• Info Terkini

    Friday, November 9, 2012

    Novel “Rinai Kabut Singgalang” Edisi Best Seller

    Setelah dua tahun terbit, sejak Januari 2011, novel laris “Rinai Kabut Singgalang” yang semula diterbitkan salah satu penerbit di Yogyakarta, mulai akhir tahun ini akan dialihkan penerbitannya ke FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia yang berpusat di Pare, Kediri, Jawa Timur.

    Novel ini, oleh pengarangnya, Muhammad Subhan yang juga Ketum FAM Indonesia, 100 persen keuntungan penjualan buku ini diniatkan untuk menggerakkan roda organisasi FAM Indonesia. Hal sama juga dilakukan untuk buku-buku Aliya Nurlela, Sekjen FAM Indonesia. Sebab, FAM Indonesia dibangun tanpa modal—ya nol modal finansial—tetapi alhamdulillah, pintu rezeki selalu terbuka untuk wadah kepenulisan Nasional ini. Alhamdulillah.

    Edisi Best Seller “Rinai Kabut Singgalang” diterbitkan dengan kemasan tampilan buku yang lebih menarik, lebih elegan dari tampilan buku yang diterbitkan sebelumnya.

    S I N O P S I S:

    Maimunah dicoret dari ranji silsilah keluarga besarnya. Dia nekat menikah dengan Munaf, laki-laki asal Aceh. Perbuatannya itu membuat orangtuanya berkalang malu, sakit-sakitan, lalu meninggal dunia. Safri, kakak kandungnya mengalami gangguan jiwa, kemudian tewas dibunuh pemuda kampung. Fikri, putranya merantau ke Padang, jatuh cinta kepada Rahima, putri ibu angkatnya. Ningsih, kakak Rahima menolak pinangan Fikri. Rahima dinikahkan dengan orang lain di Jakarta.

    Ketika terjadi gempa dan tsunami di Aceh, Fikri pulang menjadi relawan, mencari keluarga adiknya, Annisa. Ternyata Annisa tewas dilamun tsunami. Fikri kehilangan keluarganya. Di Padang ia pun kehilangan cintanya. Belakangan, Fikri mendengar kabar, Ningsih menjodohkan Rahima dengan laki-laki lain ternyata atas dasar utang budi.

    * * *

    Novelis ini dalam gaya bahasanya melanjutkan tradisi Buya Hamka, dengan latar Minang dan rasa Ilahiah yang kuat. Semoga Muhammad Subhan terus produktif dan melakukan eksplorasi tema kehidupan. ~Taufiq Ismail, Sastrawan

    Kisah romantis yang menggugah kearifan lokal. Bollywood rasa Minang. ~Abidah el Khalieqy, Penulis Cerita Film Perempuan Berkalung Sorban

    Kedalaman galian Rinai Kabut Singgalang, sesungguhnya dapat ditandai dengan upaya Muhammad Subhan dalam mempertahankan identitas roman berlatar alam Minangkabau yang belakangan mulai diabaikan. ~Damhuri Muhammad, Esais, Cerpenis

    Novel ini mengingatkanku pada karya para Pujangga Baru, mellow, romantis, mengharu biru kalbu. Bedanya ini ditambah dengan konflik, heroik dan nestapa anak manusia di belahan Aceh, tragedi kemanusiaan yang hingga detik inipun tak terungkap dengan transparan. ~Pipiet Senja, Novelis

    [Info Pemesanan dan Penerbitan Buku di FAM Publishing Hubungi 0812 5982 1511 atau via email: forumaktifmenulis@yahoo.com, atau kunjungi website kami www.famindonesia.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Novel “Rinai Kabut Singgalang” Edisi Best Seller Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top