• Info Terkini

    Wednesday, December 26, 2012

    Menjadi Penulis Terkenal Adalah Mimpi Setiap Penulis

    Babussalam, 21 Desember 2012

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Hai FAM, sebelumnya perkenalkan nama saya Sri Gunawand. Sang pemimpi kecil dari ujung barat Indonesia. Seorang adik kecil yang ingin bermain, mulai beranjak dewasa dan selalu ingin mengikuti apa yang dilakukan oleh para kakak senior di FAM Indonesia. Mengikuti jejak dalam seni tulis menulis, yang telah mencicipi asam garamnya.

    “Jika Aku Penulis Terkenal, maka Aku Akan....”. Hmm, sebuah tema yang menarik, tapi sebelum saya bercerita tentang apa yang akan saya lakukan nanti jika saya menjadi penulis terkenal, izinkanlah adik kecilmu ini bercerita sedikit tentang mimpi kecilnya.

    Saya bersekolah di SMA Negeri 2 Lhoksukon, Aceh Utara. Sebuah sekolah menengah sederhana yang terletak jauh dari pusat kota, Lhoksukon. Tetapi yang terdekat dengan tempat tinggal saya. Berdiri di antara bukit-bukit. Satu-satunya sekolah menengah atas yang ada di sana. Tempat di mana saya mengukir mimpi, memupuk harapan akan masa depan.

    Saya duduk di kelas XII IPA 2. Di sekolah, setiap hari saya berjalan melewati sebuah papan berwarna hijau tua yang terletak di depan ruang guru. Papan itu terbengkalai, dibiarkan kosong. Hanya ada beberapa kertas pengumuman usang, yang entah sejak kapan tertempel di sana, saya pun lupa. Ya, benda yang kami sebut majalah dinding di sekolah saya. Sungguh, kondisi yang sangat mengenaskan. Tapi apa daya, tak ada yang peduli akan hal itu, tak ada yang peduli akan keberadaannya, menempel di dinding itu. Terkadang, ingin sekali saya menyapanya, menempelkan tulisan-tulisan selayaknya sebuah majalah dinding. Hmm, satu mimpi kecil yang sulit ‘tuk diwujudkan. Melihat ironisnya kondisi di sekolah saya. Selain minat baca dan minat menulis para siswa yang sangat rendah, kurangnya dukungan dari pihak sekolah juga menjadi kendalanya. Tidak ada pihak yang diberi tanggung jawab untuk mengurusnya. Jika seandainya juga ada, masalah biaya operasionalnya sangatlah sulit untuk sekolah saya.

    Menurut saya, menulis adalah proses kreatif. Dengan menulis kita bisa menuangkan berjuta-juta ide, imajinasi, ilmu pengetahuan bahkan keseharian kita ke dalam bentuk nyata yang bisa dilihat, digunakan dan dinikmati wujudnya. Menulis adalah cara yang paling efesien untuk mengekspresikan diri kepada orang lain. Tentang mimpi, cita-cita, gagasan ide, pandangan terhadap suatu objek, juga uneg-uneg atau keluh kesah. Semua itu bisa kita ekspresikan lewat sebuah tulisan. Hal inilah yang dilakukan oleh para penulis terkenal. Mereka mampu mengekspresikan apa yang ada di dalam pikiran mereka ke dalam bentuk yang nyata, yaitu tulisan. Berbicara tentang penulis terkenal, terbayang dalam angan-angan saya tentang orang-orang hebat itu, semisal JK. Rowling dengan impiannya di negeri sihir yang diekspresikannya melalui kisah petualangan Harry Potter. Atau, riwayat kisah kehidupan seorang Habiburrahman El Shirazy dalam “Ayat Ayat Cinta”nya. Atau juga, cerita tentang mimpi para “Laskar Pelangi” milik Andrea Hirata. Mereka adalah orang-orang hebat, yang tanpa sengaja telah memberikan pengaruhnya kepada orang lain melalui buah pikiran mereka, melalui karya-karya mereka yang dibaca oleh jutaan orang. Siapa yang tak ingin menjadi seperti mereka? Menjadi terkenal, bisa berkeliling dunia, bertemu orang-orang hebat lainnya di dunia, mampu memberikan pengaruh kepada orang lain dan mengekspresikan diri kepada dunia.

