Skip to main content

Update Nama Peserta Penulis Surat Bertema “Jika Aku Penulis Terkenal, Maka Aku Akan…”

[Senin, 1 Januari 2013, Pukul 23.00 WIB]

Sahabat FAM, selamat malam diawal tahun 2013. Semoga Anda sehat selalu. Malam ini kami umumkan nama-nama pengirim surat yang dilombakan FAM sebagai kegiatan bulanan di grup ini. Jika dari nama-nama di bawah ini tidak terdapat nama Anda sedangkan Anda telah memposting surat sebelumnya, silakan konfirmasi.

Lomba ini ditutup tanggal 1 Januari 2013, malam ini, pukul 24.00 WIB. Tanggal 2 Januari 2013 diumumkan 10 nominator sebagai penulis surat terbaik. Sedangkan nama-nama pemenang akan diumumkan pada tanggal 3 Januari 2013.

Dari nama-nama di bawah ini, sebagiannya mengirim dua buah surat. Diharapkan juga kepada seluruh penulis surat agar membubuhkan alamat email untuk memudahkan komunikasi bila nama Anda salah seorang pemenangnya.

1. Adinda Iik Zakiah
2. Ai Cahya Purnawati
3. Andalusiana   
4. Arif Hifzul
5. Arinny Fharahma
6. Dasma Intan Sari
7. Dedi Saeful Anwar
8. Desmarini
9. Dewi Putri Anggi
10. Dwi Pratita Utami
11. Efri Syamsul Bahri
12. Erita Maiyenti   
13. Erwan Hermawan
14. Fadhlur Rahman Ahsas
15. Fredi Setyono
16. GK Camia Assyifa
17. Hasan Asyhari
18. Intan Umyatur Rahmania
19. Irma Suriana Sari
20. Ken Hanggara (Erlangga Setyawan)
21. Laura Crismadhani
22. Lin Hana
23. Lina Saputri
24. Mar’atus Sholihah   
25. Mardhiyan Novita M.Z
26. Melly Waty
27. Mia Mutiara
28. Moh. Ghufron Cholid
29. Muhammad Abrar
30. Mulyani   
31. Nazri Zuliansyah
32. Ni Luh Putu Eka Sugianti   
33. Novita Suci
34. Nur Astuti
35. Nuren Zen   
36. Rahmat Herdiansyah
37. Rahmat Sahri Ramadani
38. Retno Nurul Aisyah
39. Salawati Abu Bakar
40. Sri Gunawand
41. Steve Agusta
42. Suffi Azizi
43. Sunarsih   
44. Surya Ihsan   
45. Switz Rahayu
46. Syafruddin (Fatih El Mumtaz)
47. Ubaidil Fithri
48. Wahyu Prihartini
49. Yosi Gusnilawati
50. Yudha Hari Wardhana
51. Zahra Nugraheni (Aia Az Zahra)
52. Fadel Aziz Pase
53. Abidah Nur Solikha
54.  Ahmad Saadillah            
55. Ardhyana Kusuma
56. Puji Dandelion   
57. Adrian Anong Pamungkas

FAM Indonesia mengucapkan terima kasih atas partisipasi Anda. Lomba grup ini tujuannya untuk mengasah kemampuan menulis Anda lewat bahasa surat yang saat ini sudah langka dilakukan orang. Semoga saja, dengan rutinnya lomba ini digelar, Anda semakin cakap menulis.

Salam santun, salam karya.

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…