• Info Terkini

    Thursday, March 14, 2013

    Beragam Seragam: FAM Indonesia

    Sebuah pemandangan yang cukup menggelitik saya temukan Bulan Januari 2013, saat menyambangi tanah kelahiran yang juga merupakan daerah kelahiran Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela . Pemandangan yang tersaji di depan mata itu saya abadikan dan ditampilkan bersama tulisan ini.

    Ada sebuah perpaduan yang cukup unik, sebuah Antena Parabola yang bisa dijadikan sebuah refresentasi teknologi modern bersanding dengan ‘Ayakan’ sebuah perangkat tradisional khas Sunda yang biasa dipergunakan untuk menjemur ‘Opak’ juga merupakan kuliner khas Jawa Barat. Belum putus di situ, karena tiang antena parabola itu cukup kokoh, maka jemuran pun ikut nebeng mengikatkan diri, hmm luar biasa suatu kolaborasi yang menarik.

    Antena Parabola sebagai refresentasi teknologi modern yang bentuknya mirip dengan ‘Ayakan’ ini, mungkinkah pada suatu saat akan “pasrah” dijadikan tempat menjemur ‘Opak’ ketika sudah tidak ada lagi pengrajin yang membuat Ayakan? Sedangkan ‘Opak’ dengan berbagai kreasi rasa akan terus menjadi khasanah kuliner tradisional yang tetap disukai.

    Ayakan sebagai peralatan yang dibuat secara tradisional oleh masyarakat Sunda yang bentuknya mirip dengan Antena Parabola ini apakah akan meningkat statusnya dengan sedikit modifikasi sehingga bisa dijadikan sebagai “penguat sinyal” dan melahirkan teknologi “Ayakan Bolic”? Sebagaimana tutup panci yang bisa digunakan sebagai penguat sinyal modem yang dikenal dengan Wajan Bolic.

    Apakah Antena Parabola akan menggeser fungsi Ayakan? Atau “Ayakan Modern” yang akan menawarkan receiver alternatif yang lebih murah dibanding parabola sehingga dominasi parabola bisa tergeser? Jawabannya akan bergantung pada dinamika pemikiran para pembuat dan pengguna ke dua alat tersebut.

    Penggunaan tiang Antena Parabola sebagai tiang jemuran juga sah-sah saja, karena selama ini tidak ada aturan yang melarang pemanfaatan tiang Antena Parabola sebagai tiang jemuran. Selama jemuran itu tidak mengganggu fungsi Antena Parabola, maka penggunaannya tidak menjadi masalah.

    Kita hidup dalam keberagaman suku bangsa, agama, adat istiadat, pola fikir, kebiasaan, dan sebagainya. Tetapi setiap manusia akan membutuhkan manusia lainnya untuk saling melengkapi, tidak ada seorangpun yang bisa hidup menyendiri.
    QS. Al-Hujuraat: 13 mengisyaratkan bahwa keberagaman suku bangsa dan adat istiadat bukan untuk dijadikan sebagai jurang pembeda, tetapi sebaliknya sebagai sarana “ta’aruf” mengenal berbagai karakter, potensi untuk berkolaborasi atau menjalin ukhuwah Islamiyah. Pembeda nilai di antara manusia bukan sukunya, atau adatnya, tetapi sehebat apa kiprahnya di sisi Allah sehingga menjadi orang yang paling taqwa.

    Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia lahir dari perbedaan suku bangsa dan adat. Muhammad Subhan, Ketua Umum berasal dari Padang sedangkan Aliya Nurlela, Sekjen FAM merupakan keturunan Sunda yang tinggal di Malang. Dalam perjalanannya FAM ini pun dihiasi dengan anggota yang beraneka ragam.

    Tetapi, apapun latar belakangnya, semua orang pasti mempunyai hati dan hati itulah yang dijadikan landasan FAM Indonesia membina anggotanya bukan dari kepentingan finansial atau lainnya. Finansial adalah sebuah efek yang akan dihasilkan, bila hati sudah terbina, apapun bisa diupayakan dengan jalan yang sesuai aturan.

    Apapun latar belakang kita, apapun gaya atau bentuk tulisan kita, marilah terus berkarya menghasilkan tulisan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan ummat. Satukan karya untuk da’wah bilqolam. Salam Santun.

    NURYAMAN EMIL HAMZAH
    FAM255U Pandeglang
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Beragam Seragam: FAM Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top