Skip to main content

Buku Puisi “Dermaga Batu” Karya Ken Hanggara

Judul: Dermaga Batu
Penulis: Ken Hanggara
Kategori: Kumpulan Puisi
ISBN: 978-602-17404-1-5
Terbit: 17 Januari 2013
Tebal: 208 halaman
Harga: Rp 42.000


Endorsement:

Di dinding grup “Forum Aishiteru Menulis”, media komunikasi FAM Indonesia, saya mencermati Ken Hanggara sangat aktif dan produktif menulis puisi. Puisi-puisinya sederhana tetapi dalam makna. Sebagian puisi-puisi itu dikumpulkannya dalam buku tunggal ini; “Dermaga Batu”.

~Muhammad Subhan, Ketum FAM Indonesia

Ken Hanggara dalam kumpulan puisi “Dermaga Batu” berbicara tentang banyak hal dengan bahasa puisi yang memikat. Ada cinta, pengorbanan, persahabatan dan hal lain seputar kehidupan. Setiap pesan yang terselip, ia urai di bawah baris akhir puisinya. Sebuah karya yang patut mendapat apresiasi.

~Aliya Nurlela, Sekjen FAM Indonesia

''Kita merasakan sebuah kematangan bersikap tiap menelusuri langkah-langkah seorang Ken Hanggara dalam puisi yang dia goreskan dengan tidak pernah mengabaikan estetika nurani sebagai insan yang madani. Dengan majas-majas alegori, saya melihat Ken Hanggara cukup peka merekam peristiwa yang dialaminya selayaknya seorang ksatria yang mampu menebas, mengukir, dan mengalahkan tantangan zaman dengan kemilau pedang aksara yang begitu tajam dan layak menjadi sebuah legenda sastra di Nusantara.''

~Refdinal Muzan, pecinta sastra, penulis buku ''Mozaik Matahari''

Info pemesanan dan penerbitan buku hubungi Call Center FAM 0812 5982 1511, atau via email forumaktifmenulis@yahoo.com, atau kunjungi website: www.famindonesia.com.

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…