• Info Terkini

    Wednesday, January 2, 2013

    Aku Ingin Menulis, Menulis, Menulis, dan Menerbitkannya

    Umurku kini memasuki tahun yang ke-30 (tigapuluh). Kesadaran akan ketertinggalan itu justeru baru muncul belakangan ini. Sejak mula ada, aku membayangkan kelak namaku terpampang dalam buku-buku yang dibaca banyak orang. Mimpi yang dimulai sejak aku diajari mengeja huruf dan mulai terpatah-patah membaca. Kucoreti nama-nama pengarang yang bukunya aku baca, dan kutuliskan namaku sebagai gantinya di sana, di halaman depan setelah kover. Begitulah angan-angan dari seorang anak-anak seperti aku. Ingin menjadi penulis buku.

    Iri sekali hati ini tiap ada penulis baru bermunculan. Bisikan yang mengatakan bahwa aku bisa seperti mereka terus terngiang. Tiap menyelesaikan bacaan sebuah buku, dalam hati ini entah kenapa terpatri kata bisa itu. Ah, cerita dan tulisan seperti ini atau itu aku juga bisa. Namun, kata bisa itu cuma terpendam dalam, diinjak-injak oleh rasa takut, minder dan tidak punya kepercayaan pada kemampuan diri sendiri.

    Sejak dulu aku memang sangat menyukai puisi. Kesukaan itu mungkin sudah terpupuk sejak aku pandai membaca. Maka sejak SD nama-nama besar seperti Chairil Anwar, Taufiq Ismail, Sanusi Pane, Raja Ali Haji ataupun Sutan Takdir Ali Syahbana sudah aku kenal. Belakangan pula aku berkenalan dengan sajak dan prosa dari Khalil Ghibran yang mewarnai diksi yang ada dalam puisiku. Pada perkembangan kesusastraanku aku berkenalan dengan novel-novel. Mulai dari novel-novel roman picisan, novel silat dan kemudian novel-novel remaja. Selanjutnya aku mengenal nama-nama Pipit Senja, Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Gola Gong, Muhammad Subhan, dan yang paling spektakuler (karena tiap novelnya ada dalam koleksiku) aku berkenalan dengan Andrea Hirata lewat karya-karyanya. Aku juga mengoleksi secara lengkap Novel karya Dan Brown.

    Facebook mengenalkan aku lebih dekat dengan para penulis yang aku sebutkan di atas. Maka dapatlah aku berteman dengan sebahagian beliau-beliau itu. Pertemanan yang berdasar pada keinginanku untuk menyerap aura kepenulisan mereka. Belajar dari tempat tersembunyi, memata-matai kata-kata mereka lewat status di facebook sambil memerhatikan segala kegiatan mereka. Hingga suatu hari aku berkenalan dengan FAM Indonesia lewat sebuah pesan dinding dari Bang Muhammad Subhan, penulis yang Novel terbarunya sudah lama aku beli, koleksi dan baca.

    FAM indonesia ternyata membuka peluang bagiku untuk membangkitkan keinginan nan membisu dalam di sanubari. Keinginan jadi penulis tadi. Keinginan untuk menghasilkan karya tulis. Aku diperkenalkan metode penerbitan gaya baru bernama Self Publishing yang berarti melayani penerbitan dan pemasaran menggunakan sumber daya diri sendiri. Metode yang mendobrak kemapanan penerbitan konvensional yang eksklusif dan hampir tidak terjamah kecuali Anda bernasib baik tentu saja.

    Self Publishing ini sangat membantu orang-orang sepertiku. Orang-orang yang berkeinginan menjadi penulis buku namun minim modal (dan tak ada yang mau memodali). Maka dengan lecutan semangat secara personal oleh Tim FAM Indonesia yang dimotori Aliya Nurlela dan Muhammad Subhan, pada 1 Desember 2012 aku meluncurkan sebuah buku yang mengumpulkan semua puisi yang kutulis antara kurun waktu 1998 - 2012. Hanya 5 (lima) bulan saja sejak bergabung dengan FAM Indonesia dan aku tiba-tiba sudah memiliki buku yang kutulis dengan tanganku sendiri dan kuterbitkan sendiri dengan fasilitasi FAM Publishing. Bukan itu hebat? Bukankah itu mimpi yang tiba-tiba hadir dalam kenyataan pada saat engkau baru akan terbangun?

    Jadi, karena hal di atas pada saat ini aku hanya ingin menulis, menulis, menulis dan menerbitkan karyaku. Sebab sudah banyak waktu yang terbuang dan tersita percuma. Bukankah pada suatu hari Aliya Nurlela pernah melecutku dengan kalimat, “Terbitkan buku Anda minimal satu untuk seumur hidup”. Nah, selagi kita hidup dan bisa menulis kenapa tidak setiap tahun dari tahun-tahun yang tersisa sepanjang hidup kita digunakan untuk menerbitkan buku sendiri?

    Ya, kenapa tidak?

    DENNI MEILIZON
    FAM906U-PADANG
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Aku Ingin Menulis, Menulis, Menulis, dan Menerbitkannya Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top