Skip to main content

Segera Terbit, Buku Cerpen “Kunang-kunang di Sarang Tikus” Karya Pemenang Lomba Cipta Cerpen FAM Indonesia

Buku fiksi berjudul “Kunang-kunang di Sarang Tikus” adalah kumpulan cerpen dari para pemenang Lomba Cipta Cerpen Tingkat Pelajar, Mahasiswa/ Umum Se-Indonesia. Buku ini diterbitkan secara gratis. Seluruh pembiayaan ditanggung Penerbit FAM Publishing.

“Kunang-kunang di Sarang Tikus” adalah cerpen salah seorang pemenang yang diambil menjadi judul buku ini.

Adapun nama-nama penulis di dalam buku ini adalah:

1. Zakiya Sabdosih (Tentang Bayangan Sebuah Pohon yang Jatuh di Sungai Keruh dan Seseorang yang Ingin Menjadi Bayangan Sebuah Pohon yang Jatuh di Sungai Keruh)
2. Nimas Kinanthi (Perempuan yang Tubuhnya Tergadai)
3. M.R. Andrianus (Kunang-Kunang di Sarang Tikus)
4. Robi Andika Amsar (Mahar)
5. Habsari Banyu Jenar (Saklitinov)
6. M. Imam Fatkhurrozi (Aku dan Manusia-Manusia)
7. Steve Agusta (Pilih Indonesia)
8. Hakimah Rahmah Sari (Januari Segera Berakhir)
9. Ken Hanggara (Lonceng Kemuliaan)
10. Khaeriya (Beda)
11. Arinny Fharahma (Akulah Sang Bintang)
12. Maissi Ardha Roza (Ikmal)
13. Irma Kurniasih (Equal)
14. Rendra Pirani (Ensiklopedia Jalanan)
15. Amatullah Fauziyyah Yasmin (Lampu Merah)
16. Hamdi Alfansuri (Mawar Miskin)
17. Siti Haryani Chasana (Ganjalan Sependar Cahaya)
18. Salma Humaira (Seragam Lusuh Penyemangat Jiwa)
19. Winda Az Zahra (Gembel Piaraan)
20. Athiyah Layla (Perjuangan Pemuda Jorong)

Buku ini diterbitkan terbatas. Penulis tidak mendapatkan bukti terbit. Apabila penulis dan para FAMili lainnya ingin memiliki buku ini, dapat memesan melalui FAM Publishing. Harga buku Rp45.000,- (belum termasuk ongkos kirim).

Salam santun, salam karya.

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…