• Info Terkini

    Saturday, January 12, 2013

    Jujur, Seumur Hidup Baru Kali Ini Aku Menulis Surat Cinta


    Teruntuk Motivatorku, FAM Indonesia
    di-
    Samudera Ilmu Penuh Berkah

    Bismillaahirrahmaa nirrahiim.

    Maha suci Allah yang telah menciptakan kita dengan sangat sempurna dengan berbagai kelebihan yang melekat pada diri kita sehingga menjadikan kita lebih mulia daripada makhluk-makhluk Allah yang lainnya.

    Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan buat Baginda Rasulullah Muhammad SAW, seorang putra Abdullah, buah hati Siti Aminah, parit pagar Kota Madinah, intan mutiara di Surgawi.

    FAM yang setia berpijar… Pada kesempatan ini izinkanlah aku kembali melayangkan sebuah surat cinta untukmu. Setelah sebulan yang lalu aku juga menulis surat ini untukmu. Rasanya ingin setiap saat aku menulis surat cinta ini kepadamu. Namun aku takut, pasti engkau akan merasa bosan membaca suratku. Wah kayaknya ketagihan menulis surat neh, he..he.. Namun karena engkau sudah izinkan, maka baiklah surat cinta ini spesial kutulis untukmu lagi. Barangkali engkau bertanya-tanya, kenapa surat cinta? Iya, karena engkau hadir karena ada cinta. Karena cinta membaca. Karena cinta menulis. Karena cinta kepada sesama. Kita hadir ke dunia juga adalah karena cinta. Cinta Allah. Cinta antara kedua ayah dan bunda.

    Jujur, seumur-umur baru kali ini aku menulis surat cinta. Dan surat cinta ini kutujukan kepadamu. Ya… benar.. aku sedang jatuh cinta... bukan cinta biasa… aku lagi dimabuk asmara... Aku sedang tergila-gila dengan pesonamu yang luar biasa.

    FAM yang berhati mulia… Sudah lebih sebulan aku hadir dalam hidupmu. Menjadi bagian dari keluarga besarmu. Selama itu pula engkau senantiasa memberikan pencerahan hidup buatku. Aku merasa sangat berarti di sini bersamamu. Apalagi Insya Allah 3 buah bukuku akan segera terbit. Dua buah dari dapurmu dan 1 lagi dari dapur forum lain. Dan berbagai even kepenulisan juga sudah aku ikuti, meski baru sedikit, dan belum pernah menang, he..he... Itu semua hadir setelah aku mengenalmu dan menjadi bagian dari dirimu. Alangkah senangnya hatiku. Impian yang selama ini menggelayut dalam imajinasiku, satu persatu mulai terwujud.

    Alhamdulillah, terima kasih banyak FAM. Semoga ini menjadi motivasi bagiku untuk berkarya lebih baik ke depan.

    Namun, ada satu yang mengganjal di hatiku. Selalu mengganggu pikiranku. Dan aku sangat takut hal itu akan terjadi di keluarga besar kita. Pohon itu semakin besar dan tinggi, angin yang meniupnya pun semakin besar. Di umurmu yang masih muda belia, belum genap satu tahun, engkau sudah mampu menyedot perhatian dunia, memberi warna kepada dunia. Dengan begitu, tantangan pun juga semakin besar. Jumlah “anakmu” yang sudah lebih dari seribu orang dan otomatis mereka butuh pelayanan dan perhatian satu persatu. Belum lagi godaan dari luar. Aku yakin pasti ada saja yang tidak senang keluarga besar kita hidup rukun dan damai. Tidak tetutup kemungkinan kalau kita tidak mawas diri, keluarga besar yang indah dan memiliki tujuan yang sangat mulia ini pada suatu saat akan dihadapkan pada permasalahan yang sulit. Nah di sanalah yang aku khawatirkan. Ketika tidak mampu menyelesaikannya dengan bijak, maka aku tidak habis pikir akan seperti apa nantinya. Semoga setiap permasalahan yang timbul mampu kita atasi dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih, Aamiin.

    FAM yang baik. Aku mohon maaf seandainya engkau tidak berkenan dengan penyampaianku ini. Dari lubuk hati yang terdalam aku menyampaikan bahwa ini bukanlah sebagai bentuk dari sebuah kepesimisan. Ini hanyalah sebagai pengingat bagi kita, karena semua kemungkinan bisa saja terjadi kalau kita tidak mawas diri. Aku tidak mau kehilanganmu. Aku dan kita semua pasti tidak rela sebuah keluarga yang sudah dibangun dengan cita-cita yang sangat mulia dan dengan susah payah oleh kedua pendiri ini akan gagal mempertahankan keharmonisannya. Namun di balik itu semua, akupun yakin. Orang-orang yang tergabung di sini adalah orang-orang hebat dan berpikiran maju dan berniat memajukan FAM Indonesia.

    Sincerely Yours

    MUHAMMAD ABRAR
    FAM1174U-Padang
    Sumatera Barat
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Jujur, Seumur Hidup Baru Kali Ini Aku Menulis Surat Cinta Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top