• Info Terkini

    Thursday, February 14, 2013

    Puisi dan Pahlawan yang Menginspirasi

    Oleh: Moh. Ghufron Cholid

    Apa yang menarik dari puisi? Mengapa puisi terus tumbuh subur di negeri ini, kendati penghargaan pada penulis puisi sangat minim? Barangkali karena dengan menulis puisi seorang penulis mendapat kepuasan batin. Barangkali dengan menulis puisi, kemerdekaan sejati dalam menyampaikan risalah mimpi dan segala aspirasi terpenuhi.

    Barangkali puisi telah menjadi udara untuk menghirup napas kemerdekaan setelah segala kejenuhan dan ketidakberdayaan tak bisa ditepis. Barangkali dengan menulis puisi, segela resah tak lagi bertahta di hati.

    Ada yang menarik saat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia mengadakan event antologi puisi bersama dengan tema “Pahlawan di Mataku”, ada kegembiraan yang tak bisa dilukiskan. Tema sentral yang diadakan FAM berhasil menyedot perhatian para penulis puisi untuk menulis puisi lalu mengirimkan kepada panitia penyelenggara, masing-masing peserta yang berminat ikut harus mengirimkan 5 puisi yang kemudian dipilih tiga puisi yang paling mewakili.

    Tahap seleksi pun diadakan panitia sehingga terkumpullah 50 penulis pilihan dan hasilnya dimuat dalam buku berjudul “Kejora yang Setia Berpijar”.

    Dalam buku ini, aneka ragam pahlawan dipaparkan dalam bentuk puisi, barangkali buku ini bisa menjadi referensi alternatif untuk menambah wawasan tentang pahlawan.

    Ternyata pahlawan bisa kita temukan di segala segi kehidupan, ternyata pahlawan bisa lahir di sekitar kita, di lingkungan terdekat kita, ternyata pahlawan juga bisa kita temukan dari profesi yang kadang kurang diminati sebagian remaja, yakni petani. Mari kita simak petikan puisi berjudul “Pahlawan Nurani” karya Melati Pertiwi Putri (hal. 53):

    ......
    Pak tua si petani
    Tak punya gelar atau trofi

    Pak tua si petani
    Kaulah, pahlawan nurani

    Benarkah petani adalah pahlawan nurani? Barangkali pertanyaan inilah yang pertama kali muncul dalam benak kita sebagai pembaca setelah membaca puisi Melati. Gelar yang diberikan Melati pada petani, bisa disepakati bisa juga digugat namun inilah kemerdekaan penyair dalam puisi.

    Pahlawan telah disampaikan, setelah itu tugas pembaca adalah merenungkan, menelaah lalu menentukan sikap sepakat atau menggugat namun paling tidak usaha Melati memperkenalkan pahlawan telah tuntas. Melati telah merdeka dalam puisinya sendiri. Melati telah menawarkan pandangan tentang sosok pahlawan, petani pun bisa menjadi inspirasi dan menjadi bahan penguat diri dalam meneguhkan abdi.

    “Pahlawan Nurani”, begitu agung gelar yang diberikan Melati selaku penyair kepada petani. Barangkali sosok petani telah membuat batin Melati tergugah, sehingga tanpa pesanan siapa pun Melati dengan lantang menyebut petani sebagai pahlawan nurani.

    Membaca buku ini kita akan semakin menemukan sosok-sosok pahlawan yang barangkali tidak kita sadari, yang barangkali telah terabaikan karena terlalu silau pada hidup yang lebih baik sehingga ada sosok pahlawan yang kita lupakan meski telah banyak memberikan makna keberhasilan pada kita.

    Buku yang menginspirasi, yang ditulis dalam bentuk puisi oleh 50 penulis dalam mengenalkan sosok pahlawan bisa diperoleh dengan mudah dengan menghubungi FAM melalui email forumaktifmenulis@yahoo.com.

    Akhirnya semoga kelahiran buku ini bisa menjadi bahan telaah dalam mengenal sosok pahlawan dan semoga bisa bermanfaat bagi perkembangan literasi sastra.

    Kamar Cinta, 12 Februari 2013
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 komentar:

    Item Reviewed: Puisi dan Pahlawan yang Menginspirasi Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top