• Info Terkini

    Sunday, November 18, 2012

    Puisi: Kopdar FAM

    Siang itu aku terbelah dalam lengah
    mengisikan ruang di sejenak tadi kita tempuh
    dalam ribuan mil sejatinya lusuh kaki
    dan jejak-jejak matang menapak
    bentangan jalan bukan lagi ragu yang terpaku
    dan kita semakin dijerang waktu

    Selalu dimengerti aku, dia dan kamu
    Lalu kita masih menyalakan lilin dan obor sebagai pencari
    Hanya serapat baris kaki, dentuman badai beringsut lerai
    di benang-benang hari yang harus terurai
    karena kita tak ingin lagi kembali sebagai pemulang yang menyesal langkah

    Begitu, aku diam-diam memetik binar yang kau tebar
    Sebab tunas itu akan semakin tumbuh di lahan tulus
    Begitu, aku lamat-lamat merenda helai yang kau urai
    Karena sulam merentang terang di bentangan yang kemilau
    Begitu, aku perlahan namun pasti meyakin kita adalah ini
    karena keindahan adalah satu saat berbagi

    Bukittinggi, 18 November 2012

    REFDINAL MUZAN
    Anggota FAM Bukittinggi
    Penulis buku puisi “Mozaik Matahari”

    Share ke:
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Puisi: Kopdar FAM Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top