• Info Terkini

    Sunday, November 18, 2012

    Tidak Bisa Tidur Kalau Belum Menulis

    Kepada:
    Yth. Sahabatku Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Salam sukses buat keluarga besar FAM Indonesia.

    Sebuah kebahagiaan bagiku karena Allah telah mempertemukan aku dengan FAM Indonesia. Semoga kehadiran FAM di negeri ini dapat menggetarkan jiwa generasi muda untuk mau, mampu dan bangkit berkarya, berkarya dan berkarya.

    Senang rasanya diberi kesempatan berbagi. Sahabat FAM yang baik, semangat menulis sudah sejak lama hadir dalam diriku. Kucoba ingat-ingat, …ternyata semangat ini ada sejak aku membaca sebuah cerpen “Wendi” masa SMP.

    Dikisahkan bahwa Wendi adalah orang tidak mampu. Namun, ia tak ingin putus sekolah. Lalu ia memilih jadi loper koran. Sebagai loper koran, maka tiap hari ia mendapatan koran baru. Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Setiap hari ia sempatkan membaca koran-koran baru. Sampai suatu ketika terbersit dalam benaknya untuk menulis. “Kenapa aku nggak menulis ya? Kalau aku mengantar koran yang ada tulisan aku di dalamnya, wah enak banget?” Gumam Wendi dalam hati. Akhirnya Wendi pun mulai berlatih. Hingga akhirnya ia mampu menulis khususnya rubrik resensi buku.

    Kisah Wendi inilah yang menginspirasiku. Bahkan Aku seringkali bertanya dan mempertanyakan diriku, “Kalau Wendi dari keluarga kurang mampu saja bisa, kenapa Aku tidak?” Akhirnya aku pun mulai coba-coba untuk menulis. Tapi nggak bisa-bisa juga. Hingga akhirnya aku tamat dari SMA.

    Semangat menulis itu, kembali hadir ketika aku kuliah. Aku mulai mencari-cari informasi kalau-kalau ada pelatihan jurnalistik di kampus. Alhamdulillah tahun kedua aku kuliah, aku mulai ikut pelatihan jurnalistik yang diadakan UKM Penerbitan. Usai pelatihan, semangat itu makin menyala. Tapi memang sulit sekali rasanya untuk “pecah talua” atau menghasilkan satu tulisan.

    Suatu ketika, aku minta izin pada orangtuaku untuk ‘kos’ dekat kampus. Alhamdulillah Allah perkenankan doaku. Ketika aku hijrah ‘kos’ di kampus mimpi itu terwujud. Aku dibekali Papa dengan mesin ‘tik’ baru. Karena ketika itu tahun 1993, seingatku belum ada mahasiswa yang menggunakan komputer. Subhanallah. Aku mulai mengetik kata demi kata, kalimat demi kalimat. Hingga akhirnya menjadi sebuah artikel.

    Sahabat FAM yang luar biasa, hari-hariku mulai berubah. Setiap hari aku mencoba dan terus mencoba untuk menulis. Hingga akhirnya aku tidak bisa tidur kalau tidak menulis. Allahu Akbar.

    Hasil ketikan-ketikanku itu pun mulai aku kirimkan ke media cetak. Alhamdulillah artikel pertamaku dengan judul “Growth dan Pertumbuhan Anak” dimuat di koran lokal. Semangat untuk menulis itu pun makin tumbuh. Setiap artikelku dimuat, semakin tumbuh keyakinanku untuk terus menulis dan menulis. Alhamdulillah tulisan-tulisan yang dimuat di media cetak semakin banyak.

    Begitulah Sahabat FAM yang kucintai karena Allah, ternyata mimpi-mimpi kita bisa terwujud dengan tanpa menyerah. Mari terus berlatih, berlatih, dan berlatih. Yakinlah Allah SWT akan mengabulkan doa dan segenap upaya kita. Sukses insya Allah akan hadir di hadapan kita.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    Salam persahabatan,
    Efri Syamsul Bahri
    FAM1157U, FAM Bogor

    Share ke:
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Tidak Bisa Tidur Kalau Belum Menulis Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top