Skip to main content

Jelang Kopdar 1 FAM Wilayah Jabodetabek

Koordinator FAM Wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, Mas Efri S. Bahri akan melakukan “kopi darat” pertama dalam rangka silaturahim dan mengagendakan sejumlah kegiatan menulis. Siapa saja anggota FAM Indonesia di wilayah Jabodetabek? Ini nama-nama mereka:

1. Adli Zuliansyah (Takumi/Adli el Bughoriyah) (Bogor)
2. Andi Nur Syamsudin (Ibnu Zuchron) (Tanggerang Selatan)
3. Retna Kusumawati, SP (Erka Ninok) (Bogor)
4. Rendra Pirani (Rendra Viar Pirani) (Tanggerang)
5. Mohamad Iqbal Tawakal (Bogor)
6. Muhammad Reifendy (Rei Smiley) (Tanggerang)
7. Fadhilla Amelia (Jakarta)
8. Anna Lestari Anwari (Yori Tanaka) (Tanggerang)
9. Melati Pertiwi Putri (Bekasi)
10. Azizah (Bekasi Timur)
11. Bimo Logo Pribadianto (Bekasi Timur)
12. Kirana Octaviana Putri Susilo Wati (Tanggerang)
13. Intan Puspita Dewi (Jakarta Timur)
14. AinunNihaya (Bekasi)
15. Abdul Basyir (Jakarta Selatan)
16. Asnawati (Bogor)
17. Sri Rahayuningsih (Jakarta Timur)
18. Noorhani Dyani Laksmi (Bogor)
19. Intan Umyatur Rahmania (Depok)
20. Muhammad Riyan Andrianus (Jakarta Pusat)
21. Rizka Irfani (Bogor)
22. Yayah Durrotul Gholiyah (Tanggerang Selatan)
23. Annisa Aulia Rohmat (Jabar)
24. Widiastuti (Bekasi)
25. Muhammad Aziz (Tanggerang)
26. Mulyani (Tanggerang)
27. Efri S. Bahri (Tanggerang)
28. Agnes Setioningrum (Jakarta Selatan)
29. Ubaidil Fithri (Banten)
30. Nova Fatna Ningsih (Tanggerang)
31. Muslimah (Purwakarta Jabar)
32. Ii Istiqomah (Banten)
33. Yuliana Bakti Pertiwi (Jakarta Timur)
34. Aji Saputra (Banten)
35. Aulia Ainun Ardilah (Bekasi)
36. Fia Fauziah Rahman (Depok)
37. Hanna Zakiyya (Depok)
38. Rohyuli/Rohie (Serang)
39. Ayu Puji Sri Lestari (Banten)
40. Nuryaman Emil Hamzah (Pandeglang – Banten)
41. Arini Fitria Nabilah (Pandeglang – Banten)
42. Aina Inayatushofa (Pandeglang – Banten)

Nah, untuk suksesnya acara dimaksud, kepada seluruh FAMili di wilayah Jabodetabek, dimohon untuk mengirimkan data pribadi yang terdiri dari nama, alamat domisili, dan alamat email ke: efrisb@gmail.com. Ini juga berlaku untuk non-anggota FAM yang tertarik dengan kegiatan FAM serta dalam waktu dekat akan bergabung menjadi anggota FAM Indonesia.

Salam santun, salam karya.

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…