Skip to main content

Buku “Membungkus Mimpi, Di Negara Itu Impianku Berlabuh”

SINOPSIS DAN ENDORSEMENT
Membungkus Mimpi adalah sekumpulan surat yang ditulis oleh penulis-penulis yang mempunyai mimpi hendak menjejakkan kaki mereka di berbagai negara dengan segudang inspirasi di muka bumi. Mulanya, surat-surat ini adalah hasil lomba menulis bulanan di grup Forum Aishiteru Menulis, media silaturahim Forum Aktif Menulis (FAM)  Indonesia di Facebook. Seratusan surat masuk ke meja FAM Indonesia dan setelah melalui tahap seleksi, ditetapkan sebanyak 43 surat yang dinyatakan layak untuk dibukukan dan sekarang berada di tangan pembaca.

Membaca surat-surat impian di dalam buku ini, Anda akan bernostalgia kembali seperti pada zaman bersurat-suratan dulu, yang kini telah hilang. Namun, lewat media digital, Anda juga dapat kembali menulis surat, dan tetap sama indahnya seperti Anda menulis di selembar kertas. Bacalah impian mereka, Anda akan terpesona.

***

Kenangan bersurat-suratan dengan media kertas surat memang telah usai. Tetapi bukan berarti tidak ada lagi kesempatan menulis surat. Banyak media yang dapat dimanfaatkan, seperti email dan facebook. Dan, inilah buku kumpulan surat yang menginspirasi pembaca.

~Muhammad Subhan, Ketum FAM Indonesia

Banyak yang telah membuktikan kekuatan mimpi. Banyak yang sukses setelah berani bermimpi. Dan, di dalam buku kumpulan surat ini, mimpi-mimpi itu dibungkus sedemikian rupa, dan tentu saja “renyah” dibaca.

~Aliya Nurlela, Sekjen FAM Indonesia

[Info pemesanan dan penerbitan buku di FAM Publishing, hubungi Call Centre FAM Indonesia Hp 0812 5982 1511, atau via email: forumaktifmenulis@yahoo.com, dan kunjungi www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…