• Info Terkini

    Monday, February 25, 2013

    Dari FAMili untuk FAM Indonesia

    FAM, baru beberapa hari saya menjumpaimu melalui dunia maya, hati ini terasa diberikan kekuatan kembali untuk menulis. Inspirasi dan ide yang dulunya hanya tertahan dalam diri, tanpa bisa tertuliskan karena tiada keberaniaan menuliskannya. Namun semua itu terkikis ketika berjumpa melalui websitemu FAM. (Muhammad Sofyan Arif)

    Sahabatku FAM Indonesia, tanpa terasa sudah hampir dua bulan ukhuwah ini terjalin. Silaturahim dan komunikasi yang terjalin seolah menyiratkan bahwa kita sudah lama saling mengenal. Padahal bertatap muka pun kita belum pernah. Sebuah anugerah yang sungguh begitu berharga yang kurasakan karena telah mengenalmu. (Muhammad Abrar)

    Bercermin pada Prancis, aku ingin tali bahtera mimpiku, kutambatkan pada pelabuhan “Indonesia Baru” – sebuah negara yang pandai menjaga tradisi dan tekun mewarisi peninggalan leluhurnya. Bila mimpi menjadikan Indonesia yang terdiri dari beribu pulau ini gagal sadar tradisi, maka tak tanggung-tanggung aku ingin menyebut grup FAMili sebagai “Indonesia Baru.” FAMili telah menyiapkan ruang, tempat para pencinta kreativitas mewariskan petuah dan karya para pendahulunya. (Steve Agusta)

    FAM, bisa bertemu denganmu adalah anugerah yang tak terlukiskan dengan rangkaian huruf-huruf. Adalah suatu kebanggaan serta kebahagiaan bisa berkumpul dalam satu keluarga besar yang merupakan wadah kepenulisan yang memiliki visi dan misi yang baik, mempunyai motivasi yang kuat dalam mendidik dan membangun mental positif para anggotanya, mengerti betul kebutuhan baik penulis pemula maupun penulis senior yang jam terbangnya lebih tinggi, dan yang paling membuat saya terkagum-kagum adalah forum ini mampu membungkus serta merangkul semuanya ini dalam nilai-nilai yang bernilai dakwah. (Intan Puspita Dewi)

    FAM, sahabat setiaku. Itulah sejumput impianku. Semoga bersamamu mimpiku bukanlah suatu khayalan. Semoga bersahabat denganmu bisa meraih apa yang selalu menjadi impian dan harapanku. Kini bersamamu saya tidak takut untuk bermimpi lagi karena bermimpi dan berkarya adalah salah satu jalan untuk meraih impian itu. (Dedi Saeful Anwar)

    Kadang waktu SD entah kenapa guru wali kelasku selalu menulis nama Fuji di Raporku, hingga Ayahku selalu komplain karena huruf ‘P’ ku berubah menjadi ‘F’. He-he mungkin guruku juga suka dengan gunung Fuji, hi-hi. Baiklah terlepas dari masalah itu, aku akan mendaki puncaknya lalu menancapkan bendera Indonesia dan bendera FAM di sana. Setelah menancapkan bendera di Puncak Everest, maukah FAM berada di gunung Fujiyama juga bersamaku? He-he. (Puji Dandelion)

    Kawan, saat mengetikkan tulisan ini, entah mengapa aku teringat FAM. Sepertinya forum ini mirip dengan sistem pendidikan di Finlandia, menghargai setiap anggotanya. Kau tahu, setiap anggota FAM dihargai, tak peduli seberapa bagusnya tingkat kemahirannya menulis. Karena setiap penulis itu punya ciri khas tersendiri dan pembaca pun begitu, punya selera masing-masing. Mereka mendapat motivasi untuk terus berkarya. (Hiyanumz)

    FAM, Aku belum pernah menceritakan hal ini pada siapapun, Aku belum menginginkan orang-orang mengetahuinya. Tapi, bagiku, memberitahukannya padamu adalah suatu kebahagiaan. Aku mengenalmu sebagai orang yang menghargai mimpi-mimpi dan harapan setiap pribadi. Dan karena itulah aku ingin berbagi mimpi ini bersamamu, biar kau tahu bahwa aku masih punya mimpi dan semangat yang tinggi untuk mewujudkan semua ini. (Retno Nurul Aisyah)

    [Dikutip dari surat-surat FAMili kepada FAM Indonesia yang diterbitkan FAM Publishing]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Dari FAMili untuk FAM Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top