• Info Terkini

    Saturday, January 12, 2013

    Negeri Itu Kering dan Gersang, Tapi Didatangi Jutaan Orang

    Tegal, Januari 2013
    Kepada FAM Indonesia
    di tempat

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Apa kabar FAM? Senang sekali bisa menulis surat untukmu lagi. Ini adalah surat ketiga yang kukirimkan untukmu, FAM. Kalimat yang kubaca dari surat yang dikirimkan FAMili untukmu sangat indah kurasakan. Sebuah impian, angan dan harapan telah tertanam dari tulisan yang telah di rangkai.

    Kali ini izinkan aku untuk memberikan goresan kata untuk bisa kau baca. Empat tahun yang lalu hidayah itu datang padaku. Di mana sebelumnya aku mengalami kesulitan bernapas terutama saat tidur. Satu bulan lamanya sakit itu tak kunjung menghilang dari tubuhku. Dua dokter pun telah memberikan obat andalannya untuk mengusir penyakitku ini. Saat itu, aku sudah pasrah. Ya, pasrah untuk selalu sulit bernapas. Setiap akan tidur, aku harus menumpuk bantal supaya tinggi. Itu pun tak begitu melancarkan pernapasanku.

    Sampai akhirnya, pada suatu malam mimpi itu datang menghampiriku. Mimpi tentang orang-orang yang telah meninggal berjajar begitu banyak. Betapa terkejutnya ketika kutemukan tubuhku di sana. Subhanallah. Aku terbangun dan mengucapkan istighfar. Aku tak bisa memejamkan mata lagi. Aku takut mimpi itu akan menjadi nyata. Sementara aku, apa yang sudah kuperbuat apabila itu sampai terjadi? Sudah siapkah aku? Di saat semua obat dari dokter sudah habis, sakitku masih tetap ada di tubuhku. Aku mulai merenung dan berpikir. Sampai suatu hari, aku mengucapkan nazar pada diriku sendiri. Seandainya aku sembuh, aku akan menutup auratku.

    Alhamdulilah, tanpa minum obat lagi dari dokter, akhirnya aku bisa sembuh dan bernapas dengan lega. Karena kebesaran Allah, aku masih bisa membuka mata sampai sekarang. Dan pada awal tahun 2009, busana itu telah menutup rambutku hingga kini.

    FAM yang kucintai, kejadian itu telah menumbuhkan jiwaku untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sejak saat itu ada sebuah keinginan yang terpatri di dalam hati. Sebuah kisah yang telah diceritakan oleh bapak dan ibu ketika mereka menunaikan ibadah haji beberapa tahun yang lalu. Ya, Negeri itulah yang ingin kudatangi. Negeri yang terkenal dengan binatang onta dan buah kurmanya. Negeri yang terkenal dengan tanah kering dan gersang itu yang ingin kuhampiri. Meskipun begitu, jutaan manusia selalu ingin datang ke tempat itu. Berjuta-juta umat Islam datang untuk menjadi tamu Allah. Tempat itu tak lain dan tak bukan adalah Arab Saudi.

    FAM sahabatku, ibu pernah menceritakan padaku betapa sulitnya untuk mencium Hajar Aswad di tengah penuh sesaknya orang. Beliau harus bersusah payah untuk berjalan dengan pijakan yang sangat kecil. Suatu hal yang mustahil dilakukan secara akal sehat manusia bisa bergerak tanpa satu pun benda yang bisa dijadikan sebagai pegangan kokoh. Namun hal itu sangat mungkin karena kuasa Allah.

    FAM tempat curahan hatiku, Kota Mekah dan Madinah adalah kota yang selalu dikunjungi saat menunaikan ibadah haji. Rasa ingin tahu tentang Ka'bah, Masjid Nabawi, Masjidil Haram, Jabal Uhud dan tempat suci lainnya begitu besar membayangiku. Terlebih Ka'bah yang merupakan tempat ibadah pertama yang di ridhai Allah. Dan Hajar Aswad? Ingin sekali aku menyentuhnya suatu saat nanti. Benar, FAM. Di Negeri itu mimpiku akan berlabuh guna menjalankan Rukun Islam yang kelima. Ya, bukankah itu wajib bagi yang mampu? Insya Allah, FAM. Berikan serangkai doa untukku agar aku bisa mewujudkannya. Aku masih bisa bernapas, masih diberi kesehatan dan yang tak kalah menyenangkan adalah aku masih bisa berkarya, semua itu adalah anugerah bagiku.

    FAM temanku, sampai di sini kutuliskan kata demi kata untukmu. Semua orang pasti mempunyai mimpi dan harapan yang beragam. Apapun mimpi itu, semoga selalu memberi berkah dalam kehidupan. Apapun mimpi itu, semoga akan selalu beriringan dengan doa. FAMili, mari kita raih mimpi dengan semangat dan kerja keras.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    Salam karya,
    LAURA
    FAM890U-Tegal
    lcrismadhani@yahoo.co.id

    Gambar: Kakbah, bangunan suci umat Islam di Masjidil Haram, Mekah.

     
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Negeri Itu Kering dan Gersang, Tapi Didatangi Jutaan Orang Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top