• Info Terkini

    Tuesday, January 15, 2013

    Cinta Sejati Tak Perlu Dikatakan, karena Cinta yang Sebenar-benar Cinta Bisa berbicara Tentang Dirinya Sendiri

    Klaten, 16 Januari 2013
    Yth. FAM Indonesia
    di sejuta bintang yang gemerlap

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Dari balik mimpi yang akan saya lakukan terselip sejuta hasrat yang cerah ketika saya menggerakkan jemari manis untuk menulis sebuah kata untuk dirimu lagi, FAM. Saya tak pernah lelah untuk menulis sebuah kata-kata untuk menorehkan tinta emas yang akan membuat peradaban diri menjadi lebih sempurna. Saya bersyukur sekali kepada Allah SWT beserta salawat tehadap junjungan Nabi Muhammad SAW sebagai qudwatul khasanah yang membuat semangat untuk menjalani hidup saat ini. Seperti kata khalifah Abu Bakar As-shidiq, beliau mengatakan, “Benar, bahkan aku percaya akan apa saja yamg disampaikannya meskipun lebih jauh dari hal ini. Aku percaya tentang langit, perginya dan kembalinya. Mengapa yang dikaruniakan Allah kepadanya dengan hanya sekadar memindahkan dirinya ke tempat sejauh sebulan perjalanan (dalam semalam)?” Dari hal itulah semua rasa yang tersimpan di relung hati akan saya serahkan kepadaNya. Ada semacam rindu yang menyergap, begitu rupa, untuk menghadirkan sepucuk surat untuk dirimu lagi FAM.

    Sungguh, saya sangat menyayangi dirimu, FAM. Karena engkau mengajarkan saya untuk tetap menulis sebuah karya walaupun karya itu tak seberapa. Sesuai yang diungkapkan oleh Jodie Lake, “True love doesn’t need words, true love can speak for it self” yang artinya cinta sejati tak perlu dikatakan, karena cinta yang sebenar-benar cinta bisa berbicara tentang dirinya sendiri. Setiap orang boleh saja mengungkapkan rasa cintanya menumpahkan tulisannya tetapi jika semuanya berhenti begitu saja maka cinta itu akan rapuh. Saya tidak ingin cinta itu rapuh dalam sekejap mata maka saya akan menulis dengan sekuat tenaga sebelum raga ini berhenti bergerak.

    Saya sangat senang sekali menyapamu lagi, FAM. Ingin sekali mengatakan kepadamu apa impian yang akan saya raih di kemudian hari. Seandainya, mimpi itu akan terwujud saya akan bersyukur sekali. Jazirah Arab merupakan negara yang saya impikan selama ini. Di negara itu mimpi saya akan berlabuh dengan budaya Islam yang sangat kental dan rasanya membuatku terketuk hatinya untuk pergi ke sana, di mana negeri itu adalah negeri yang sangat elok bernuansa islami. Dengan mempelajari ekonomi Islam yang mendalam seperti tokoh ekonomi Islam Umar Chapra dan aku tak lupa menulis dan mengkaji sebuah sastra arab seperti puisi, cerpen, novel dan budaya Islam. Siapa tahu saya akan meneruskan jejak-jejak impian tokoh Islam Hasan Al-Banna juga.

    Tempat-tempat yang eksotik di sana tidak mungkin saya lupakan. Hamparan padang pasir yang gersang dan sumber mata air oasis yang begitu menyilaukan mata menambah keindahan negeri itu. Tidak lupa aku menyempatkan diri untuk menulis sajak-sajak arab di sana seperti: kit’ah, gazal, nazam, ruba’i dan masnawi. Dan yang paling penting saya bisa bersama keluarga menunaikan haji dan umrah di sana. Mengajak keluarga saya yang telah berjasa juga bagiku sehingga saya terus saja tidak berhenti berkarya dan tetap tersenyum menjalani hidup yang tak lekang oleh waktu.

    Saya juga ingin mempelajari tarikh Islam di sana. Saya rindu sekali dengan jejak-jejak sang murabbi yang perlu dipelajari terutama Rasulullah dan para khulafaur rasyidin dan mengambil ibrah di setiap apa yang saya pelajari. Perjalanan Rasulullah sang kinasih yang sangat berat sekali berjuang di jalan Allah SWT untuk berjihad fisabilillah perlu aku teladani. Walaupun, sekarang Rasulullah telah tiada tapi akan terus membekas di relung jiwaku. Selama ini ada hal yang menarik dari diri Rasulallah yang sangat saya segani terutama saat dirinya berdakwah secara sembunyi-sembunyi melawan kaum terlaknat di muka bumi yaitu kaum kafir quraish sehingga Islam terus terang-benderang di muka bumi.

    Jazirah arab menyimpan sejuta impian yang membuat perasaan ingin tahuku muncul, FAM. Saya yakin dapat pergi ke sana nantinya dan bisa menaiki onta yang akan memberikan pengalaman yang begitu berharga. Adab yang dilakukan orang-orang di sana membuat hikmah tersendiri apa lagi saya bisa berteman dengan para orang di sana dan mengenal budaya mereka. Budaya yang begitu erat sekali dengan Islam den penuh makna religius.

    Itulah yang saya impikan, FAM, ketika saya nanti menginjakkan kaki di negara Arab. Negara yang mungkin akan mewujudkan mimpi dan di sanalah mimpi-mimpi akan berlabuh. Mimpi-mimpi itu akan saya wujudkan dengan berusaha dan berikhtiar kepada Sang Pencipta Allah SWT. Lembar-lembar mimpi akan saya coba wujudkan laksana intan yang akan memikat orang yang begitu indah tetapi tidak berbangga yang berlebihan apa yang akan saya raih dengan tetap rendah hati dan membawa penyejuk kalbu.

    Wasalamu’alaikum Wr. Wb.

    Salam santun,
    Salam Aishiteru Menulis!
    Sahabat penamu,

    FREDI SETYONO
    IDFAM1259M - KLATEN, JAWA TENGAH
    Email: setyonofredi@yahoo.co.id
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Cinta Sejati Tak Perlu Dikatakan, karena Cinta yang Sebenar-benar Cinta Bisa berbicara Tentang Dirinya Sendiri Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top