• Info Terkini

    Sunday, November 18, 2012

    Walau Sudah ‘Kepala Empat’, Tetap Bertekad Terus Menulis

    Sinjai Selatan, 19 November 2012
    Kepada FAM Indonesia
    di
    Pare

    Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Salam hangatku kepada segenap pengurus FAM Indonesia yang senantiasa mengobarkan semangat para insan yang memiliki minat terhadap dunia kepenulisan di seluruh Nusantara tercinta ini. Teriring harapan semoga niat tulus dan semangat yang senantiasa diberikan akan mendapat imbalan yang setimpal di hadapan Sang Rabb dan akan membiaskan motivasi menulis dan menyampaikan pesan dakwah kepada kami semua yang mengagumimu melalui kata-kata tanpa henti, amin.

    Dear FAM…

    Sebenarnya ada perasaan risih untuk ikut serta dalam ajang ini. Bagaimana tidak, mungkin akulah satu-satunya anggota di group ini yang usianya kalau boleh diistilahkan, sudah tidak layak lagi menggandrungi kegiatan-kegiatan ini. Di usiaku yang sudah berkepala empat ini, seharusnya aku sudah berada pada kategori senior. Kalau ditilik dari angka empatnya, aku sudah pantas diposisikan dalam tingkatan tersebut, akan tetapi jika ditilik dari apa yang telah kuhasilkan selama ini, ternyata untuk berada pada kategori junior pun, itu sudah sangat lumayan.

    Baiklah, aku yakin semua sahabat-sahabat dalam group ini yang membaca tulisanku termasuk FAM sendiri akan merasa heran dengan keadaanku ini, mengapa di usiaku yang seperti ini aku belum juga mapan dalam dunia tulis menulis? Ada apa dengan diriku selama perjalanan panjang ini?

    FAM yang senantiasa menebar semangat…

    Aku gemar menulis sejak di SMA. Tulisanku kutorehkan di mana saja aku tiba-tiba mendapatkan inspirasi. Di buku pelajaran atau di secarik kertas saat berjalan-jalan atau saat hendak merebahkan badan di pembaringan, ide untuk menulis memang datang tanpa terduga.

    Menginjak masa kuliah, aku tetap dengan hobiku yang satu ini, bahkan akhirnya aku terobsesi untuk menjadi penulis, namun kendala fasilitas dan kesibukan sempat menenggelamkan impian-impianku saat itu. Sekali dua kali, aku sempat mengirimkan tulisanku ke media cetak lokal, bulletin kantor bapak dan bulletin dakwah. Tulisan-tulisan tersebutlah yang meyakinkanku bahwa aku punya kemampuan untuk itu, hanya saja aku butuh dukungan moril dan materil.

    Memasuki masa-masa berkeluarga ditambah dengan kesibukan mengajar di sebuah SMA, kebiasaan menulisku sempat vakum. Aku dihanyutkan dengan kesibukan yang mutlak membutuhkan perhatian dan penangananku secara total. Aku sempat melupakan mimpiku untuk menjadi penulis.

    Barulah ketika anak-anak sudah beranjak dewasa, fasilitas internet sudah mulai merambah lingkungan kerja dan tempat tinggalku, aku mengenalmu. Saat itu aku melihat begitu banyaknya penulis-penulis muda yang kreatif di group ini, aku tersadar bahwa aku telah menyia-nyiakan waktuku selama ini dengan membiarkan kesibukanku menyita kesempatanku.

    Dear FAM yang baik…

    Itulah sepenggal kisah perjalanan hidupku yang kuingin bagi denganmu dan sahabat-sahabat di group ini. Sebuah pesan yang ingin kusampaikan bahwa waktu demi waktu yang bergulir terkadang menghanyutkan kita pada satu titik saja sehingga kita lupa dengan mimpi kita yang lain.

    Di saat usiaku yang sudah tidak muda lagi, aku tetap menulis dan berusaha mewujudkan mimpiku yang tertunda, tentunya dengan harapan FAM akan memberikan bimbingan yang tiada henti. Tidak ada kata terlambat untuk sesuatu yang positif, kan?

    Terima kasih yang tulus untuk berbagi ilmunya selama ini. Salam semangat dan santun dalam berkarya tiada henti.

    Wassalam,
    Titi Haryati Abbas
    FAM810U, Sinjai

    Share ke:
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Walau Sudah ‘Kepala Empat’, Tetap Bertekad Terus Menulis Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top