• Info Terkini

    Thursday, December 13, 2012

    Setidaknya, Aku Ingin Karyaku Bermanfaat Bagi Pembaca

    Medan, 13 Desember 2012

    Teruktuk Sahabat FAM INDONESIA
    di-
    Lima Benua

    Hmm, apa kabarmu Sahabat? Lama juga kita tak berbalas surat. Aku senang ketika ada salah seorang sahabat yang mengungkapkan pengalamnnya kepadaku. Ya, setidaknya beliau telah mempercayaiku sebagi rekan curhatnya. Tapi yang pasti, jangan samakan aku dengan yang lain ya. Ketika aku punya kekurangan dalam memberikan solusi, maafkan aku. Aku hanya manusia biasa yang berkeinginan menjadi lebih baik.

    Oh iya, tak terasa ini sudah di penghujung tahun. Rasa-rasanya terlalu cepat bulan berganti, dan bulan depan sudah berganti tahun. Namun karya soloku belum ada satu pun kukirim ke penerbit. Hmm, rasanya sulit ya sahabat menerbitkan buku? Aku sampai tak tahu cara agar tulisanku ini segera rampung sebelum akhir bulan.

    Sahabat, banyak rasa yang yang ingin kusampaikan padamu. Selintas kulihat kau semakin sering saja memposting tulisanmu. Tulisanmu cukup menarik. Aku lihat kau semakin bergeming hebat menggetarkan kata-katamu lewat tulisan. Aku juga lihat namamu sering terpampang sebagai pemenang atau kontributor di salah satu event. Aku salut, sedang aku hanya berleha-leha di rumah, dan memikirkan urusan yang lain.

    Sahabat, sepertinya tak terasa lima bulan sudah aku telah mengenalmu. Sudah beberapa kali aku menuliskan surat kepadamu. Entah itu kau telah membacanya atau tidak, yang pasti aku mengirimkannya untukmu. Bagaimana reponmu dengan tulisanku? Semakin baikkah? Atau jangan-jangan kau semakin tak mempedulikanku? Kenapa dengan tulisanku? Apa tulisanku tak mengindahkan pandanganmu? Apa tulisanku hanya sebuah kata-kata bisa yang terangkai dalam kalimat yang tak luar biasa?

    Hmm, aku jadi tahu sahabat. Untuk itulah aku ingin menuliskan surat ini padamu. Aku ingin curhat menegenai masalahku sekarang. Sekaligus mengenai satu hal yang ingin kutanyakan padamu. Walaupun ini hal yang sulit terjadi bagi banyak orang, termasuk diriku. Tapi, ini bisa saja terwujud ketika usaha yang kita lakukan benar-benar maksimal dan kita tak bosan untuk memperbaikinya menjadi lebih baik.

    Hmm, pasti kau bingung kan? Iya, iya, aku beri tahu apa keinginan yang aku ingin bagi denganmu. Tapi sebelumnya kau ingin menanyakan satu hal kepadamu. Kali ini aku ingin mengatakan mimpi-mimpiku padamu. Jika aku menanyakan begini padamu, seandainya kau menjadi penulis terkenal, kau mau apa ya? Pasti banyak dari jawabanmu mengatakan jawaban yang beragam.

    Ya, sama juga sepertiku. Aku ingin ketika aku menjadi penulis terkenal, aku tidak hanya memberangkatkan haji kedua orangtua, menjadi donatur di sebuah yayasan sosial, atau membantu anak-anak kurang mampu, tidak hanya itu kawan. Ada satu hal yang aku sangat inginkan. Ketika aku menjadi penulis terkenal, aku ingin mengelilingi dunia dengan hasil royalti yang kudapat dari buku itu. Ya, aku ingin jalan-jalan menikmati indahnya kota-kota di puluhan negara, menikmati puluhan negara di lima benua sekaligus mempromosikan buku-bukuku. Aku ingin orang lain di seluruh penjuru dunia menikmati karyaku. Aku ingin setiap tulisanku bermanfaat untuk setiap orang yang membacanya. Aku ingin tulisanku itu benar-benar mengenakkan hati pembacanya. Setiap si pembaca membaca tulisanku. Mereka tersentuh dan tenggelam akan kata-kata yang aku buat. Bukan hanya sekadar aku jadi penulis terkenal kemudian mereka membelinya dan tidak membacanya atau hanya sekadar membacanya tanpa ada pengaruh apapun setelah membacanya. Atau bisa jadi mereka mengagumkanku karena aku sekarang menjadi penulis terkenal dan lambat laun jika ada penulis yang lebih baik lagi dariku, mereka segera mencampakkan aku dari ranah penggemarnya dan beralih ke yang lain (wah, sedih sekali).

