Skip to main content

Profil Anggota FAM Indonesia: Martha Syaflina (FAMili Bukittinggi)

Martha Zhahira El-Kutuby adalah nama pena dari Martha Syaflina, dilahirkan di Bukittinggi tanggal 3 November 1994 dari pasangan Syafman (Ayah) dan Herlina (Ibu). Dia sudah mulai aktif menulis sejak SD dan SMP. Sekarang, di saat masih SMA, dia berusaha menulis novel. Novel ini adalah novel perdana yang dia karang.

Dia biasa dipanggil Martha. Orangnya gigih dan selalu ingin tahu. Sekarang dia sedang menuntut ilmu di SMA Negeri 4 Bukittinggi yang terletak di Jalan Panorama Baru, Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan MKS Bukittinggi. Rumahnya beralamat di Jalan Batu Mandi No. 75 Pekan Kamis  dengan kode pos 26152.

Hobinya dari kecil membaca dan menulis. Suka menulis puisi dari SD. Sering juga membuatkan puisi untuk acara perpisahan dan lomba membawa puisi.

Prestasinya banyak juga, seperti di bawah ini:

1. Juara Kelas

2. Peserta Lomba Olimpiade Sains tingkat SD tahun 2005

3. Juara 3 Lomba Mata Pelajaran Agama Tingkat SD tahun 2006

4. Peserta Lomba Bidang Akademik Tingkat SMP/MTs se-Kota Bukittinggi tahun 2010

5. Nominasi Lomba Puisi Tingkat SMP/MTs/SMA/MA se-Sumatera Barat tahun 2011

6. Juara 2 Seleksi Peserta Didik Berprestasi SMAN 4 Bukittinggi tahun 2011

7. Peserta Seminar Menulis Novel di Graha Serambi Mekkah Padang Panjang tahun 2011

8. Peserta Pelatihan Pusat Informasi Konsultasi Remaja Tahap Tumbuh se-Sumatera Barat di Kantor BPM Sumatera Barat tahun 2011

9. Peserta Pelatihan KRR Bidang Kesehatan Remaja dan Gizi tahun 2011

10. Peserta Lomba Olimpiade Matematika tahun 2011

11. Juara 2 Lomba Karya Tulis Tentang Bung Hatta Kategori Pelajar tahun 2011

12. Juara 1 Lomba Pidato Nuzulul Qur’an 1432 H di SMAN 4 Bukittinggi tahun 2011

13. Staff  OSIS SMAN 4 Bukittinggi Bidang Kepribadian Budi Pekerti Luhur tahun 2011

14. Wakil Sanggar Sastra Siswa Indonesia SMAN 4 Bukittinggi tahun 2011

15. Bendahara 1 Sanggar Konsultasi Remaja SMAN 4 Bukittinggi tahun 2011

16. Ketua Putri Sementara Sanggar Rumah Puisi Taufik Ismail Angkatan ke-4 tahun 2011

17. Peserta Pelatihan Konselor Sebaya di BKKBN Sumatera Barat tahun 2011

18. Staff OSIS SMAN 4 Bukittinggi Bidang Apresiasi Presepsi Karya Seni tahun 2012

19. Ketua Sementara dalam Ekstrakurikuler Sanggar Sastra Siswa Indonesia SMAN 4 Bukittinggi tahun 2012

Wow, banyak ya FAMili. Tak hanya itu, sahabat kita yang satu ini juga memiliki karya yang membanggakan sejak tahun 2005, di antaranya:

1. Antologi Puisi Bintang, 90 judul (belum terbit)

2. Antologi Puisi Embun Pagi, 72 judul (belum terbit)

3. Cerpen pertama ada 10 judul (hilang)

4. Cerpen selanjutnya di SMA ada 14 judul dalam Antologi Airmata Sang Pemimpi (belum terbit)

5. Menulis sebuah novel yang belum ada judul. Dia telah menulisnya sejak tahun 2011 tapi terbengkalai karena ia sibuk dengan tugas-tugas sekolah dan tidak ada waktu untuk melanjutkannya, sehingga di tahun 2012 ia akan coba melanjutkan.

Bukan itu saja, FAMili. Martha juga aktif menulis di media massa, di antara karyanya yang telah diterbitkan surat kabar:

1. Berita, 12 judul yang berisi berita seputar sekolah (tahun 2011)

2. Puisi, 2 judul yaitu berjudul “Rinai Kabut Singgalang” yang ceritanya diambil langsung dari Novel “Rinai Kabut Singgalang” dan “Penyair dari Rimba” (tahun 2011)

3. Cerpen, 5 judul, yaitu: “Cintaku di Ujung Bulan”, “Surat untuk Ibu”, “Selamat Pagi Bunda”, “Kalbu yang Lelah”, “Kejutan Manis” (tahun 2011 dan 2012)

4. Artikel, 2 judul, yaitu: “Bung Hatta, Teladannya tak Terikuti (Koran Rakyat Sumbar 2011), “Guru Saja tidak Berkarakter! Apalagi Siswanya?” (Media Online www.kuflet.com 2012).

Bagi FAMili yang ingin berkenalan dengan Martaha, silakan menghubunginya di nomor handphone 085374771849, email: tha_ajha22@yahoo.com, facebook: Martha Zhahira El-Kutuby, dan twitter: @martha_elkutuby.

Sip, Martha. Terus berkarya bersama FAM Indonesia.

Salam santun, salam karya.

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…