• Info Terkini

    Wednesday, November 28, 2012

    Ulasan Puisi “Dengarlah Sahabat” Karya Andi Ikhdar Mapilawa (FAM Kendari)

    Begitu kita membaca puisi “Dengarlah Sahabat” ini langsung terlintas keinginan untuk menjadikannya sebuah lagu. Syairnya pas dan sesuai dengan tema yang sedang ngetren di kalangan penikmat musik pop Indonesia.

    Indah sekali penyairnya dalam menggambarkan hakikat dari persahabatan. Persahabatan yang saling mendengarkan, menghibur, menguatkan, memotivasi serta saling memahami. Diksinya benar-benar dipilih untuk menegaskan pesan yang hendak disampaikan oleh penyairnya. Apabila digunakan sebagai lagu FAM Indonesia akan sangat cocok sekali, sesuai dengan suasana persahabatan anggota FAM Indonesia.

    Menulis puisi itu memang dilandaskan kepada suasana batin penyair. Syair yang bagus mestinya hadir dari kepekaan perasaan seorang penyair dalam membaca perilaku dan nilai sekelilingnya yang sedang diperlihatkan kepadanya. Maka menulis puisi hampir sama pula dengan prosesi menghidangkan makanan yang menggugah selera dan lezat. Diperlukan kepekaan seluruh indera kita untuk mengantarkan bait-baitnya menjadi karya sastra bermutu dan disukai para pembaca karena kepiawaian penyair dalam meramu kata per kata untuk menyampaikan pesan dan tema yang dimaksudkannya.

    Ditinjau dari penggunaan Bahasa Indonesia menurut tata cara Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), puisi ini sudah cukup disiplin dalam penempatannya, pun sudah memuat unsur-unsur sebuah puisi yang terdiri dari: kata, larik, bait, bunyi, dan makna. Penyair juga piawai dalam mempertahankan rima dan memang kelihatannya berusaha untuk membuat puisi ini berestetika sehingga sangat kuat pembentukan iramanya. Baik rima maupun irama inilah yang menciptakan efek musikalisasi pada puisi, yang membuat puisi menjadi indah dan enak didengar meskipun tanpa dilagukan.

    Terakhir dari ulasan kita kali ini sebuah pesan untuk penyair agar selalu belajar dan belajar dalam mengasah kemampuan yang telah dimilikinya. Ciptakan karya indah dan bermutu yang tentunya harus lebih bagus dari puisi di atas, dan jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada Allah dengan bakat dan potensi yang Anda miliki.

    Salam santun, Salam karya!

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Dengarlah Sahabat
    Karya: Andi Ikhdar Mapilawa

    IDFAM985U Anggota FAM Kendari

    Dengarlah Sahabat,
    Suara angin yang tidak biasanya
    Berderu dengan kencangnya
    Seolah waktu memaksanya berlari

    Dengarlah sahabat,
    Suara rintik hujan turun di beranda ini
    Seolah mereka mainkan nada
    Mengiringi lagu kebersamaan kita

    Dengarlah sahabat,
    Suara pohon-pohon yang tertimpa rintik hujan
    Disertai angin yang menepuk-nepuk rimbun daunnya
    Seolah mereka ikut tertawa dengan canda tawa kita

    Dengarlah sahabat,
    Suara kita yang bising dengan canda tawa
    Mengurai kisah-kisah usang
    Namun tak pernah jenuh kita membahasnya
    Karena setiap kebersamaan
    Kita selalu menjalaninya sepenuh jiwa

    Kenanglah sahabat,
    Saat-saat seperti ini
    Kala hanya dirimu yang mampu menyahuti kata jiwaku
    Kala hanya aku yang memahami pedih hatimu
    Kenanglah, saat-saat seperti ini
    Ketika kita saling menghibur satu sama lainnya
    Saat hujan dan angin mendera
    Di senja hari

    [sumber: www.famindonesia.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “Dengarlah Sahabat” Karya Andi Ikhdar Mapilawa (FAM Kendari) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top