    Seperti Andea Hirata, kupikir. Penulis Novel Laskar Pelangi. Entah kenapa setiap aku membaca Novelnya, terlihat perasaan haru dalam diriku. Aku ikut merasakannya. Aku tenggelam dalam bait kata yang terangkai begitu rapi, sampai-sampai bahasa ilmiahnya begitu sepadan berkolaborasi dengan sastra tersebut. Hingga kini setiap ingin membaca novelnya aku menjadi lebih optimis untuk menjalani hidup ke depannya. Novelnya juga sudah diterjemahkan hampir ke 23 bahasa asing yang sudah menyebar di banyak negara. Aku salaut dengan tulisan beliau.

    Hmm, jujur saja sahabatku. Tulisanku masih kurang dari layak. Aku hanya sekadar menulis, tidak lebih. Sehingga tulisanku kurang bermakna. Seperti penyanyi-penyanyi yang kudengar suaranya yang pas-pasan. Seperti itulah. Aku pun minder dan malu ketika tulisanku itu tak berpengaruh sama sekali pada pembaca. Ya, pada pembaca. Rasanya aku perlu belajar lebih darimu. Aku kurang sensitif dalam menulis. Terkadang aku tak menikmati tulisanku. Aku juga sering bosan jika harus berlama-lama menulis. Paling tidak aku hanya berdiam diri, dan menghindar jika aku tak menemukan ide cerita sekalipun. Mungkin kau tahu beberapa tulisanku yang kusuguhkan padamu, tapi kau tak tahu betapa mirisnya tulisanku itu. Aku tak bisa menhidupkan tulisanku itu lebih sejuk lagi. Perasaan kecewa sering timbul dihati. Namun lagi-lagi aku harus bersabar dan mencobanya terus.

    Terkadang aku juga malu merasakannya, ketika ada orang yang bertolak belakang dengan bidangnya, namun dia mampu membuat cerita yang begitu apik dan menggugah selera pembaca. Sedang aku telah lama berada di bidang sastra yang sedang aku geluti sekarang. Walaupun tidak bidang sastra Indonesia. Tapi setidaknya aku berhubungan erat dengan sastra. Hingga kini aku juga belum mahir membuat cerita dengan baik.

    Hmm, aku juga tak bisa memaksakan kemampuanku. Ya, it’s me. Namun aku tetap berusaha untuk membuat tulisanku lebih baik lagi. Tapi setelah menulis ini, timbul pertanyaanku padamu. Apa benar aku bisa menjadi penulis terkenal? Tapi setidaknya aku mau karyaku bermanfaat bagi pembaca. Hanya itu. Jika aku dikategorikan sebagai penulis terkenal, itu hanya point plus bagiku untuk menjajaki tangga berikutnya untuk go internasional, untuk mencapai mimpi-mimpiku yang sudah kuutarakan padamu. Doakan saja diriku, sahabat!

    Cukup sampai di sini dulu tulisanku sahabat, kuharap kau tak jemu membaca tulisan garingku ini. Ya, mungkin hanya sekadar tulisan biasa bagimu, namun bagiku aku senang dengan tulisan yang kubuat. Sukses buatmu FAM, dan sukses juga buatku. Semoga kita sama-sama menjadi penulis terkenal, dan mewujudkan mimpi-mimpi kita dengan segera mungkin. Sekali lagi terima kasih karena kau telah sudi meluangkan waktumu untuk membaca surat usangku ini.

    Salam manisku untukmu dan keluargamu di rumah, sahabat!

    Beli Kripik sanjai ke kota Padang, jangan lupa singgah ke Medan
    Sembari pulang, mampir sebentar ke bika Ambon Zulaikha
    Salam manisku jangan kau tukar dengan buah manggis ataupun durian
    Titip salamku juga buat Ayah Muhammad Subhan dan Bunda Aliya Nurlela.

    Arif Hifzul
    Anggota FAM Medan
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Setidaknya, Aku Ingin Karyaku Bermanfaat Bagi Pembaca Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top