• Info Terkini

    Thursday, February 7, 2013

    Kapan Partikel “pun” Ditulis Terpisah dan Kapan Ditulis Serangkai?

    FAMili, semoga sore ini Anda tetap semangat. Kali ini FAM ingin membahas tentang partikel “pun” yang sering sekali salah ditulis, terutama oleh penulis-penulis pemula.

    1. Kita lihat dulu beberapa contoh yang salah.

    a. Ia sering ke Bali, tetapi satu kalipun ia belum pernah singgah ke rumah kami.
    b. Apapun yang dimakannya, ia tetap kurus.
    c. Kemanapun ia pergi, pacarnya selalu mengikutinya.

    Penulisan partikel “pun” pada contoh-contoh di atas tidak benar alias salah. Penulisan pun yang benar harus terpisah dari kata yang mendahuluinya, karena pun mengandung arti juga yang merupakan adverbia.

    2. Dengan demikian, penulisan partikel “pun” pada contoh-contoh di atas yang benar adalah sebagai berikut:

    a. Ia sering ke Bali, tetapi satu kali pun ia belum pernah singgah ke rumah kami.
    b. Apa pun yang dimakannya ia tetap kurus.
    c. Kemana pun ia pergi, pacarnya selalu mengikutinya.

    3. Pemakaian “pun” yang salah terdapat pada contoh kalimat-kalimat di bawah ini.

    a. Sekali pun ia sering ke Bali, satu kali pun belum pernah ia ke Pantai Lovina.
    b. Kendati pun hari hujan, ia pergi juga ke sekolah.
    c. Biar pun tidak disetujui orang tuanya, Minako mau menikah dengan Wayan.

    Penulisan “pun” pada contoh-contoh kalimat di atas salah, karena kata yang berikut dianggap padu, dan harus ditulis serangkai. Jumlah kata seperti itu terbatas (hanya 12 kata), yaitu: adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, walaupun, sungguhpun.

    4. Contoh-contoh kalimat yang salah di atas seharusnya diperbaiki sebagai berikut.

    a. Sekalipun ia sering ke Bali, satu kali pun belum ia ke Pantai Lovina.
    b. Kendatipun hari hujan, ia pergi juga ke sekolah.
    c. Biarpun tidak disetujui orangtuanya, Minako mau menikah dengan Wayan.

    Selain kelompok 12 kata yang terbatas di atas yang harus ditulis serangkai, pemakaian “pun” sebagai pengganti juga ditulis terpisah.

    Camkan! Di mana pun Anda belajar, siapa pun pengajar Anda, bukan masalah penting. Faktor utama terletak pada 3M (minat, motivasi, mawas diri) dalam dirimu sendiri.

    1. Minat. Apakah Anda masih memiliki minat untuk belajar bahasa Indonesia, walaupun sulit? Dan minat tersebut masih segar atau sudah mulai layu dan pudar?

    2. Motivasi. Motivasi apa yang mendorong Anda untuk belajar? Sekadar coba-coba atau ingin mencapai sesuatu melalui bahasa Indonesia?

    3. Mawas diri (introspeksi). Berapa besar hasil yang telah diperoleh dari belajar selama ini? Sudah puaskah dengan apa yang tercapai atau ingin lebih maju lagi?

    Nah, coba renungkan sekali lagi dan perbarui tekad Anda untuk mencintai bahasa Indonesia. Semoga sukses!

    Sumber: Ruang Bahasa Indonesia Bapak Bataone No.4, http://www.indonesia.co.jp
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kapan Partikel “pun” Ditulis Terpisah dan Kapan Ditulis Serangkai? Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top