• Info Terkini

    Friday, November 2, 2012

    Profil Anggota FAM Indonesia: Ayu Puji Sri Lestari (Banten)

    "Kenangan Berkesan Mendapat Hadiah Buku dari Gol A Gong”

    Nama lengkapnya Ayu Puji Sri Lestari. Ia memakai nama pena, Puji Dandelion (disebut bunga Tanpopo). Alasan Ayu memakai nama pena tersebut karena ia sangat menyukai bunga Tanpopo yaitu semacam bunga liar yang mandiri, yang hidupnya tidak pernah dirawat maupun disentuh oleh orang lain. Sehingga selalu tumbuh dengan alami.

    Nama panggilannya, ‘Nyu’ atau ‘Popo’. Nyu untuk singkatan panggilan Ayu dari teman-teman sekolahnya dan Popo dari kata Tanpopo, ketika ia masuk dalam grup Nishikai (Nippon Shiawase Kyoukai), yaitu grup perkumpulan orang-orang yang menyukai Jepang. Ayu memilih karakter anime yang ia suka. Untuk nama Jepangnya yaitu Yamazaki Tanpopo dari komik Imadoki, maka jadilah panggilan kesehariannya menjadi Popo.

    Ayu lahir dari pasangan Yuyum Yuhana dan Wati. Ayahnya asli dari Banten dan ibunya berasal dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Ayu lahir di Serang pada tanggal 8 Januari 1989. Saat ini ia berdomisili di daerah Merak. Ia aktif kuliah di UNTIRTA (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) di Serang, Banten dan saat ini sedang menyelesaikan skripsi.

    Sejak lahir sampai besar Ayu tumbuh di Kota Merak, namun waktu kecil ia pernah tinggal di Kalimantan sampai umur 4 tahun. Setelah itu kembali ke Kota Merak dan semua jenjang pendidikan ditempuhnya di Kota Merak, Cilegon dan Serang. Ayu memiliki keinginan selalu berpetualangan, selain bersepeda, menulis dan membaca.

    Ketika SMA ia sempat mengikuti organisasi Saka Bahari Banten. Pada waktu di perkuliahan ia mengikuti organisasi MAPALAUT yaitu organisasi Mahasiswa Pecinta Alam UNTIRTA. Di sinilah hobinya berpetualang pun menjadi tersalurkan. Di Mapala Ayu pernah menduduki jabatan sebagai Ketua Divisi Rock Climbing dan Ketua LitBangDik. Masih banyak lagi organisasi-organisasi yang ia ikuti. Termasuk Nishikai yang sampai saat ini masih ia ikuti. Namun karena kesibukan berorganisasi itu, ia merasa vakum menulis.

    Padahal ia tahu di Serang ada Rumah Dunia, Gol A Gong yang jaraknya lumayan dekat dengan kampusnya. Lagi-lagi karena alasan kesibukan yang padat, ia tidak bisa bergabung dalam dunia kepenulisan di Rumah Dunia. Waktu Gol A Gong meluncurkan buku ‘Balada Si Roy’ ia sempatkan hadir untuk mengikutinya. Kedatangannya ternyata tidak sia-sia, Ayu berhasil mendapatkan buku gratis dari Gol A Gong, lengkap dengan tanda tangan dan tanda tangan sahabat karibnya, Toto ST. Radik.

    Sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Ketika sudah mempunyai notebook sendiri, ia langsung mencari-cari lomba di internet. Ia ingin sekali memiliki buku hasil karya sendiri. Kesempatan itu tidak akan disia-siakan lagi. Beberapa lomba pun mulai ia ikuti, dari perlombaan cerpen, puisi maupun artikel. Walaupun hasilnya masih belum memuaskan. Namun tidak membuatnya menjadi patah semangat. Berkali-kali ia jatuh dan berkali-kali itu pula ia akan bangkit. Itu tekadnya.

    Kabar baik pun hadir ketika Ayu mengikuti lomba ‘LMCR’ yang diadakan oleh Rohto-Mentholatum. Pada tahun pertama karya Ayu masih belum berhasil masuk sebagai pemenang. Namun di tahun kedua, cerpennya berhasil menang menjadi Karya Favorit pada tahun 2011. Ia menjadi terharu saat itu. Usahanya tidak sia-sia. Ia semakin semangat mencari info-info lomba. Hingga akhirnya ia menemukan perlombaan yang diadakan oleh FAM Indonesia. Ia sangat ingin sekali mengikutinya, sayang waktu itu masih ada kendala untuk bergabung menjadi anggota FAM.

    Ayu juga merasa penasaran dengan grup “Forum Aishiteru Menulis” milik FAM Indonesia. Ia melihat banyak penulis-penulis hebat yang aktif menuangkan tulisannya di grup tersebut. Hal itu mendorong tekadnya untuk segera menjadi bagian dalam grup dan wadah kepenulisan FAM Indonesia. Karena melalui grup FAM selalu ada semangat untuk terus dan tetap menulis. Akhirnya, ia pun resmi menjadi anggota FAM Indonesia dengan nomor id, IDFAM1055M.

    Ayu memiliki motto hidup, “Kita adalah apa yang kita pikirkan.” Menurutnya, kalau kita berpikir berhasil maka kita pun akan berhasil. Sebaliknya kalau kita berpikir gagal maka kita pun akan gagal. Maka yakinlah dan kita pun akan berhasil. Tak lupa terus berdoa dan selalu berusaha. Insya Allah, Allah akan menjawabnya, menjawab semua impian kita.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Profil Anggota FAM Indonesia: Ayu Puji Sri Lestari (Banten) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top