• Info Terkini

    Saturday, December 8, 2012

    Dan, Sampai Akhirnya Aku Mengenalmu FAM

    Kuningan, 08 Desember 2012

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    FAM terkasih, apa kabarmu? Semoga kita selalu ada dalam naunganNya. Ini kali pertama aku menggoreskan pena merangkai sebentuk surat untukmu. Di mana kita akan bercengkerama tentang impian, harapan, seputar dunia kita, dunia kertas dan pena.

    FAM sahabat baruku.... harapan, impian, dan yang sejenis itu, adalah sesuatu yang menggelorakan semangat. Tatkala aku memutuskan untuk mengakrabi dunia ini, itu karena cita-cita yang terbangun dari harapan dan impian. Aku ini sempat terombang-ambing selama sekian tahun, tak pasti tentang apa yang akan aku jalani untuk mengisi hidup. Dunia yang beragam aku masuki, jalan yang berbeda-beda aku tempuh. Namun belum ada titik temu yang membuatku betah untuk tinggal.

    Sampai akhirnya aku mengenalmu FAM. Aku seperti tersadarkan. Aku teringat lagi kenangan masa kecil sampai remajaku, yang begitu bersahabat dengan buku, begitu senang membaca dan menulis. Apapun yang kutilis, seakan mengalir begitu saja dari benakku ke jari-jariku, menggerakkan pena tanpa ragu. Dan saat dulu itu, aku begitu terkagum-kagum pada para penulis buku yang aku baca. Begitu hebatnya mereka menggambarkan tempat-tempat yang menjadi latar belakang cerita, hingga benar-benar hidup.

    Aku seakan bertemu dengan apa yang selama ini aku cari. Aku kembali menulis, membangkitkan kembali mimpi yang terkubur, melanglang buana lewat tulisan.

    FAM yang baik. Kau bertanya, jika aku jadi penulis terkenal, apa yang akan aku lakukan?

    Jika aku bisa jadi bagian dari para penulis hebat itu, aku ingin mengunjungi tempat-tempat di seluruh dunia yang telah digambarkan sedemikian memukau oleh mereka. Melihat langsung candi Borobudur yang begitu banyak dituliskan. Menyusuri Bali yang hampir selalu ada dalam cerita-cerita liburan. Menikmati keelokan pesisir Nusantara, indah pegunungannya, rimbun hutannya. Sampai meniti jembatan Golden Gate yang megah, berdiri di bawah menara Eifel yang memesona, memandang gemerlapnya Taj Mahal, merasakan suasana Mesir yang penuh misteri dengan piramidnya.

    Bukan sekadar hura-hura. Melalui perjalanan itu, aku ingin bisa menghasilkan tulisan yang lebih bermutu. Dengan melihat langsung tentang satu tempat, lalu ingin bisa menciptakan karya yang lebih punya "ruh".

    FAM yang terahmati. Sudah panjang rupanya aku bercerita. Semoga apa yang sudah kutuliskan di surat perdanaku ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Harapan dan impian adalah doa yang tak berkesudahan. Harapan dan impian adalah energi yang menghidupkan semangat. Termasuk semangat menulis. Terkenal atau tidak, tetap menulis dan menulis, tetap berjuang wujudkan mimpi.

    Terima kasih FAM, sudah meluangkan waktu untuk membaca kiriman sederhana ini. Sampai bertemu di lain waktu, sukses, selalu untukmu.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    Dengan doa yang paling tulus,

    MIA MUTIARA
    IDFAM1229U-Kuningan
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Dan, Sampai Akhirnya Aku Mengenalmu FAM Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top