirnya bercita-cita menjadi penulis sampai sekarang.

    Kepahitan sudah banyak saya rasakan dalam perjalanan merealisasikan mimpi. Orangtua, terutama Ibu tak memberi dukungan penuh pada cita-cita saya. Bagi beliau, menulis itu: ANEH DAN ADA-ADA SAJA. Yang beliau inginkan, saya hanya fokus kuliah tanpa melakukan yang lain. Bahkan ketika saya Juara I Lomba Mengarang Puisi di SMP, menjadi kontributor buku Kumpulan Cerpen, kontributor buku Terapi Menulis, kontributor buku Kumpulan Surat Cinta untuk Mama, dan yang terakhir, puisi saya pernah dimuat di mading kampus, Prodi D3 Akuntansi, reaksi Ibu pun biasa saja. Mungkin karena prestasi tersebut hadiahnya kecil. Seperti uang Rp15.000, kumpulan buku, bingkisan alat tulis sekolah, dan bahkan tak mendapat apa-apa.

    Hingga kini, Ibu melarang saya menulis. Begitu tahu saya menulis, beliau pasti marah. Saya bimbang. Bagaimana bisa jadi penulis jika menulis saja tidak boleh? Tapi saya tidak mau berhenti di tengah jalan. Mimpi dan cita-cita saya sudah bulat. Berbekal doa, saya akan berusaha terus maju, menulis secara diam-diam, dan mengikuti berbagai lomba menulis via online, dengan harapan bisa menjadi juara, dan mendapat hadiah istimewa yang akan saya tunjukkan kepada Ibu bahwa anaknya sungguh-sungguh. Hingga akhirnya beliau luluh dan memberikan restu.

    Perjuangan memang tak semudah merobek secarik kertas. Dan bukankah setiap permulaan memang tak selalu berjalan indah? Namun saya yakin bahwa saya bisa melewati segala rintangan yang ada hingga mengantarkan saya sampai di tempat tujuan, yaitu menjadi penulis dan penyair hebat. Amin.

    NUNI RAHMAWATI
    Surabaya

    Share ke:
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Mulanya Ibu Saya Mengatakan, “Menulis Itu Aneh dan Ada-ada Saja” Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top