• Info Terkini

    Friday, March 8, 2013

    Ulasan Puisi “Pesan Tanpa Kata” Karya Widiastuti (FAM1082U )

    "Pesan Tanpa Kata”, itulah judul puisi yang ditulis Widiastuti (FAM1082U) yang menjadi pokok ulasan kita kali ini. Sebuah tulisan yang cukup panjang bertema cinta yang patah dan disampaikan dalam satu bait penuh dengan untaian kalimat yang panjang pula. Membaca tulisan ini kita dihadapkan kepada pilihan apakah saat ini kita sedang berpuisi, membaca prosa atau sedang membaca curhatan?

    Puisi, prosa, dan kata-kata curhatan memang berbeda. Menurut laman Wikipedia, puisi adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetikanya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.

    Penekanan pada segi estetika suatu bahasa dan penggunaan pengulangan, materi dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas.

    Sesungguhnya puisi yang ditulis sahabat FAMili ini sangat bisa menjelma menjadi puisi yang lebih baik lagi. Lakukanlah pembacaan berulang kali sebelum benar-benar memfinalkan sebuah tulisan. Lakukan eksplorasi kata dan cermat dalam memilah perbendaharaan kata. Perkaya pula dengan susunan puisi berdasarkan estetika. Karena di situlah letak manisnya sebuah puisi. Pemakaian tanda baca yang berlebihan tidaklah disarankan termasuk juga penghamburan kata konjungsi yang membuat puisi ini menjadi kalimat-kalimat yang panjang.

    Namun demikian, usaha penulis melahirkan sebuah puisi patut dihargai dan tentu saja ditunggu karya berikutnya.

    Salam santun, salam karya !

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Pesan Tanpa Kata

    Karya: Widiastuti (FAM1082U )

    Aku terdiam dalam doaku
    dalam rasa yang tak sanggup untuk aku pintakan
    disatu sisi aku tak sanggup
    bila hanya bisa melihat jejak-jejak bayanganmu dari sisi ketidakmampuanku
    disisi lain aku ingin melihatmu bahagia
    aku ingin berdoa untuk kebahagiaanmu tapi jujur aku tak sanggup memintanya
    aku tahu hatiku tak mampu bila harus melihatmu bersusah
    tapi akupun tak mampu bila doaku terucap dan seketika hanya jejakmu yang tersisa dalam pandangku
    aku harus apa???
    hanya bisa terdiam, terdiam, dan terdiam dalam doaku,..
    aku tak sanggup berucap hanya bisa berharap yang terbaik walaupun aku tak tahu itu apa,..
    aku kirimkan pesan tanpa kata pada tuhan
    dan menanti jawabnya dalam putaran waktuku
    diam dalam doaku dan mengekang perasaanku dalam sujudku
    aku tak sanggup atas pilihan ini tapi akupun tak mampu bila harus tersenyum dalam lukamu,..
    balasan doaku yang tak bertulispun tiba
    dan aku tersenyum dalam tangisku
    aku bahagia untukmu
    sejenak aku tak dapat mngenali hatiku
    aku benar-benar bahagia mlihat senyummu dan kuteteskan air mata ini untuk mengiringi langkahmu
    inilah jawaban atas doaku yang bisu
    inilah yang terbaik yang akan kucoba mngerti arti dari semua jawaban ini
    menggenggam air pun tak baik melepaskannya dari genggamanpun  tak mudah
    pandangan mata bahagimu bisa ku lihat jelas dengan senyumku mengantarmu
    melangkah jauh kedepan tanpaku
    jangan berhenti melangkah dan tak perlu berbalik kebelakan melihatku
    karena aku sangat menyayangi diriku dan aku tak akan pernah membiarkan diriku terjatuh terlalu lama
    seberkas senyummu sanggup untuk menyanggaku setidaknya sampai detik ini...

    [www.famindonesia.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “Pesan Tanpa Kata” Karya Widiastuti (FAM1082U ) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top