Skip to main content

Kabar Menyambut Siang dari FAM Surabaya

Kepada Yang Terhormat
Pengurus Pusat Forum Aktif Menulis Indonesia

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Sebagaimana yang telah kami informasikan sebelumnya melalui laporan hasil Kopdar Desember 2012 dan juga Januari 201, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Wilayah Surabaya dan Sekitarnya bekerja sama dengan Sie Kerohanian Islam SMA Negeri 2 Surabaya akan menggelar sebuah seminar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Judul seminar ini adalah “Yang Muda yang Mencerahkan”. Judul ini dipilih mengingat bahwa perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat untuk mencerahkan dunia dengan Islam telah dimulai saat masih usia muda. Diharapkan dengan judul ini dapat mengajak kawula muda yang hadir untuk dapat mengenal kembali jati dirinya sebagai motor pencerahan.

Acara ini Insya Allah akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal: Jumat/1 Februari 2013
Pukul: 14.00 s/d selesai.
Tempat: Aula SMA Negeri 2 Surabaya


Nara Sumber :
1. Siti Haryani Chasana (FAMili, siswa SMAN 1 Taman Sidoarjo yang karyanya masuk 10 besar lomba artikel nasional).

2. Ani Retno Mulyawati (siswa SMA Negeri 2 Surabaya, Juara 1 Lomba Artikel Nasional tentang Ekonomi Kreatif dan Bangga Produk Nasional).

3. Yudha Prima (Humas FAM Indonesia Wilayah Surabaya dan sekitarnya).

Dalam acara ini nanti juga akan ditampilkan beberapa puisi karya Ken Hanggara (FAMili Surabaya), Moh. Ghufron Cholid (FAMili Sampang), dan juga Istifaris Mantoro (mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unair). Akan ada juga games berhadiah buku terbitan FAM Publishing dan kenang-kenangan berupa buku “Flamboyan Senja” untuk SKI SMA Negeri 2 Surabaya. Di bagian akhir acara juga akan diperkenalkan profil Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Surabaya, 18 Januari 2013

YUDHA HARI WARDHANA
IDFAM948U
Humas FAM Indonesia Wilayah Surabaya dan sekitarnya

[www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…