• Info Terkini

    Saturday, January 12, 2013

    Saya Sangat Beruntung Mengenal FAM Indonesia

    Admin mendapat kiriman surat di inbox facebook dari FAMili Sidoarjo yang beberapa waktu lalu resmi menjadi anggota FAM Indonesia. Tak ada salahnya Admin posting di sini untuk pelengkap bacaan sore hari Anda semua. Selamat membaca!
    Bismillahirahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh.

    Teman-teman FAM yang hatinya penuh dengan kedamaian, perkenalkan saya anggota baru FAM Indonesia dari Sidoarjo. Nama saya Hanum Anggraini Azkawati, biasa memakai nama pena “hiyanumz”. Ini nama awal saya dulu memakai friendster waktu kelas 3 SMP, teman-teman saya sudah terbiasa memanggil dengan nama ini meskipun awalnya sekedar iseng. Dan ketika saya tahu penulis itu biasanya punya nama pena, saya pun tak pikir panjang, langsung mengambil nama itu. Hiya yang berarti dalam bahasa arab ‘dia’ (perempuan) dan Num (haNUM) Z (aZkawati). Sederhana bukan?

    Teman-teman FAM yang baik, saya adalah pecinta baca dan menulis sejak bersekolah di taman kanak-kanak. Ketika kelas 2 SD saya mulai menulis diary, tetapi diary-diary saya akhirnya saya bakar ketika saya kelas 5 SD, karena ternyata diary-diary yang tersimpan itu dibaca oleh ayah dan adik saya. Saya sungguh malu. Tetapi saya mulai menulis diary lagi ketika kelas 1 SMP, sampai sekarang diary-diary itu masih saya simpan. Bertumpuk rapi dalam lemari. Oh iya, dulu ketika SD saya juga berjualan cerpen, dongeng dan komik yang saya buat sendiri ke teman sebaya saya, saya jual seharga Rp500,- cukup banyak yang suka. Tapi akhirnya saya bagikan cuma-cuma karena kasihan ketika ada teman-teman yang ingin membeli tapi tidak punya uang saku. Saya adalah anak pertama dari empat bersaudara yang berasal dari keluarga sederhana.

    Karya tulis saya tidak pernah dipublikasikan di media manapun. Karena memang saya tidak mencoba mengirimkannya dengan serius. Saya hanya suka posting di blog atau sekadar menulis dalam buku tulis saya. Pernah suatu hari guru SMA saya memasukkan cerpen dari kisah pribadi saya yang berjudul ‘Tenggelamnya Sekolahku’ di majalah Pena. Waktu itu guru-guru langsung heboh, mungkin karena terkejut, ternyata saya yang pendiam dan tidak menonjol ini, sedikit punya bakat menulis.

    Tahukah teman? Meskipun saya mencintai dunia baca dan tulis menulis, tetapi saya sedikit minder ketika baru-baru ini melihat karya-karya teman-teman penulis, apalagi ketika bergabung di FAM Indonesia. Tulisan-tulisan kalian sungguh mengagumkan, dengan diksi dan majas yang tak kalah hebat dengan penulis-penulis terkenal lainnya. Untuk itu, saya merasa beruntung mengenal FAM.

    Oh iya, saya mengenal komunitas tulis menulis di dunia maya ini dari teman facebook saya, yang juga anggota FAM, namanya Ken Hanggara. Saya juga tidak tahu, awal mula berteman di facebook bagaimana, dan bagaimana awalnya saya bisa tahu dia seorang penulis. Yang jelas, saya sangat suka dengan postingan status-status facebooknya yang awalnya hanya singgah di beranda saya. Sejak itu, saya menjadi sering membuka wall facebooknya. Orangnya ramah, dan memiliki banyak teman.

    Penulis yang paling saya idolakan adalah Buya Hamka, kemudian Dr. Aidh Al Qarni. Motto hidup saya “kejarlah akhirat maka dunia mengikuti”.

    Mungkin itu saja cukup, saya takut tulisan saya melebihi batas maksimal. Yang jelas, saya senang bergabung di FAM Indonesia, semoga bisa lebih mengasah kemampuan menulis saya, dan seperti kata Mbak Aliya, sebagai salah satu sarana dakwah.

    Terima kasih. Salam persahabatan. Wassalamualaikum.

    Hiyanumz
    IDFAM1285U
    Sidoarjo, Jawa Timur
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Saya Sangat Beruntung Mengenal FAM Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top