• Info Terkini

    Thursday, February 7, 2013

    Penggunaan Partikel -kah, -lah, dan -tah

    Partikel adalah kata tugas yang dilekatkan pada kata yang mendahuluinya. Ada tiga partikel dalam pembahasan ini, yakni sebagai berikut:

    1. PARTIKEL -KAH

    Kadang-kadang bersifat manasuka dan kadang-kadang bersifat wajib, bergantung pada macam kalimatnya. Kaidah pemakaiannya:

    Membentuk kalimat tanya.

    Contoh:
    - Diakah yang akan datang?
    (Bandingkan: Dia yang akan datang.)

    - Hari inikah pekerjaan itu harus selesai?
    (Bandingkan: Hari ini pekerjaan itu harus selesai.)

    Jika dalam kalimat tanya sudah ada kata tanya, seperti apa, di mana, bagaimana, maka -kah bersifat manasuka. Pemakaian -kah menjadikan kalimatnya lebih formal dan sedikit lebih halus.

    Contoh:
    - Apa(kah) ayahmu sudah datang?
    - Bagaimana(kah) penyelesaian soal ini jadinya?
    - Ke mana(kah) anak-anak pergi?

    Jika dalam kalimat tidak ada kata tanya, maka -kah akan memperjelas bahwa kalimat itu adalah kalimat tanya. Kadang-kadang urutan katanya dibalik. Tanpa -kah, arti kalimatnya bergantung pada cara kita mengucapkannya—dapat berupa kalimat berita atau kalimat tanya.

    Contoh:
    - Dia akan datangkah nanti malam?
    - Haruskah aku yang mulai dahulu?
    - Tidak dapatkah dia mengurusi soal sekecil itu?

    2. PARTIKEL -LAH

    Dipakai dalam kalimat perintah atau kalimat berita. Kaidah pemakaiannya:

    Dalam kalimat perintah, -lah dipakai untuk sedikit menghaluskan nada perintahnya.

    Contoh:
    - Pergilah sekarang, sebelum hujan turun.
    - Bawalah mobil ini ke bengkel besok pagi.
    - Kalau Anda mau, ambillah satu atau dua buah.

    Dalam kalimat berita, -lah dipakai untuk memberikan tegasan yang sedikit keras.
    Contoh:
    - Dari ceritamu, jelaslah kamu yang salah.
    - Ambil berapa sajalah yang Saudara perlukan.
    - Cara seperti itu tidaklah pantas.
    - Dialah yang menggugat soal itu.

    3. PARTIKEL -TAH

    Dipakai dalam kalimat tanya, tetapi si penanya sebenarnya tidak mengharapkan jawaban. Ia seolah-olah hanya bertanya-tanya pada diri sendiri tentang hal yang dikemukakannya. Partikel -tah itu banyak dipakai dalam sastra lama, tetapi tidak banyak dipakai lagi sekarang.

    Contoh:
    Apatah artinya hidup ini tanpa engkau?
    Siapatah gerangan orangnya yang mau menolongku?

    Demikianlah untuk dapat kita pedomani bersama.

    Bahan dikutip dari sumber:
    Judul Buku: Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia
    Penulis: Anton M. Moeliono
    Penerbit: Balai Pustaka, Jakarta, 1998
    Halaman: 247-249
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Penggunaan Partikel -kah, -lah, dan -tah Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top