• Info Terkini

    Sunday, March 24, 2013

    [Resensi Buku] Cahaya Allah Tak Akan Pernah Padam

    Judul Buku: Cermin Cahaya
    Jenis Buku: Kumpulan Cerpen
    Penulis: Nur Syamsudin
    Penerbit: FAM Publishing
    Cetakan: Pertama, 2012
    Tebal: 164 halaman
    Harga Buku: Rp 39.400,00-


    Berdakwah yaitu suatu kegiatan menyampaikan pengetahuan, pemahaman atau sebuah pesan yang dianugerahkan kepada seseorang untuk disampaikan kepada orang banyak, masyarakat secara umum melalui jalan yang diridhai Allah. Seperti masa dahulunya bahwa dakwah dilakukan oleh manusia pilihan Allah SWT yaitu para Nabi dan Rasul yang telah diutusNya untuk menyampaikan petunjuk dan pedoman kepada umat manusia atas keesaan Allah SWT melalui Alquran dan Hadist. Alquran adalah kemuliaan yang paling tinggi, kalam Allah, kitab yang diturunkan dengan penuh berkah, yang akan mengajarkan kepada manusia mengenai petunjuk yang lurus. Alquran adalah cahaya Allah yang akan selalu berbinar dengan ketaqwaan yang selalu ditanamkan oleh umatNya.

    Sesungguhnya Allah mengajarkan manusia melalui kalamNya. Tak lain dan tak bukannya terwahyukan dalam Alquranul Karim. Suatu waktu, Allah akan memberi kabar gembira. Di waktu yang lain, Allah memberi peringatan. Di lain waktu, Allah juga akan mengenalkan kisah sejarah, ilmu pengetahuan, dan keindahan nama-namaNya di seantero alam semesta, membuat manusia membuncahkan kebesaranNya. Pemikiran model Alquran akan menarik jika diekspansifkan ke luar ranah Alquran, seperti yang diungkapkan langsung oleh penulis yaitu Nur Syamsudin—out of the box. Walaupun dasar pemikiran ini adalah dari Quran, ada banyak hikmah diiringi cahaya hidayah yang bisa ditransfer melalui pemikiran serupa ini di luar Quran itu sendiri. Sementara itu banyak hal modus hikmah bertebaran di seantero alam. Dan pemikiran inilah yang sejatinya dijadikan poros benang-benang merah atas semua kisah yang tercermin rapi dalam buku ini. Dengan bantuan cahaya Allah maka muncullah sebuah ide dari seorang pengarang yang bernama Nur Syamsudin yang terangkum dan tertata rapi dalam kumpulan cerpen “Cermin Cahaya”. Kisah atau cerita adalah metode terbaik untuk menyampaikan sesuatu. Melalui kisah manusia bisa mencerna hikmah yang terkandung di dalamnya, kadang tanpa menyadarinya.   

    Berdakwah melalui tulisan, inilah makna dan nilai besar dalam kumpulan cerpen “Cermin Cahaya”. Terdapat empat prinsip yang digunakan penulis yang sekaligus tercermin dalam karyanya ini yaitu ketersebaran; bahwasanya karya-karya yang ada dalam kumpulan cerpen ini dicurahkan si penulis melalui tulisannya dan tersebar kepada masyarakat secara umum untuk dinikmati dan dicerna serta diambil manfaat dan hikmahnya oleh si pembaca nantinya, bahwa cahaya Allah itu tidak akan pernah padam, kreativitas: sebuah kegiatan kreatif, keaktifan, dan skill yang dimiliki oleh seorang pengarang dalam memadukan kata membentuk bahasa yang indah dan menarik dalam karya, prioritas dan ketertutupan; terhimpun dalam sebuah wadah kegiatan kepenulisan yang berlangsung dalam proses di dunia maya.

    Buku kumpulan cerpen “Cermin Cahaya” memuat berbagai kisah dari pengalaman hidup, baik yang dialami oleh penulis sendiri maupun kisah-kisah orang lain yang ia temui. Misalnya “Tak Semudah Mengkhitbah” salah satu judul cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerita ini menceritakan bagaimana seorang pria mencari dan menemukan pendamping hidupnya. Dalam cerpen ini ada sebuah hikmah yang dapat kita ambil yaitu jangan terburu-buru dalam mengambil sebuah keputusan untuk suatu kepentingan, jangan berlaku tergesa-gesa karena sesungguhnya semua sudah ada ketetapan dari Allah SWT. Ada lagi pelajaran dan hikmah yang dapat ditemukan dalam kisah “Menguak Hikmah Semesta” dalam kisah ini diceritakan bahwa begitu besarnya kekuasaan Allah yang ada di seluruh jagat raya, yang patut disyukuri oleh umat manusia. Dengan memaknai alam serta isi sejagat raya ini, kita manusia belum ada apa-apanya jadi patutlah kita hendaknya selalu bersujud atas keesaan Allah SWT. Memaknai segala rahmat dan nikmat yang dilimpahkan Allah kepada umat manusia, melalui kumpulan cerita pendek ini digambarkan seumpama cermin yang jika disinari matahari maka cahayanya akan memantul ke segala arah. Penulis adalah salah seorang yang berusaha untuk berdakwah memantulkan cahaya Allah melalui cerpen “Cermin Cahaya”, dengan membaca cerpen “Cermin Cahaya” maka cahaya atau hikmah yang terkandug di dalamnya akan memantul dan menyebar kepada seluruh pembaca.

    Kisah-kisah yang terangkum dalam buku ini sangat menarik dan dapat dinikmati oleh semua kalangan karena dalam kumpulan cerpen ini cukup banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil, salah satunya adalah hikmah dari cahaya Allah yang tidak akan pernah padam sampai kapan pun. Semua kisah yang terangkum di dalamnya menguak hikmah yang telah diberikan Allah kepada manusia, berjejer dari kisah hidup dan makna akan hidup itu sendiri. Seperti petuah orang tua-tua masa lalu yang seringkali mengatakan bahwa; “hendaklah mengambil tuah kepada yang menang, mengambil pelajaran kepada yang sudah”. Maksudnya bahwa segala sesuatu itu tidak bisa dibiarkan berlalu begitu saja, tapi ambillah hikmah di dalamnya sebagai pelajaran untuk hidup ke depannya. Semua pengalaman di masa lalu, baik yang dirasakan sendiri maupun melihat pengalaman dari orang lain, yang lain dan tak bukan itu adalah suatu pelajaran dan peringatan. Dalam buku kumpulan cerpen ini, penulis mengajak si pembaca untuk memaknai arti sebuah kehidupan dengan diselingi dasar pemikiran dari Alquran, yang di dalamnya menjelaskan segala keesaan, kekuasaan dan kebesaran Allah SWT.

    Peresensi:
    EKA SUSANTI
    FAM 685U-Padang Panjang
    Email: ekasusanti07184017@yahoo.co.id
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: [Resensi Buku] Cahaya Allah Tak Akan Pernah Padam Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top