Skip to main content

Ulasan Puisi “Hari Ini” Karya Erika Hime (FAMili Samarinda)

Puisi berjudul "Hari Ini" karya Erika Hime bercerita tentang dinamika hari ini. Pada bait-bait awal penulis merenungi perjalanan waktu yang berlalu begitu cepat. Terlihat dari bait berikut ini:

Termenung dalam sepinya waktu,
Hingga bulan berjalan begitu cepat
begitu juga dengan hari yang selalu berlari,
tanpa bisa kukejar

Kemudian penulis terkejut dan menyadari bahwa ia hanya memiliki sisa waktu satu hari saja, yaitu: hari ini. Ini jelas terlihat di dalam untaian berikut ini:

Dan yang tersisa adalah HARI INI.

Begitu kuatnya kesan bahwa penulis hanya memiliki satu hari yang tersisa; dapat dirasakan dari repetisi berikut ini:

Hanya satu hari yang tersisa,
yaitu "Hari Ini".
Akan dibawa kemana satu hari ini?

Penulis berupaya melakukan kontemplasi untuk mengisi serta memaknai hari ini dengan berbagai hal yang bermanfaat. Hal ini begitu jelas terlihat dari solilokui berikut ini:

Apakah hari ini telah bahagia dengan sendirinya.
lalu,
Sudahkah kita lewatkan tiap menitnya,
hingga detik-detiknya dengan mengingat-Nya?
Sudahkah kita lewatkan senyum manisnya,
yang menyemangati langkah kita?
Sudahkah kita lewati asa nya,
yang ingin kita berkontribusi dengan penuh barokah?

Mungkin saja filosofi "carpe diem" alias "nikmatilah hari ini" begitu kuat melekat di hati penulis puisi ini. Hingga ia mengatakan bahwa hari ini bukanlah hari esok. Hari esok itu begitu misteri dan belum tentu kita bisa menemuinya. Ini jelas terlihat di dalam bait berikut ini:

Hari ini bukanlah hari esok,
yang sangat misteri
tapi,
Apakah kita bisa menjamin esok akan datang dan menjadi milik kita?

Pada baris-baris terakhir puisi "Hari Ini", penulis mengajak pembaca untuk memaknai serta mengisi hari ini dengan sesuatu yang bermanfaat. Sebab hari ini, di mata penulis puisi ini, sangat berharga dan istimewa. Cobalah kita renungkan bersama bait berikut ini:

Ayolah kawan..
Hari ini,
Kita ukir dalam hati ini
Hari ini...
Kita patri dalam ingatan kita
bahwa Hari ini sangatlah berharga
dan istimewa untuk kita semua

Dengan banyak berlatih menulis puisi secara berkesinambungan, kami yakin bahwa penulis ini pada akhirnya akan dapat memilih diksi serta merangkai metafora menjadi untaian kata yang bermakna, yang dapat menghiasi taman-taman jiwa umat manusia.

Salam santun, salam karya.

TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

Hari Ini

Buah Karya: Erika Hime

Termenung dalam sepinya waktu,
Hingga bulan berjalan begitu cepat
begitu juga dengan hari yang selalu berlari,
tanpa bisa kukejar
Dan yang tersisa adalah HARI INI.

Hanya satu hari yang tersisa,
yaitu "Hari Ini".
Akan dibawa kemana satu hari ini?
Apakah hari ini telah bahagia dengan sendirinya.
lalu,
Sudahkah kita lewatkan tiap menitnya,
hingga detik-detiknya dengan mengingat-Nya?
Sudahkah kita lewatkan senyum manisnya,
yang menyemangati langkah kita?
Sudahkah kita lewati asa nya,
yang ingin kita berkontribusi dengan penuh barokah?
Hari ini bukanlah hari esok,
yang sangat misteri
tapi,
Apakah kita bisa menjamin esok akan datang dan menjadi milik kita?
Ayolah kawan..
Hari ini,
Kita ukir dalam hati ini
Hari ini...
Kita patri dalam ingatan kita
bahwa Hari ini sangatlah berharga
dan istimewa untuk kita semua
*dalam renungan malam

[www.famindonesia.com]


Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…