• Info Terkini

    Sunday, March 24, 2013

    [Resensi Buku] Sentuhan Cinta Bernilai Dakwah Terbalut dalam Setiap Kisah

    Judul : Untuk Sumarni dari Suparman
    Jenis Buku : Kumpulan Cerpen
    Penulis : 25 Cerpenis Indonesia
    Penerbit: FAM Publishing
    Cetakan: I, November 2012
    Tebal Buku: 257 halaman


    Cinta, adalah sebuah rasa yang bisa membuat kebahagiaan dalam hidup manusia. Cinta memberikan warna yang menenteramkan di tengah gemerlap kehidupan fatamorgana ini. Sentuhan cinta yang terindah adalah apabila diiringi dengan ketulusan dan kasih sayang di jalan ridha Allah SWT. Sesama muslim adalah saudara, dan alangkah indahnya hidup bila saling berkasih sayang karena Allah.

    Buku antologi cerpen cinta bernilai dakwah yang berjudul ‘Untuk Sumarni dari Suparman’ ini ditulis dengan begitu apik oleh 25 cerpenis Indonesia, diterbitkan FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia. Sebuah buku dengan sentuhan cinta yang dituangkan dalam kepingan-kepingan kata dan tersusun menjadi sebuah karya cerpen indah dan bermakna.

    Tengok cerpen “Untuk Sumarni dari Suparman” karya M.R Andrianus, cerpen yang penuh balutan kisah romantis sepasang suami-istri. Si tukang kuli bangunan bernama Suparman, yang berusaha membahagiakan istrinya, Sumarni. Suparman berusaha menepati janjinya untuk membelikan Sumarni sebuah giwang emas, tetapi apalah daya, setiap Suparman menabung selalu saja habis untuk kebutuhan sehari-hari. Sumarni tidak pernah marah, selalu mencintai Suparman dan sabar merawat buah hati mereka dalam kehidupan yang serba kekurangan itu. Bagian yang mengharukan adalah ketika Suparman menempelkan telinga Sumarni dengan es agar bisa ditusuk dengan jarum dan kelak akan dipasang giwang. Tetapi saat Suparman tak mampu membelikan, Sumarni menghibur Suparman dengan memasang telinganya dengan lidi agar bisa terlihat seperti memakai giwang.

    Cerpen lainnya adalah “Buku Ini Jadi Saksinya” karya Darmawati, kisah gadis kecil yang miskin ingin bersekolah. Lalu cerpen “Keputusan Seiring waktu” karya Dwi P. U, tentang pilihan hidup artis cilik yang telah menjelma menjadi wanita dewasa. Cerpen “Tanah Ini Dijual Seribu Meter” karya Siti Haryani C, kisah tentang persahabatan yang mempunyai keinginan untuk menularkan gemar membaca pada anak-anak di desanya. “Pesan Cinta dari Korban Penggusuran” karya Yudha Hari W, tentang sebuah ungkapan hati yang merintih dari seorang korban penggusuran. Dan masih banyak lagi cerpen lainnya dengan kisah-kisah yang indah dan menyentuh. Rasanya ingin saya ceritakan semuanya karena begitu membekasnya kisah-kisah cerpen ini setelah saya membacanya.

    Membaca buku ini tidak menyita waktu saya. Karena saya bisa membaca dengan ‘meloncat-loncat’, sesuai dengan judul cerpen yang ingin saya baca. Karena ditulis oleh beberapa penulis dengan latar belakang yang berbeda, maka cerpen ini pun menjadi unik. Terkadang kita bisa menemukan sebuah ending yang menceriakan, terkadang sebuah ending yang mengharukan, atau menyedihkan.

    Selebihnya, terlepas dari isi cerpen apik ini. Tak ada salahnya setelah membaca cerpen, pembaca membaca biodata para penulis cerpen. Pembaca bisa terkaget-kaget dengan membacanya, karena ternyata cerpen-cerpen apik ini digarap oleh para penulis yang kebanyakan tidak berlatar belakang sebagai penulis murni. Bahkan ada yang masih berstatus sebagai pelajar yang tidak kita sangka karyanya mempunyai sebuah nilai yang bermakna di kalangan luas. Mungkin karena hal itu juga alur cerita dalam cerpen ini mengalir dengan begitu lembutnya dan tak terkesan seperti dibuat-buat.

    Terakhir, yang paling penting, kita bisa memetik sebuah pelajaran berharga dari kisah-kisah yang terurai dalam buku yang berbalut cinta bernilai dakwah ini.

    Peresensi:
    HANUM ANGGRAINI AZKAWATI
    Anggota FAM Indonesia
    IDFAM 1285U-Sidoarjo
    Email: Hanum_hiyanumz@yahoo.co.id

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: [Resensi Buku] Sentuhan Cinta Bernilai Dakwah Terbalut dalam Setiap Kisah Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top