Skip to main content

Show Must Go On, Kopdar 5 FAM Surabaya

Show Must Go On. Mungkin inilah istilah yang tepat untuk menggambarkan Kopdar ke-5 Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Wilayah Surabaya dan sekitarnya pada hari Ahad, 13 Januari 2013.

Meski tidak sesemarak sebelumnya karena para FAMili dan calon FAMili lainnya ada kendala kesehatan dan kesibukan lain yang juga sangat penting dan tak bisa ditinggalkan, Kopdar ke-5 tetap berlangsung dengan suasana persaudaraan. Dengan dihadiri Yudha Prima, Agustian Putra (calon FAMili, siswa SMADA Surabaya, Ketua Panitia seminar SMADA-FAM Indonesia Wilayah Surabaya dan sekitarnya), FirTia Ayu Lintasari (Bendahara) dan Revi Luph (calon FAMili), acara ini diisi dengan perkenalan singkat FAM Indonesia, dan sharing ilmu kepenulisan yang pernah didapat dari grup FAM Indonesia dan juga dari Mas Satria Nova (Ketua FAM Surabaya).

Selain itu juga membahas perkembangan persiapan seminar bertajuk “Yang Muda yang Mencerahkan” sebagai bentuk kerja sama FAM Indonesia Wilayah Surabaya dan sekitarnya dengan SKI SMA 2 Surabaya yang Insya Allah akan digelar pada awal Februari 2013.

Insya Allah Kopdar ke-6 akan digelar pada tanggal 9 atau 10 Februari di SMA 1 Taman Sidoarjo (sekaligus bagian dari gerakan Goes to School and Campus).

Demikian reportase singkat ini kami sampaikan. Salam santun, salam karya, salam pencerahan untuk Indonesia.

Yudha FAMili
Humas FAM Indonesia Wilayah Surabaya dan sekitarnya

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…