    Menjadi penulis terkenal adalah mimpi setiap seorang penulis, termasuk saya sebagai pemula. Menjadikan karya buah pikirannya dikenal dan dibaca oleh banyak orang. Menulis merupakan hobi baru bagi saya, akhir-akhir ini. Awalnya saya hanya tertarik dengan kegiatan menulis, tetapi ketika saya bergabung dengan grup FAM ini, rasa tertarik itu berubah menjadi minat dan rasa keinginan yang luar biasa untuk mulai menuangkan pikiran-pikiran saya ke dalam tulisan. Sebelumnya saya berpikir bahwa tidak ada media yang bisa saya jangkau untuk mempublikasikan tulisan-tulisan saya. Tapi kemudian saya tersadar bahwa sosial media bisa menjadi media alternatif untuk mempublikasikan setiap tulisan saya. Bergabung dengan FAM membukakan mata saya akan dunia tulis menulis yang sangat luas ini.

    Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu penyebab utama yang menyulitkan saya dalam menulis. Tapi itu tidak menjadi halangan bagi saya, berbagai usaha pun saya tempuh untuk mimpi saya itu. Termasuk ketika saya menulis surat ini, saya harus meminjam perangkat komputer milik salah satu sekolah dasar yang ada di desa saya untuk mengetik surat ini. Kemudian keesokannya akan saya pergi ke kota (Lhoksukon) untuk mengirimkannya melalui salah satu warnet yang ada di sana.

    Jika saya menjadi penulis terkenal, saya akan mewujudkan mimpi kecil saya tadi, menempelkan tulisan-tulisan di papan majalah dinding di sekolah saya, agar ia layak disebut majalah dinding (satu mimpi yang aneh, mungkin, he-he...). Saya ingin sekali memajukan sekolah saya, terlebih di bidang kepenulisan. Saya ingin menggalakkan gerakan menulis, agar minat baca dan menulis di kalangan siswa meningkat. Tapi bukan hanya di sekolah saya, jika saya seorang penulis terkenal, saya akan mengkampanyekan gerakan ini di setiap sekolah yang ada di Indonesia. Agar para pelajar Indonesia mengenal dunia tulis menulis sejak dini. Seperti yang sudah saya sampaikan tadi, menulis adalah proses kreatif. Jika proses kreatif sudah ditanamkan sejak dini pada jiwa pelajar Indonesia, para penerus bangsa ini. Maka apa yang terjadi? Proses kreatif akan melahirkan putra-putri yang hebat di masa depan. Putra-putri bangsa yang memiliki beragam solusi untuk memberikan jawaban atas segala masalah dan tantangan yang menghampiri bangsa ini. Menunjukkan eksistensinya sebagai bangsa yang besar.

    FAM, sekian dulu surat dari adik kecilmu ini, sekian juga tentang mimpi kecilnya. Ini adalah surat pertama saya, terima kasih telah memotivasi saya untuk mulai menulis.

    Salam santun, salam karya!

    *) Oh ya, saat ini ketika saya menulis surat ini, saya sedang menjalani Ujian Semester Ganjil. Mohon doanya ya agar saya bisa mendapatkan nilai yang cukup. Cukup untuk mendapatkan program beasiswa Bidik Misi dan seleksi masuk perguruan tinggi Jalur Undangan, agar mimpi saya untuk dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tahun depan dapat terwujud. Sekali lagi mohon doanya ya... terima kasih, FAM.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    Adik kecilmu,
    SRI GUNAWAND
    truegunawand@yahoo.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Menjadi Penulis Terkenal Adalah Mimpi Setiap Penulis Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top