• Info Terkini

    Monday, March 25, 2013

    Ulasan Puisi “Hari Ini” Karya Erika Hime (FAMili Samarinda)

    Puisi berjudul "Hari Ini" karya Erika Hime bercerita tentang dinamika hari ini. Pada bait-bait awal penulis merenungi perjalanan waktu yang berlalu begitu cepat. Terlihat dari bait berikut ini:

    Termenung dalam sepinya waktu,
    Hingga bulan berjalan begitu cepat
    begitu juga dengan hari yang selalu berlari,
    tanpa bisa kukejar

    Kemudian penulis terkejut dan menyadari bahwa ia hanya memiliki sisa waktu satu hari saja, yaitu: hari ini. Ini jelas terlihat di dalam untaian berikut ini:

    Dan yang tersisa adalah HARI INI.

    Begitu kuatnya kesan bahwa penulis hanya memiliki satu hari yang tersisa; dapat dirasakan dari repetisi berikut ini:

    Hanya satu hari yang tersisa,
    yaitu "Hari Ini".
    Akan dibawa kemana satu hari ini?

    Penulis berupaya melakukan kontemplasi untuk mengisi serta memaknai hari ini dengan berbagai hal yang bermanfaat. Hal ini begitu jelas terlihat dari solilokui berikut ini:

    Apakah hari ini telah bahagia dengan sendirinya.
    lalu,
    Sudahkah kita lewatkan tiap menitnya,
    hingga detik-detiknya dengan mengingat-Nya?
    Sudahkah kita lewatkan senyum manisnya,
    yang menyemangati langkah kita?
    Sudahkah kita lewati asa nya,
    yang ingin kita berkontribusi dengan penuh barokah?

    Mungkin saja filosofi "carpe diem" alias "nikmatilah hari ini" begitu kuat melekat di hati penulis puisi ini. Hingga ia mengatakan bahwa hari ini bukanlah hari esok. Hari esok itu begitu misteri dan belum tentu kita bisa menemuinya. Ini jelas terlihat di dalam bait berikut ini:

    Hari ini bukanlah hari esok,
    yang sangat misteri
    tapi,
    Apakah kita bisa menjamin esok akan datang dan menjadi milik kita?

    Pada baris-baris terakhir puisi "Hari Ini", penulis mengajak pembaca untuk memaknai serta mengisi hari ini dengan sesuatu yang bermanfaat. Sebab hari ini, di mata penulis puisi ini, sangat berharga dan istimewa. Cobalah kita renungkan bersama bait berikut ini:

    Ayolah kawan..
    Hari ini,
    Kita ukir dalam hati ini
    Hari ini...
    Kita patri dalam ingatan kita
    bahwa Hari ini sangatlah berharga
    dan istimewa untuk kita semua

    Dengan banyak berlatih menulis puisi secara berkesinambungan, kami yakin bahwa penulis ini pada akhirnya akan dapat memilih diksi serta merangkai metafora menjadi untaian kata yang bermakna, yang dapat menghiasi taman-taman jiwa umat manusia.

    Salam santun, salam karya.

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Hari Ini

    Buah Karya: Erika Hime

    Termenung dalam sepinya waktu,
    Hingga bulan berjalan begitu cepat
    begitu juga dengan hari yang selalu berlari,
    tanpa bisa kukejar
    Dan yang tersisa adalah HARI INI.

    Hanya satu hari yang tersisa,
    yaitu "Hari Ini".
    Akan dibawa kemana satu hari ini?
    Apakah hari ini telah bahagia dengan sendirinya.
    lalu,
    Sudahkah kita lewatkan tiap menitnya,
    hingga detik-detiknya dengan mengingat-Nya?
    Sudahkah kita lewatkan senyum manisnya,
    yang menyemangati langkah kita?
    Sudahkah kita lewati asa nya,
    yang ingin kita berkontribusi dengan penuh barokah?
    Hari ini bukanlah hari esok,
    yang sangat misteri
    tapi,
    Apakah kita bisa menjamin esok akan datang dan menjadi milik kita?
    Ayolah kawan..
    Hari ini,
    Kita ukir dalam hati ini
    Hari ini...
    Kita patri dalam ingatan kita
    bahwa Hari ini sangatlah berharga
    dan istimewa untuk kita semua
    *dalam renungan malam

    [www.famindonesia.com]


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “Hari Ini” Karya Erika Hime (FAMili Samarinda) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top