Skip to main content

Buku Cerpen “Merajut Asap” Karya Lili Asnita

Selama ini, laki-laki itu tidak pernah mengacuhkan apa yang disampaikan oleh orang-orang yang dekat padanya, termasuk isterinya sendiri. Di akhir kesabaran wanita itu ada cahaya membuka mata hatinya. Mampukah cahaya itu dia rajut dan dia tata asap menjadi sebuah asa?   

Sebuah buku kumpulan cerpen, yang sarat dengan pesan moral, nilai sosial, dan budaya masyarakat Minangkabau. Dengan tokoh-tokoh yang mengangkat persoalan hidup yang berada dalam masyarakat kita. Kemiskinan, pertikaian, perkawinan, kekakuan adat, karier, kesombongan, dan keangkuhan. Dengan dua belas cerpen unggulan pada “Merajut Asap” mengajak pembaca dengan sentuhan bahasanya yang memikat.

***

Sedikit guru yang menerbitkan buku. Merajut Asap, kumpulan cerpen yang ditulis oleh Lili Asnita, Guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 4 Bukittinggi ini, membuktikan bahwa masih ada guru yang menulis dan menerbitkan buku. Setidaknya karya ini memotivasi siswa-siswanya untuk turut berkarya.

~Muhammad Subhan, Jurnalis & Penulis

Kisah-kisah yang menyentuh. Untaian kata yang dirajut penulisnya di dalam buku cerpen ini indah mengalir dan mengundang rasa penasaran untuk terus membaca hingga titik paling akhir.

~Aliya Nurlela, Penulis Buku-buku Motivasi

[www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…